Sandiaga : Ekonomi Rakyat Mengalami Tantangan

0
40

Cirebon,- Calon Wakil Presiden RI nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno menghadiri acara Training of Trainer yang berlangsung di Gedung Andalus City, Jalan Kebon Pelok, Kota Cirebon, Kamis (11/10/2018).

Pada kegiatan tersebut turut hadir mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta istri Netty Herawan, dan juga Dede Muharam.

Aston Hotel

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang biasa disapa Sandi kehadirannya di Kota Cirebon untuk memberikan pelatihan Oke Oce Prasati kepada pemuda kreatif di wilayah Ciayumajakuning.

“Karena, ekonomi rakyat ini sekarang mengalami tantangan. Apalagi, kemarin kita melihat revisi kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) kita,” ujarnya kepada awak media.

Lanjut dia, dengan adanya revisi kenaikan harga BBM, biaya produksi pasti akan meningkat, juga ekonomi pasti akan mengalami turbulensi, serta keadaan dolar yang terus menguat.

“Akhirnya harga bahan pokok akan meningkat. Nah, bagaimana caranya pengusaha-pengusaha kita bisa menyikapi dan kita memberikan tips, dan kebijakan,” ungkapnya.

“Insyaallah, dalam turbulensi ekonomi, Prabowo – Sandi bisa menghadirkan solusi-solusi yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat untuk tetap membuka lapangan kerja,” imbuhnya.

Pihaknya mengantisipasi, bahwa banyak UKM, pabrik yang kemungkinan tutup, serta lapangan kerja mungkin ribuan atau puluhan ribu yang terdampak.

“Nah, kita tidak mau ini berlanjut, kita butuh pemerintahan yang kuat, Insyaallah 2019 kita ubah kebijakan untuk meningkatkan ekspor kita dan mengurangi impor kita, karena pengusahanya akan lebih banyak melalui program Oke Oce ini,” terangnya.

Sementara itu, Ahmad Heryaman yang biasa disapa Aher mengapresiasi kepada penyelenggara Training of Trainer Oke Oce Prasasti, dan diharapan bisa menjadi pemicu kemajuan pengusaha di Jawa Barat.

“Sebab, ketika dunia usaha maju, maka produktivitas akan meningkat. Dengan meningkatnya produktivitas maka, barang konsumsi yang akan diperlukan masyarakat juga meningkat,” ujarnya.

Tentunya, kata Aher, dalam skala panjang akan mengurangi impor kita. Sebab, sekarang yang membuat rupiah begitu melemah karena terlalu banyak impor kita.

“Atau impor kita lebih banyak daripada ekspor kita. Nah, tentu cara yang paling jitu untuk membuat rupiah kuat di hadapan mata uang asing, khususnya dolar yaitu, kita memperbanyak produktivitas, produksi, dan kemudian kita mengekspornya,” katanya.

“Kemudian, ekspor kita lebih banyak daripada impor, surplus dagang kita dan dengan cara itulah ekonomi akan menguat,” tutupnya. (AC212)