Kepala BI Cirebon: Gerakan Pangan Murah Memiliki Dua Tujuan

Cirebon,- Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, Pemerintah Daerah Kota Cirebon berkolaborasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan itu berlangsung di Lapangan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (20/11/2023).

Berbagai komoditi dihadirkan dalam kegiatan tersebut seperti beras, telur ayam, cabai rawit, cabai merah, bawang putih, bawang merah, hingga minyak goreng. Bahkan harga yang ditawarkan di GPM tersebut di bawah harga pasaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Hestu Wibowo mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan kegiatan rutin setiap bulan. Menurut Hestu, Gerakan Pangan Murah ini memiliki dua tujuan atau misi.

BACA YUK:  Konser Persembahan Cinta Dewa 19 di Kota Cirebon Siapkan 8.000 Tiket

“Ada dua misi dari kegiatan ini, pertama untuk penyaluran bantuan sosial oleh Pemda Kota Cirebon bagi masyarakat yang membutuhkan. Kedua, dari perspektif kami di Bank Indonesia dalam rangka pengendalian harga-harga kebutuhan pokok untuk pengendalian inflasi di Kota Cirebon,” ujar Hestu kepada About Cirebon.

Dalam kegiatan GPM ini menghadrikan berbagai komoditi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah harga pasaran. Sehingga, kegiatan ini menjadi ajang kegiatan sosial dan kegiatan pengendalian inflasi.

“Jadi kegiatan ini (GPM) memiliki dua tujuan yaitu sosial dan pengendalian inflasi. Ini juga sebagai salah satu program dari TPID Kota Cirebon. Kami juga bersama TPID memiliki beberapa program-program,” jelasnya.

BACA YUK:  Cetuskan Lari Setiap Hari Selama 365 Hari, Refaldo Fanther Ingin Sehat Sampai Tua

“Walaupun kegiatan ini terbatas, paling tidak kegiatan ini bisa memberikan informasi bahwa komoditi kebutuhan masyarakat harganya bisa terkendali, khususnya di Kota Cirebon,” sambung Hestu.

Tak hanya itu, dalam GPM ini pihaknya juga ingin menyosialisasikan penggunaan QRIS kepada masyarakat. Seperti halnya dalam pembelian telur ayam yang mengunakan QRIS.

“Ini juga salah satu program BI, bahwa kita ingin sosialisasi penggunaan QRIS sebagai salah satu transaksi penggunaan non tunai. Kebetulan hal ini disambut baik oleh BJB melalui salah satu binaan BJB dengan menjual telur,” terangnya.

BACA YUK:  Pemkab Cirebon Ajak Remaja Putri Konsumsi Makanan Bergizi, Menuju Generasi Emas 2045

Dengan penggunaan QRIS tersebut, masyarakat yang bertransaksi menggunakan QRIS akan mendapatkan subsidi sebesar Rp. 2000.

“Bank BJB memberikan subsidi sebesar Rp. 2.000 bila melakukan transaksi pembelian dengan QRIS. Contohnya telur dibandrol dengan harga Rp. 24 ribu/kg menjadi Rp. 22 ribu/kg bila menggunakan QRIS,” pungkasnya. (HSY)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *