Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, HMI Cabang Cirebon Gelar Aksi

Cirebon,- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota Cirebon, Senin (29/8/2022). Dalam aksi unjuk rasa, HMI Cabang Cirebon merespon persoalan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, kenaikan tarif dasar listrik, dan mafia di sektor migas dan tambang di Indonesia.

Ketua Umum HMI Cabang Cirebon, Yasir Sutisna mengatakan aksi yang dilakukan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, terkait wacana pemerintah pusat menaikan BBM subsidi Pertalite dan Solar. Kenaikan BBM subsidi ini, lanjut Yasir, sejatinya tidak menguntungkan atau berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah.

BACA YUK:  Pemda Kota Cirebon Minta Pengembang Serahkan PSU Jika Perumahan Sudah Terjual

Kemudian, tuntutan yang kedua terkait kenaikan tarif dasar listrik yang sudah dinaikan pada Juli 2022. Meskipun tarif dasar listrik untuk kalangan menengah atas, menurut Yasir, mempengaruhi adanya inflasi.

“Oleh sebab itu, kami mengapresiasikan kepada pemerintah pusat untuk bisa mencabut tarif dasar listrik yang sudah dinaikan tersebut,” ujarnya.

Dalam aksi unjuk rasa, mahasiswa HMI mendesak pemerintah memberantas mafia di sektor minyak dan gas, serta pertambangan. Ini, kata Yasir, harus menjadi perhatian khusus untuk kemudian segera diberantas, karena menjadi hal yang merugikan.

BACA YUK:  Istana Kerajinan Kerang Cirebon Raih Penghargaan Upakarti 2022

“Kami dari HMI Cabang Cirebon berbicara tentang mafia minyak sudah pernah menggelar aksi. Tapi ini menjadi titik tekan, bagaimana pemerintah harus bisa serius dalam memberantas mafia migas dan pertambangan,” tegasnya.

Bila BBM bersubsidi tetap dinaikan, menurut Yasir, hal yang baru menjadi wacana saja mahasiswa se-Indonesia terutama HMI sudah turun ke jalan. Apalagi ketika benar-benar pemerintah pusat menaikan tarif BBM bersubsidi, dirinya yakin HMI Cabang Cirebon akan kembali turun ke jalan.

“Bila pemerintah tetap menaikan BBM bersubsidi, kami akan turun ke jalan atau berangkat ke pusat untuk mengawal bagaimana BBM tidak dinaikan,” pungkasnya. (HSY)

BACA YUK:  Patih Sepuh Keraton Kasepuhan : Jika Ingin Merawat dan Menjaga Keraton Silakan Bersama-sama

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *