Rabu, 27 Oktober 2021

Anggota DPRD Kota Cirebon: Perlu Dikaji Ulang, Saya Tidak Setuju dengan Kebijakan Ganjil – Genap

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan menerapkan sistem kebijakan Ganjil-Genap mulai 16 Agustus 2021. Ada 8 ruas jalan yang masuk dalam kebijakan tersebut yakni Jalan Tuparev, Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, Jalan Ciptomangunkusumo, Jalan Pemuda, Jalan Pekiringan, Jalan Karanggetas, dan Jalan Pasuketan mulai dari BAT.

Penolakan kebijakan tersebut muncul dari anggota DPRD Kota Cirebon yang juga Ketua Fraksi Partai Nasdem, Harry Saputra Gani. Pihaknya tidak setuju dengan kebijakan tersebut dan perlu dikaji ulang.

“Menurut saya harus jelas dulu untuk apa di terapkan ganjil-genap. Penduduk kota cirebon kan cuma 350 ribuan, kalau yang punya kendaraan paling 40 persennya, yang banyak itu kendaraan dari luar Kota Cirebon,” ujar Harry saat dihubungi About Cirebon melalui pesan singkat, Rabu (11/8/2021).

Loading...
BACA YUK:  Bupati Cirebon: Praktik Pungli Dinilai Merusak Sendi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara

Baca Juga : Ganjil-Genap Mulai 16 Agustus, ini Ruas Jalan di Kota Cirebon yang Diterapkan

Menurut Harry, kebijakan Sistem Ganjil-Genap tidak pas dilakukan di Kota Cirebon. Sehingga kebijakan ini perlu dikaji kembali agar bijak dalam membuat aturan.

“Saya pikir kebijakan ganjil genap perlu dikaji ulang, saya tidak setuju dengan kebijakan tersebut,” tegas Harry.

Jika targetnya adalah mengurangi intensitas mobilitas warga dari kabupaten sekitar, kata Harry, baiknya sistem ganjil genap hanya di berlakukan di perbatasan masuk Kota Cirebon aja.

“Kalau diberlakukan di beberapa ruas jalan coba pikirkan kalau orang yang kerjanya, usahanya atau tinggalnya di daerah tersebut bagaimana. Penerapan ganjil genap ini justru membuat susah warga yang kondisinya hari ini lagi susah,” tambahnya.

Lanjut Harry, kalaupun diterapkan Sistem Ganjil – Genap, dipertimbangkan untuk tidak berlaku bagi kendaraan roda dua mengingat banyak warga masyarakat yang bekerja menggunakan motor

Kebijakan Ganjil-Genap rencananya dimulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB dari hari Senin sampai Sabtu. Uji coba akan dilakukan pada hari Jumat dan Sabtu mulai pukul 13.00 sampai 17.00 WIB. (AC400)

BACA YUK:  21 Tahun Berkarya, Biznet Mantap Dukung Transformasi Era Digital di Indonesia
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This