Rabu, 26 Februari 2020

3.000 Warga dari Wilayah III Cirebon Dapat Sertifikat dari Presiden Jokowi

Populer

Satlantas Polres Cirebon Kota Gelar Operasi Jaran Lodaya 2020, Ini Sasarannya

Cirebon,- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota menggelar Operasi Jaran Lodaya 2020 yang berlangsung dari tanggal 22 Februari...

McDonald’s Kembali Membuka Gerainya di Kota Cirebon, Ini Kelebihannya

Cirebon,- McDonald’s Indonesia kembali membuka gerainya kembali yang bertempat di Jalan Brigjen Darsono, Bypass, Kota Cirebon dan akan resmi...

KPP Pratama Cirebon Dua Gelar Pelatihan Media Sosial

Cirebon,- Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon Dua yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, menggelar pelatihan...

Pertama di Indonesia, Imigrasi Cirebon Hadirkan Pelayanan Paspor Senja Hingga Malam Hari

Cirebon,- Setelah sukses menghadirkan program Imigrasi Masuk Desa, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon kembali menghadirkan terobosan baru yakni...

Sultan Sepuh XIV Prihatin Atas Rusaknya Situs Petilasan Matangaji

Cirebon,- Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA. Arief Natadiningrat sangat prihatin atas kejadian rusaknya petilasan Matangaji yang berada...

Cirebon,- Sebanyak 3.000 warga dari Wilayah III Cirebon mendapat sertifikat tanah dari Presiden Joko Widodo.

Penyerahan sertifikat berlangsung di The Radiant, Jalan Raya Cirebon – Kuningan, Kabupaten Cirebon, Minggu (11/3/2019).

Usai menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan warga, Jokowi sapaan akrab Joko Widodo mengatakan, ada 3000 sertifikat tanah yang sudah diserahkan untuk bapak/ibu sekalian.

“Coba diangkat semua sertifikatnya, mau saya itung,” ujar Jokowi, disambut gelak tawa dari seluruh tamu undangan.

Loading...

Kata dia, harus dihitung, agar saya tahu betul sertifikat sudah dipegang oleh semuanya. “Jangan-jangan nanti yang nerima hanya yang tadi di depan saja,” ungkapnya.

Menurutnya, meskipun 3.000 ini dari total yang diserahkan seharusnya 9.000, nanti sisanya akan dibagikan oleh Kepala Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional).

“Setiap saya ke daerah, ke kampung, semuanya masuk ke telinga saya selalu sengketa lahan, sengketa tanah,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, seluruh sertifikat di Indonesia ini harusnya sudah diserahkan kepada masyarakat sebanyak 126 juta sertifikat. Namun sampai tahun kemarin yang selesai baru 51 juta, berarti separuhnya saja belum.

“Setiap tahun yang lalu-lalu, hanya diserahkan 500 ribu sertifikat pertahun di seluruh Indonesia, dan saya hitung berarti akan selesai 140 tahun baru selesai,” bebernya.

Menurutnya, kalau diteruskan setiap tahun hanya 500 ribu, 140 tahun barusl selesai. Maka, sejak tahun kemarin saya perintahkan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, pada tahun 2017, 5 juta sertifikan pertahun harus keluar dari Kantor BPN.

“Tahun ini 7 juta sertifikat harus keluar, kemudian tahun depan 9 juta harus keluar,” tegasnya.

Presiden Jokowi menargetkan kepada menteri, bahwa di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023 sertifikat semuanya harus rampung.

“Janjian saya sama pak menteri, kalau 5 juta tidak selesai, 7 juta tahun tidak selesai hati-hati, pilihannya hanya dua diganti atau dicopot,” kata mantan Gubernur Jakarta ini. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Wali Kota Cirebon: Pembangunan Revitalisasi Alun-alun Untuk Segera Dilanjutkan

Cirebon,- Pembangunan revitalisasi Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon akan kembali dikerjakan. Pasalnya, pemenang lelang proyek tahap dua sudah ditentukan pemenangnya.Atas...

Tingkatkan Pelayanan, Indosat Ooredoo Kembali Membuka Gerai Baru di Kota Cirebon

Cirebon,- Untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan, Indosat Ooredo kembali menambah gerai baru di Kota Cirebon, Selasa (25/2/2020). Terletak di Jalan Tentara Pelajar No. 32,...

BPOM Jawa Barat Sita Ribuan Kosmetik Tanpa Ijin Edar di Cirebon

Cirebon,- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Barat menyita ribuan kosmetik yang diduga ilegal di rumah penyimpanan di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, Senin...

Deputi Gubernur Bank Indonesia: Cirebon Memiliki Potensi yang Bisa Dikembangkan

Cirebon,- Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi melihat beberapa potensi yang bisa dikembangkan di Cirebon. Bahkan, Cirebon memiliki daya akses yang sangat luar biasa...

Akibat Banjir Jakarta, Sejumlah Perjalanan Kereta di Daop 3 Cirebon Alami Keterlambatan

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa kereta api jarak jauh (KA Intercity)...

More Articles Like This