Rabu, 19 Januari 2022

Gerhana Matahari, Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon Gelar Salat Kusuf

Populer

Situs Sumur Buah, Bukti Penyebaran Islam di Cirebon

Cirebon,- Cirebon merupakan salah satu kota yang amat kental nuansa Islamnya. Cirebon merupakan pula salah satu kota yang disinggahi...

Awal Tahun, Manulife Mulia Putri Agency Mulai dengan Peduli Dunia Pendidikan

Cirebon,- Awal tahun, Manulife Mulia Putri Agency menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan paket sembako. Bantuan itu diberikan kepada...

Tiga Prodi Memulai Kegiatan Perkuliahan di Kampus ITB Cirebon

Cirebon,-:Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), telah memulai program multikampus sebagai wujud pengembangan institusi...

Polresta Cirebon Berkomitmen Menindak Tegas Geng Motor yang Meresahkan Masyarakat

Cirebon,- Seluruh jajaran Polresta Cirebon berkomitmen keras untuk pemberantasan geng motor di wilayah Kabupaten Cirebon. Hal ini dilakukan untuk...

TPID Kota Cirebon Akan Gelar Pasar Murah Pekan 18 – 20 Januari 2022

Cirebon,- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon akan menggelar operasi pasar murah. Rencananya, operasi pasar murah akan berlangsung...

Cirebon,- Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon menggelar Salat Kusuf atau Salat Gerhana Matahari, Kamis (26/12/2019).

Sebagian wilayah di Indonesia pada hari ini Kamis (24/12), dilintasi gerhana matahari cincin. Untuk di Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon melakukan Salat Kusuf mulai sekitar pukul 11.00 WIB.

Salat Kusuf di Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon yang bertindak selaku Imam Ust. H. Fathurrohman al Hafidz, Imam Rawatib At-Taqwa dan bertindak Khotib K.H. M. Utsmani Hs, M.H.I, Sekretaris At-Taqwa Center.

Loading...

Dalam khutbahnya, K.H. M. Utsmani menyampaikan bahwa semasa hidup Rasulallah SAW, gerhana matahari hanya terjadi satu kali. Dan pada waktu itu, persepsinya bermacam-macam di hadapan para sahabat, apalagi para orang kufar, termasuk di dalam para sahabat Rasulallah SAW.

BACA YUK:  Malam Pergantian Tahun, Kapolres Cirebon Kota Minta Cafe hingga Hiburan Malam Tutup Pukul 22.00 WIB

“Pada saat melihat fenomena gerhana matahari ini yang terjadi satu kali-kalinya pada masa hidup Rasulallah, kemudian menanggapinya dengan perbedaan,” ujarnya.

Menurut beliau, bahkan ada yang menghubungkan, bahwa gerhana matahari itu ada hubungannya dengan meninggalnya anak Rasulallah SAW yang diberi nama Ibarahim.

“Inilah kemudian Rasulallah mengklarifikasi terhadap anggapan terhadap gerhana matahari, yang mana ada hubungannya dengan meninggalnya anak Rasulallah SAW. Setelah Salat Kusuf dan saat memberikan khutbahnya, Rasulallah SAW langsung mengklarifikasi anggapan gerhana matahari dengan haditsnya dan mengarahkan apa yang harus dilakukan kita semua ketika terjadi gerhana,” terangnya.

Rasulallah SAW menyampaikan dalam haditsnya, bahwa gerhana matahari atau gerhana bulan itu adalah bagian dari tanda kebesaran Allah SWT. Tidak ada hubungannya dengan kematian putraku, dan tidak ada hubunganya dengan hidupnya siapapun. Tetapi gerhana bulan atau matahari yaitu tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

“Lalu Rasulallah memberikan nasihat kepada kita semua, ketika terjadi gerhana rembulan atau matahari apa yang harus dilakukan. Rasulallah mengarahkan kepada kita semua, bila melihat gerhana bulan atau matahari yang pertama mulailah memperbanyak berdoa kepada Allah SWT,”

BACA YUK:  Satreskrim Polresta Cirebon Berhasil Tangkap Anggota Geng Motor yang Terlibat Pengeroyokan dan Penganiayaan

“Inilah yang diperintahkan oleh Rasulallah SAW, segera memperbanyak doa sebagai simbol bahwa kita membutuhkan Allah SWT,” tambahnya.

Kemudian, yang kedua, bertakbirlah sebagai pengakuan kita, bahwa kita tidak ada apa-apanya. Setinggi apapun kedudukan kita, sehebat apapun kita kuatnya, ketika bertakbir Allahu Akbar kita tidak ada apa-apanya.

“Tidak ada daya dan upaya yang kita miliki, kecuali dengan pertolongan Allah SWT,” ungkapnya.

Lalu yang ketiga, melaksanakan Salat Kusuf ini melaksanakan perintah Rasulallah SAW, untuk bersujud kepada Allah SWT, dengan sujud yang lama, berdiri yang lama, dengan ruku ya lama ini menunjukan tunduk di hadapan Allah SWT.

“Dan terakhir, sempurnakanlah Salat Kusuf dengan bersedekah kepada siapapun. Yang terpenting sempurnakan ibadah kita dengan bersedekah,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pemkot Cirebon Targetkan Vaksin Anak Selesai Sebelum Akhir Januari 2022

Cirebon,- Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon meminta rumah sakit untuk melakukan kesiapsiagaan. Vaksinasi Covid-19 juga...

Komitmen Dukung Gerakan Zakat, Wali Kota Cirebon Terima Penghargaan Baznas Award 2022

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. dianugerahi penghargaan Baznas Award 2022 pada kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penganugerahan tersebut diberikan...

Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Kota Cirebon Digelar di SDN Kedung Krisik

Cirebon,- Anggota DPR RI Komisi VIII dari Dapil 8 Jawa Barat, Selly Andriani Gantina berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Cirebon menggelar kegiatan vaksinasi COVID-19 untuk...

Jalani Hidup Terbaikmu dengan Berolahraga

Memasuki tahun baru, banyak dari kita yang memiliki keinginan untuk memperbaiki diri secara fisik maupun mental. Dalam Bahasa Latin, terdapat sebuah ungkapan “men sana in...

More Articles Like This