Sabtu, 17 April 2021

Disnaker Kabupaten Cirebon Gelar Diseminasi Untuk Peningkatan dan Perlindungan CPMI Maupun PMI

Populer

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju...

Alun-Alun Kejaksan Cirebon Baru Soft Opening, ini Fasilitasnya

Cirebon,- Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan, Senin (12/4/2021). Soft launching tersebut...

Selama Dua Minggu, Naik BRT Trans Cirebon Gratis

Cirebon,- Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan bersamaan dengan Soft Opening Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (12/4/2021). Selama...

Pendaftaran BLT BPUM Kota Cirebon Mulai Dibuka, Ini Syaratnya

Cirebon,- Pendaftaran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi UMKM dibuka Rabu (14/4/202) kemarin. Pendaftaran...

Konsisten dan Semangat Jalani Usaha akan Membuahkan Hasil⁣

Cirebon,- Menjadi pengusaha adalah jalan yang ditempuh oleh pasangan Mila Wijayanti dan Syahrizal Rizal. Keduanya memiliki berbagai usaha, mulai...

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon menggelar Diseminasi peningkatan perlindungan dan kompetensi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dan PMI. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Apita Cirebon, Jalan Tuparev, Rabu (7/4/2021).

Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron itu dalam rangka penguatan program desa migran produktif di Kabupaten Cirebon. Menurut Imron, kegiatan ini merupakan acara pembinaan kepada CPMI maupun PMI dengan mengundang Kepala Desa, Camat dan instansi terkait.

“Kami berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini, masyarakat Kabupaten Cirebon yang ingin menjadi CPMI harus terdaftar atau perusahaan resmi. Agar, kalau terjadi sesuatu kita bisa lebih gampang mengurusnya,” ujar Imron.

Loading...
BACA YUK:  Mulai Besok, Layanan GeNose C19 di Daop 3 Cirebon Tersedia Juga di Stasiun Prujakan

Pembinaan ini juga, lanjut Imron, CPMI yang ingin pergi harus tahu terlebih dahulu segala sesuatunya. Mulai dari pekerjaannya hingga gaji yang akan didapat.

“Sehingga hak dan kewajibannya harus mengerti terlebih dahulu sebelum pergi keluar negri,” ungkapnya.

Para CPMI maupun PMI yang bekerja di luar negri, kata Imron, kebanyakan ingin menaikan ekonomi keluarga. Namun, tidak sedikit setelah pulang dari luar negri malah timbul permasalahan baru.

“Dengan uang yang ada itulah banyak keluarga yang cerai, karena faktor manajemen pengelolaan uang yang tidak tepat. Sehingga, yang yang didapat saat pulang digunakan tidak mestinya,” terang Imron.

Atas hal itulah, Imron berharap kepada Kepala Desa di Kabupaten Cirebon untuk memberikan edukasi kepada CPMI maupun PMI untuk pengelolaan uang. “Sehingga saat datang uang itu bisa digunakan usaha agar untuk masa depan,” jelasnya.

Minat masyarakat di Kabupaten Cirebon menjadi CPMI sangat tinggi, sehingga untuk mengurangi minat tersebut Pemkab Cirebon berusaha menciptakan lapangan pekerjaan di Kabupaten Cirebon.

“Caranya dengan memberikan kepada investor kemudahan ijin, supaya para investor bisa menanamkan modalnya di Kabupaten Cirebon. Dengan banyaknya lapangan pekerjaan bisa mengurangi CPMI tersebut,” kata Imron.

BACA YUK:  Refleksi Tahun 2020 Dalam Lukisan, Raffael Arlief Gelar Pameran Tunggal

Selain manajerial keuangan PMI, kasus PMI di Kabupaten Cirebon sampai dengan Maret 2021 mencapai 15 kasus yang melaporkan kepada Disnaker Kabupaten Cirebon. Namun, dari seluruh kasus yang dilaporkan jika sudah terselesaikan, PMI tersebut tidak melaporkan kembali.

“Kasus yang dilaporkan kebanyakan yang hilang kontak dan gaji belum terbayar. Yang melaporkan ini dari masalah legalitas atau un prosedural,” ujar Sekretaris Disnaker Kabupaten Cirebon, Ade Sutardi.

Sementara itu, untuk penyaluran PMI di Kabupaten Cirebon pada tahun 2019, kata Ade, mencapai 9 ribuan. Namun karena Pandemi, pada tahun 2020 mengalami penurunan mencapai 2 ribuan.

“Untuk CPMI di Kabupaten Cirebon sampai saat ini sudah mencapai 12 ribuan,” kata Ade.

BACA YUK:  Asperindo DPD Ciayumajakuning Hadiri Munas X Secara Virtual⁣

Untuk jumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, tambah Ade, kantong PMI di wilayah Timur berada di Kecamatan Pangenan, Gebang, Losari. Wilayah Barat yakni Susukan, Gegesik, Kaliwedi. Utara ada di wilayah Suranenggala.

“Namun hampir merata yah, tapi itu titik yang paling banyak,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tingkatkan Kemampuan Gamer Indonesia, Telkomsel Kembali Gelar Dunia Games League 2021

Jakarta,- Untuk meningkatkan kemampuan para Gamer Indonesia, Telkomsel kembali menggelar Dunia Games League (DGL) 2021. Kompetisi tersebut akan dibuka...

STF Muhammadiyah Cirebon Pilihan Cerdas Generasi Muda Meraih Presatasi

Cirebon,- Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Muhammadiyah Cirebon yang berlokasi di Jalan Cideng Indah No. 3 Kertawinangun, Kabupaten Cirebon merupakan transformasi berkemajuan dari Akademi Farmasi...

Dari Pengalaman Pribadi, Rapper Cirebon Andi Lowgan Luncurkan Single Perdana

Cirebon,- Semua orang pasti pernah merasakan marah, kesal, bahkan sakit hati, bila kepercayaan dan kebaikan kita dikhianati oleh teman sendiri. Namun, banyak cara orang...

Daop 3 Cirebon Serahkan Barang Temuan Kepada Kepolisian

Cirebon,- PT. KAI Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon menyerahkan 14 barang berharga milik penumpang KA yang tertinggal kepada Unit Reskrim Polres Cirebon Kota, Kamis...

More Articles Like This