Sabtu, 8 Agustus 2020

Terdakwa Pembunuhan Santri di Cirebon Divonis 13 Tahun dan 10 Tahun, Serta Denda Rp. 1 Milyar

Populer

Dalam Tiga Hari, Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah 8 Orang

Cirebon,- Sejak hari Jumat 31 Juli sampai 2 Agustus 2020, kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 8 orang....

Terkait Pengukuhan Polmak Oleh Keturunan Sultan Kasepuhan XI, Putra Mahkota Angkat Bicara

Cirebon,- Keturunan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon XI, Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Rahardjo Djali mengukuhkan dirinya sebagai Polmak atau...

Keturunan Sultan XI Kasepuhan Cirebon, Mengukuhkan Sebagai Polmak

Cirebon,- Keturunan Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Rahardjo Djali mengukuhkan diri sebagai Polmak atau Pejabat Sementara...

Catat Tanggalnya, Kota Baru Keandra Akan Gelar Open House Night

Cirebon,- Kota Baru Keandra, kawasan hunian mandiri dengan luas 110 hektar mengundang seluruh masyarakat wilayah III Cirebon untuk hadir...

Pembukaan Sekolah Tatap Muka Akan Dikaji Pemerintah Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon sedang mengkaji rencana untuk membuka pembelajaran sekolah dengan tatap muka secara langsung.Hal tersebut disampaikan Bupati...

Cirebon,- Masih ingat dengan penusukan salah seorang santri yang terjadi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, pada bulan September 2019 lalu?.

Hari ini, (14/1/2020) Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1B Cirebon menjatuhkan hukuman penjara selama 13 tahun kepada Yadi Supriyadi alias Acil dan 10 tahun penjara kepada Rizki Mulyono alias Nono, pelaku penusukan santri dalam sidang pembacaan vonis.

Dalam pembacaan vonis, yang dipimpin Ketua majelis hakim Aryo Widiatmoko menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia. Dengan dituntut pasal 170 ayat 2 KUHP dan pasal 80 ayat 3 undang-undang perlindungan anak.

Loading...

Baca Yuk: Polres Cirebon Kota Berhasil Tangkap Pelaku Penusukan Santri di Jalan Cipto

Selain itu, masing-masing terdakwa didenda sebesar Rp. 1 Milyar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, diganti dengan kurungan penjara selama tiga bulan.

Suryaman Tohir, selaku Jaksa Penuntut Umum mengatakan bahwa keputusan hakim sangat tepat dan pilihan pasalnya pun sudah tepat dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Maka diputuskan 13 tahun penjara, karena salah satu terdakwa sudah pernah melakukan tindakan pidana. Dan semua terdakwa sudah menyadari dan menyesali perbuatannya,” ujarnya saat ditemui About Cirebon usai persidangan.

Selain itu, lanjut Suryaman semua barang bukti milik terdakwa disita oleh negara seperti sepeda motor dan senjata tanjam dihancurkan.

“Jaksa menerima keputusan majelis hakim agar masyarakat tahu bahwa jangan melakukan hal itu. Untuk masalah banding, itu hak dia,” tukas Suryaman.

Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa, Suparman mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin untuk terdakwa mendapatakan hukuman ringan.

“Namun keputusan dari majelis hakim dan keputusan 13 tahun penjara untuk Yadi dan 10 tahun untuk Rizki, sebagai kuasa hukum menerima,” ujarnya.

Pertimbangan menerima keputusan vonis majelis hakim, kata Suparman, karena sudah sesuai dengan perbuatannya. Bila mana sudah bebas, pihaknya berharap bisa diterima kembali ditengah-tengah masyarakat.

“Kami dari kuasa hukum telah menerima keputusan majelis hakim dan sudah mengakui bersalah, serta kedua terdakwa sudah bertobat,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Mahasiswa KKN UNDIP Kota Cirebon Ajarkan Cara Budi Daya Microgreen⁣

Cirebon,- Mahasiswa KKN UNDIP Kota Cirebon, mengajarkan cara budidaya tanaman microgreen kepada ibu-ibu rumah tangga di daerah Kelurahan Kebon...

Pemda Kota Cirebon dan Ombudsman Gelar Sosialisasi Laporan Publik

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menggelar acara sosialisasi tentang tata cara pemeriksaan laporan pengaduan masyarakat, Jumat (7/8/2020).Acara yang berlangsung di Ruang Adipura Balaikota...

Okupansi di Aston Cirebon Hotel Mulai Meningkat

Cirebon,- Setelah tiga bulan tidak beroperasi karena Pandemi Covid-19, okupansi Aston Cirebon Hotel & Convention Center mulai meningkat.Hotel yang terletak di Jalan Brigjen Darsono...

Satreskrim Polresta Cirebon Ungkap Kasus Pencabulan Anak Dibawa Umur

Cirebon,- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon mengungkap kasus pencabulan anak di bawah umur.Dalam kasus tersebut, Satreskrim mengamankan dua orang tersangka. Tersangka pertama merupakan...

Mahasiswa Undip Jalankan Dua Program KKN Dalam Rangka Mendukung SDGs dan Sosialisasi Covid

Cirebon (31/07) - Cirebon menjadi kota yang tak luput dari persebaran mahasiswa Undip dalam melaksanakan program KKN Pulang Kampung. Dengan jumlah 14 mahasiswa yang...

More Articles Like This