Sabtu, 22 Februari 2020

Warung Kopi Manis Tempat Wisata Kuliner Baru di Cirebon, Hadirkan Suasana Pedesaan

Populer

Pertama di Indonesia, Imigrasi Cirebon Hadirkan Pelayanan Paspor Senja Hingga Malam Hari

Cirebon,- Setelah sukses menghadirkan program Imigrasi Masuk Desa, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon kembali menghadirkan terobosan baru yakni...

KPP Pratama Cirebon Dua Gelar Pelatihan Media Sosial

Cirebon,- Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon Dua yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, menggelar pelatihan...

Suasana Haru Iringi Pemakaman Adila Bocah 4 Tahun yang Meninggal Akibat Gigitan Ular

Cirebon,- Suasana haru mengiringi pemakaman Adila Oktavia anak perempuan usai empat tahun asal Desa Pamengkang, Blok Wage RT 06...

YPSGJ Cirebon Resmikan Klinik dan Apotek Cakrabuana Serta Laboratorium Biomedis

Cirebon,- Mendukung pelayanan kesehatan, Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) meresmikan Klinik dan Apotek Cakrabuana dan juga peresmian Laboratorium...

Baso Pentol Jeletot Ambu, Cocok Untuk Para Pecinta Kuliner Pedas

Cirebon,- Bagi para pecinta pedas, tidak ada salahnya coba makanan yang satu ini. Namanya Pentol Jeletot Ambu atau baso...

Cirebon,- Cirebon bukan cuma terkenal akan motif batiknya, seni arsitekturnya, bangunannya yang indah, seni lukisan atau tarinya, akan tetapi Cirebon juga punya budaya ngopinya.

Seperti baru – baru ini, akan ada sebuah destinasi wisata kuliner baru di Cirebon yaitu bernama, Warung Kopi Manis (WKM) terletak di Jalan Soekarno Hatta, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Anton Octavianto, selaku pemilik Warung Kopi Manis mengatakan Warung Kopi Manis (WKM) menjadi destinasi wisata kuliner baru bagi pelancong ketika jalan-jalan ke Kota Udang.

“Warung Kopi Manis berkonsep jadul, bangunan joglo dengan kayu – kayu tua khas rumah tradisional Jawa Barat menjadi daya tarik tersendiri bagi Warung Kopi Manis,” ujar Anton kepada About Cirebon, Kamis (2/1/2020)

Loading...

Apalagi, lanjut Anton, letaknya berada tepat di tepi sawah hamparan padi yang hijau, ada aliran sungai kecil dengan air yang cukup jernih, suara satwa katak dan jangkrik, suasana kampung pedesaan (retro) pun langsung terasa ketika pengunjung datang ke Warung Kopi Manis.

“Warung Kopi Manis buka sejak pukul 06.00 pagi, hingga pukul 22.00 WIB. Dan uniknya, jalan masuk ke Warung Kopi Manis ini melalui jembatan bambu yang di bawahnya ada aliran sungai irigasi yang jernih,” terang Anton.

Saat tiba di ruangan pertama, lanjut Anton, pengunjung akan langsung menemui sebuah tempat duduk dan meja kayu, meja tersebut nanti akan berisi hidangan pisang goreng sekaligus bisa melihat proses menggorengnya yang menggunakan tungku tradisional.

Kemudian, di tengah joglo berisi ruang yang lapang, dan meja panjang dengan beragam lauk masakan. Ada sayur lodeh, sayur asem, telur dadar, tempe, ikan asin, sambal ulek mentah serta menu masakan khas jawa barat lainnya. Pengunjung bisa langsung memilih. Sedangkan di sisi kanan terdapat musholah kecil.

“Setelah mengambil makan ala prasmanan, pengunjung bisa memilih tempat duduk. Bisa di dalam rumah joglo, di pelataran belakang pinggir sawah maupun di samping kanan, pengunjung bisa menikmati hamparan sawah,” ungkapnya.

Di dalam rumah joglo itu, kata Anton, dipajang hiasan pernak-pernik tempo dulu. Ada radio lawas, sepeda onthel. Sedangkan bangku dan meja yang digunakan tergolong perabot lawas. Model kursi set jadul jenis bemo dengan anyaman rotan, kursi besi, dan kursi kabel.

“Setelah makan, pengunjung juga bisa langsung memesan kopi dan pisang goreng, maupun cemilan khas cirebon seperti gabin,ketan ulen dan lainya. Kopi ini adalah andalannya,” terang Anton.

“Kopi yang disajikan ialah kopi hitam dengan menggunakan cangkir kaleng serta tambahan gula pasir dan gula aren yang bisa di atur sendiri takarannya sebab gula tersebut sudah di sediakan diatas meja. Sedangkan pisang goreng akan dihidangkan hangat-hangat,” tambah Anton.

Menu-menu di Warung Kopi Manis sangat terjangkau sehingga pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam – dalam, harga mulai dari Rp.3.500 hingga Rp.20.000.

Waktu terbaik mengunjungi Warung Kopi Manis ialah pagi hari. Menjelang siang, namun apabila pengunjung ingin menikmati suasana hening dan ketenangan maka pengunjung bisa datang di malam hari atau saat jam makan malam. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bantu Pemerintah, HIPMI Kota Cirebon Gelar Edukasi Pasar Modal Bersama Bursa Efek Indonesia

Cirebon,- Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cirebon menggelar acara Forum Bisnis Sosialisasi Pasar Modal...

Musim Hujan, Daop 3 Cirebon Tingkatkan Pengecekan Jalur Rawan Amblas

Cirebon,- Sepanjang musim hujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon terus meningkatkan antisipasi jalur kereta rawan amblas.Vice President PT KAI...

Menuju Industri 4.0, Bentani Hotel Cirebon Ciptakan Robot yang Dapat Keluar Voucher

Cirebon,- Menuju industri 4.0, Bentani Hotel & Residence Cirebon meluncurkan robot pintar untuk memanjakan tamu. Dengan mengusung tema “I’m Not a Robot, I Have...

Peduli Penghijauan, Polresta Cirebon Tanam 5.000 Bibit Pohon Mangrove di Pantai Ender

Cirebon,- Dalam rangka Polri Peduli Penghijauan, Polresta Cirebon melakukan penanaman sebanyak 5.000 bibit pohon mangrove. Kegiatan penanaman Mangrove tersebut berlangsung di Pesisir Pantai Desa Ender,...

Rusaknya Situs Petilasan Matangaji Sebagai Pembelajaran Agar Tidak Terjadi Dengan Situs Lainnya

Cirebon,- Situs Petilasan Sultan Kasepuhan V, Sultan Muhammad Sofiudin atau yang dikenal dengan Sultan Matangaji yang berada di Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon...

More Articles Like This