Senin, 2 Agustus 2021

Polres Cirebon Kota Berhasil Tangkap Pelaku Penusukan Santri di Jalan Cipto

Populer

BNN Kota Cirebon Tangkap Pengedar dan Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Cirebon,- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon berhasil mengamankan pelaku pengedaran gelap dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Pelaku dengan...

PPKM Level 4 Diperpanjang, Polres Cirebon Kota Tetap Lakukan Penyekatan

Cirebon,- Pemerintah pusat memutuskan kembali perpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Perpanjang tersebut terhitung 26 Juli hingga...

Vaksinasi Drive Thru Kembali Digelar

Cirebon,- Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon berkolaborasi dengan Suzuki PT. Cinta Damai Putera Bahagia (CDPB) kembali menggelar vaksinasi drive...

Polresta Cirebon Gelar Vaksinasi di Sejumlah Pasar Tradisional

Cirebon,- Jajaran Polresta Cirebon menggelar vaksinasi Covid-19 di sejumlah pasar tradisional. Vaksinasi yang dilaksanakan di Posko PPKM Pasar tersebut...

PKL Kota Cirebon Kibarkan Bendera Putih, Berharap Tidak Ada Perpanjangan PPKM Lagi

Cirebon,- Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Cirebon mengibarkan bendera putih. Pemasangan bendera putih tersebut sebagai bentuk menyerah dengan...

Cirebon,- Jajaran Polres Cirebon Kota berhasil meringkus dua pelaku penusukan santri Pondok Pesantren di Kuningan yang terjadi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, pada Jumat (6/9/2019) malam.

Kedua pelaku yang berhasil ditangkap pada hari Minggu (8/9/2019) dini hari di daerah Cangkol, Kota Cirebon ini berinisial YS alias Acil (19) dan RM alias Nono (19) saat kumpul bersama rekan-rekannya.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy melalui Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Marwan Fajrin menjelaskan kronologis kejadian pada hari Jumat (6/9) malam sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Cipto depan Bank Syariah Mandiri.

Loading...

“Kedua tersangka ini, setelah hasil penyidikan oleh anggota Reskrim dan anggota Polres Cirebon Kota, bahwa dalam satu hari itu melakukan dua tindak pidana,” ujarnya saat press conference, Minggu (8/9/2019).

Lanjut Marwan, yang pertama pelaku melakukan tindak pidana pembunuhan di Jalan Cipto, dan kedua melakukan tindak pidana pemerasan dengan pemberatan atau penodongan.

“Untuk kasus di Jalan Cipto mirip dengan kasus yang kedua di Jalan Kesambi,” bebernya.

BACA YUK:  Ada-ada Saja ; Hindari Penyekatan, Pengendara Motor Seberangi Rel Kereta Api⁣

Mereka ini lanjut Marwan, mengunakan sistem acak, dengan menggunakan istilah bahwa yang menjadi korban dituduh sudah memukul rekan dari tersangka dan diajak jalan.

“Jadi modusnya begitu. Ada pemuda yang nongkrong, dia hampiri dan bertanya “ Kamu yang memukul teman saya?,” jelasnya.

Nah, kata Marwan, kejadian pertama di Jalan Cipto, dua orang korban tidak mau dibawa, akhirnya terjadi penikaman. Setelah dari situ melakukan pembunuhan, tersangka kembali melakukan aksinya di Jalan Kesambi Apotek Pratama dan modusnya sama, menanyakan korban bahwa telah memukul rekannya.

“Akhirnya kedua korban ini diajak berbonceng, diajak ke Samadikun Pesisir. Setelah sampai di Samadikun, korban ditodong dengan menggunakan pisau untuk menyerahkan HP, uang, berikut ATMnya,” terangnya.

Dari dua kejadian tersebut, tambah Marwan, kedua tersangka ini melakukan dua kali tindak pidana dalam satu hari. Untuk tersangka YS merupakan residivis, dan RM pemain baru.

“Tersangka ini dalam melakukan aksinya dalam pengaruh obat-obatan, jenis dextro,” ungkap Marwan.

Untuk peran masing-masing, yang menjadi tersangka utama adalah YS yang melakukan penodongan dan penikaman kepada korban Almarhum Muhammad Rozien (17). Dan tersangka RM merupakan joki yang membawa kendaraan sepeda motor.

“Kedua tersangka ini diberikan tindakan tegas dan terukur secara SOP Kepolisian, karena saat dilakukan penangkapan tersangka berusaha kabur,” tegas Marwan.

Marwan menjelaskan kedua tersangka dijerat pasal berlapis, untuk kejadian pertama di Jalan Cipto dijerat pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun.

Sedangkan untuk kejadian kedua di Jalan Kesambi dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun penjara.

“Jadi tersangka ini dijerat pasal berlapis, tindakan pembunuhan dan pencurian disertai pemberatan,” pungkasnya. (AC212)

BACA YUK:  Event Perdana KOICI Gelar Keeping Contest
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tegalgubug Lor Gelar Vaksinasi Massal

Cirebon,- Pelaksanaan vaksinasi massal digelar di desa Tegalgubug Lor Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon yang merupakan kerja sama Puskesmas Tegalgubug...

Wali Kota Cirebon Berikan Bantuan untuk Warga yang Belum Terdata Bantuan Program

Cirebon,- Wali Kota Cirebon Drs. Nashrudin Azis menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga, Minggu (1/8/2021). Bantuan tersebut diberikan untuk warga Kampung Cangkol Tengah dan...

Tingkatkan Produktivitas Mitra UMKM, Telkomsel dan Gojek Kembali Kolaborasi

Jakarta,- Melanjutkan sinergi yang telah dibangun, Telkomsel dan Gojek kembali menghadirkan kolaborasi pada layanan unggulan keduanya untuk meningkatkan produktivitas mitra UMKM. Terutama dalam menghadapi...

Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers

JAKARTA- Konstituen Dewan Pers perlu mempunyai keterwakilan di Dewan Pers (DP) agar setiap asosiasi konstituen memiliki akses informasi dan kebijakan dalam mengantisipasi berbagai persoalan...

More Articles Like This