Sabtu, 18 September 2021

Disnaker Kabupaten Cirebon Gelar Diseminasi Untuk Peningkatan dan Perlindungan CPMI Maupun PMI

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon menggelar Diseminasi peningkatan perlindungan dan kompetensi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dan PMI. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Apita Cirebon, Jalan Tuparev, Rabu (7/4/2021).

Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron itu dalam rangka penguatan program desa migran produktif di Kabupaten Cirebon. Menurut Imron, kegiatan ini merupakan acara pembinaan kepada CPMI maupun PMI dengan mengundang Kepala Desa, Camat dan instansi terkait.

“Kami berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini, masyarakat Kabupaten Cirebon yang ingin menjadi CPMI harus terdaftar atau perusahaan resmi. Agar, kalau terjadi sesuatu kita bisa lebih gampang mengurusnya,” ujar Imron.

Loading...

Pembinaan ini juga, lanjut Imron, CPMI yang ingin pergi harus tahu terlebih dahulu segala sesuatunya. Mulai dari pekerjaannya hingga gaji yang akan didapat.

BACA YUK:  AKBP Teguh Triwantoro Jabat Wakapolresta Cirebon

“Sehingga hak dan kewajibannya harus mengerti terlebih dahulu sebelum pergi keluar negri,” ungkapnya.

Para CPMI maupun PMI yang bekerja di luar negri, kata Imron, kebanyakan ingin menaikan ekonomi keluarga. Namun, tidak sedikit setelah pulang dari luar negri malah timbul permasalahan baru.

“Dengan uang yang ada itulah banyak keluarga yang cerai, karena faktor manajemen pengelolaan uang yang tidak tepat. Sehingga, yang yang didapat saat pulang digunakan tidak mestinya,” terang Imron.

Atas hal itulah, Imron berharap kepada Kepala Desa di Kabupaten Cirebon untuk memberikan edukasi kepada CPMI maupun PMI untuk pengelolaan uang. “Sehingga saat datang uang itu bisa digunakan usaha agar untuk masa depan,” jelasnya.

Minat masyarakat di Kabupaten Cirebon menjadi CPMI sangat tinggi, sehingga untuk mengurangi minat tersebut Pemkab Cirebon berusaha menciptakan lapangan pekerjaan di Kabupaten Cirebon.

“Caranya dengan memberikan kepada investor kemudahan ijin, supaya para investor bisa menanamkan modalnya di Kabupaten Cirebon. Dengan banyaknya lapangan pekerjaan bisa mengurangi CPMI tersebut,” kata Imron.

BACA YUK:  KSP Sahabat Mitra dan Bank Sampoerna Berbagi Sembako di 17 Kota

Selain manajerial keuangan PMI, kasus PMI di Kabupaten Cirebon sampai dengan Maret 2021 mencapai 15 kasus yang melaporkan kepada Disnaker Kabupaten Cirebon. Namun, dari seluruh kasus yang dilaporkan jika sudah terselesaikan, PMI tersebut tidak melaporkan kembali.

“Kasus yang dilaporkan kebanyakan yang hilang kontak dan gaji belum terbayar. Yang melaporkan ini dari masalah legalitas atau un prosedural,” ujar Sekretaris Disnaker Kabupaten Cirebon, Ade Sutardi.

Sementara itu, untuk penyaluran PMI di Kabupaten Cirebon pada tahun 2019, kata Ade, mencapai 9 ribuan. Namun karena Pandemi, pada tahun 2020 mengalami penurunan mencapai 2 ribuan.

“Untuk CPMI di Kabupaten Cirebon sampai saat ini sudah mencapai 12 ribuan,” kata Ade.

Untuk jumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, tambah Ade, kantong PMI di wilayah Timur berada di Kecamatan Pangenan, Gebang, Losari. Wilayah Barat yakni Susukan, Gegesik, Kaliwedi. Utara ada di wilayah Suranenggala.

“Namun hampir merata yah, tapi itu titik yang paling banyak,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Revitalisasi Mangrove Pesisir Utara Jawa Perlu Dilakukan Bersama-sama

Cirebon,- Fungsi ekosistem mangrove di Pesisir Utara tidak hanya berhenti pada gerakan penanaman mangrove saja. Harus ditindaklanjuti dengan gerakan...

Dua Pengusaha Pengadaan Makanan Nakes, Minta Rekanan Kemenkes Segera Lunasi Tagihan Pembayaran

Cirebon,- Dua pengusaha minta rekanan Kementerian Kesehatan untuk segera membayar kekurangan tagihan pembayaran. Surat pernyataan yang ditandatangani tak kunjung dipatuhi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun,...

Saat Uji Coba di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Petugas Masih Menemukan Kendaraan Parkir di Jalur Sepeda

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan uji coba jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (17/9/2021). Uji coba jalur...

Lewat Desa Wisata Pantai Tirta Ayu, Pertamina Bantu Gerakkan Ekonomi Desa di Masa Pandemi

Indramayu,- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat secara bertahap menghidupkan kembali potensi pariwisata di Desa Balongan, Indramayu. Melalui program DERMAYU atau Desa Wisata...

More Articles Like This