Sabtu, 8 Mei 2021

Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi, BI Wilayah Jabar Dukung Program Petani Milenial

Populer

Penyekatan Mulai 6-17 Mei, Ini Kata Kasatlantas Polres Cirebon Kota⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota akan melakukan penyekatan larangan mudik. Penyekatan akan berlangsung mulai tanggal 6...

Pra Pengetatan Mudik, Satlantas Polres Cirebon Kota Putar Balik Pemudik di Kedawung

Cirebon,- Pra mudik lebaran dari tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021, Satlantas Polres Cirebon Kota melakukan operasi penyekatan...

Selama Ramadan, Citradream Hotel Hadirkan Paket Buka Puasa Rp. 60 ribu Makan Sepuasnya⁣

Cirebon,- Selama bulan Ramadan, Citradream Hotel Cirebon yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon menghadirkan promo menarik....

Kepala Daerah di Ciayumajakuning Sepakati Fleksibilitas Perbatasan Selama Larangan Mudik

Cirebon,- Kebijakan larangan mudik yang saat ini tengah diterapkan, kini dibahas lima kepala daerah di Cirebon kota/kabupaten, Indramayu, Majalengka,...

Larangan Mudik Dimulai, Satlantas Polres Cirebon Kota Putar Balik Pemudik

Cirebon,- Satuan Lalulintas Polres Cirebon Kota mulai melakukan penyekatan kendaraan pemudik. Sebanyak kurang lebih 80 kendaraan pemudik diputarbalikan di...

Majalengka,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Bank Indonesia di wilayah Jabar resmi melakukan kick-off program Petani Milenial yang dihelat secara relay online di 3 (tiga) titik. Program tersebut sebagai upaya meningkatkan kontribusi sektor pertanian dalam pemulihan dan pengembangan ekonomi Jawa Barat.

Kegiatan ini didukung Bank Indonesia termasuk BI Tasikmalaya dan BI Cirebon, Agro Jabar, Bank BJB, serta pemerintah kabupaten/kota, pondok pesantren dan berbagai pihak lainnya. Tiga titik tersebut berlangsung di Kampung Pasir Angling, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi Majalengka, dan Pondok Pesantren Al Kautsar Tasikmalaya.

Program yang mengusung tagline “Tinggal di Desa, Rejeki di Kota, Bisnis Mendunia” ini antara lain bertujuan mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jawa Barat yang memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas. Pada kesempatan kick-off, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyampaikan bahwa saat ini, sektor pertanian belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial di Jawa Barat.

Loading...

Menurut Kang Emil, jumlah petani muda di Jawa Barat masih relatif kecil. Di sisi lain, sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan penyumbang ekonomi terbesar ke-3 di Jawa Barat membutuhkan kontribusi tenaga kerja muda yang memiliki intensitas pemanfaatan teknologi dan daya inovasi tinggi.

BACA YUK:  Selama Ramadan, TPID Kota Cirebon Gelar Pasar Murah Melalui Pasar Digital

“Melalui program Petani Milenial ini diharapkan akan menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur yang menjadikan wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif. Dengan produktivitas tinggi untuk bisa berkelanjutan menuju swasembada pangan di Jawa Barat,” harap Kang Emil.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Herawanto, mengatakan Bank Indonesia di wilayah Jawa Barat, termasuk Bank Indonesia Cirebon dan Tasikmalaya, mendukung berbagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar program Petani Milenial Jawa Barat dapat berhasil.

BACA YUK:  Bulma Hijab Tawarkan Perlengkapan Wanita Muslim

Dukungan ini, menurutnya mempertimbangkan sisi strategis program Petani Milenial selaras dengan tugas pengendalian inflasi, program pengembangan ekonomi dan UMKM, termasuk pengembangan ekonomi pesantren dan perluasan digitalisasi ekosistem ekonomi yang telah dan akan dilakukan Bank Indonesia. Baik di masa pandemi maupun di masa pasca pandemi.

Beberapa model bisnis digital farming yang dikembangkan oleh pondok pesantren mitra Bank Indonesia, sebagai contoh sebagaimana dilakukan oleh Pondok Pesantren Al Mizan dan Pondok Pesantren Al Kautsar dapat disinergikan dengan program Petani Milenial.

Dalam kesempatan kick-off, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berkesempatan untuk berdialog interaktif melalui video conference dengan pimpinan kedua pondok pesantren yang tidak hanya berfokus pada kegiatan pendidikan keagamaan. Namun juga mengupayakan kemandirian ekonomi melalui aktivitas pertanian produktif yang dilakukan oleh para santri mudanya.

Lebih lanjut Herawanto menyampaikan program Petani Milenial ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas dan mendorong peningkatan aktivitas sektor pertanian. Ini sebagai salah satu sektor utama di Jawa Barat.

Sektor pertanian diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat melalui pendapatan yang diperoleh para petani milenial. Kesuksesan program Petani Milenial yang didukung oleh penerapan teknologi secara end to end, juga selaras dengan percepatan digitalisasi ekonomi, khususnya di sektor pertanian.

“Keberhasilan program Petani Milenial ini tentunya memerlukan dukungan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah provinsi, tetapi juga seluruh pemerintah kabupaten/kota; otoritas penting seperti Bank Indonesia, OJK, perbankan, perguruan tinggi, asosiasi, kelembagaan ekonomi desa, serta pelaku model bisnis pertanian yang sudah berhasil,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata dukungan, dalam kesempatan kick-off, BI Jawa Barat dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat menyampaikan bantuan berupa hand tractor untuk turut menyukseskan program Petani Milenial. Disamping itu, dalam kesempatan yang sama, BI Cirebon juga menunjukkan dukungannya dengan memberikan bantuan berupa sarana pertanian organik kepada Pondok Pesantren Al Mizan Kab. Majalengka.

BACA YUK:  Dari Pengalaman Pribadi, Rapper Cirebon Andi Lowgan Luncurkan Single Perdana
BACA YUK:  Daop 3 Cirebon Terapkan Aturan Masa Berlaku Surat Bebas Covid-19 Hanya 1x24 jam

Melalui sinergi dengan seluruh kantor BI di wilayah Jawa Barat, Perbankan dan seluruh komponen pentahelix lainnya, program Petani Milenial yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap pemulihan ekonomi Jawa Barat yang terdampak pandemi. Dan, pengembangan ekonomi Jawa Barat yang lebih maju di masa setelah pandemi. Peluang pengembangan sektor pertanian masih terbuka, termasuk dalam kerangka penguatan inklusi keuangan.

Berdasarkan data Februari 2021, kredit perbankan yang disalurkan pada sektor pertanian di Jawa Barat mencapai Rp11,6 triliun, meningkat 8,60% (yoy) dibandingkan Desember 2019 yang mencapai Rp9,67 triliun. Kondisi ini memperlihatkan potensi sektor pertanian yang terus menggeliat, bahkan di masa pandemi. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

PHRI dan IHGM Cirebon Gelar Sertifikasi Assesor

Cirebon,- Pandemi Covid-19 membuat dunia perhotelan dan pariwisata di Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon terpuruk. Imam Reza Hakiki...

Tenaga Ahli KSP RI: Situasi Mudik Tahun 2021 Berbeda Dengan Tahun Lalu

Cirebon,- Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Kota Cirebon. Dalam kunjungan kali ini, KSP RI meninjau pelaksanaan penyekatan...

Konsep Heritage, RM Mbah ROSO Hadirkan Suasana Bali

Cirebon,- Dengan konsep heritage, Rumah Makan Mbah Roso yang berlokasi di Jalan Nyi Ageng Serang Kenanga, Kabupaten Cirebon resmi dibuka, Kamis (6/5/2021). Ahmad Supardi, selaku...

Yogya Grand Cirebon Tawarkan Banyak Fasilitas Menarik dan Bertabur Diskon

Cirebon,- Yogya Grand Cirebon terus berinovasi memberikan pelayanan dan fasilitas terbaiknya untuk para pelanggan. Terlebih, selama ramadan ini pihaknya menawarkan diskon gede-gedean hingga 50%. Seperti...

More Articles Like This