Selasa, 26 Oktober 2021

Polres Cirebon Kota Berhasil Tangkap Pelaku Penusukan Santri di Jalan Cipto

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Yayasan Wani Amal Cirebon Gelar Khitan Massal

Cirebon,- Sebanyak 30 anak mengikuti Khitan Massal 2021 yang digelar oleh Yayasan Wani Amal (YWA) Cirebon, Selasa (19/10/2021). Kegiatan...

Obim Village & Cafe Resto Tawarkan Suasana Pedesaan di Bawah Kaki Gunung Ciremai

Kuningan,- Obim Village & Cafe Resto menghadirkan konsep yang berbeda dari yang lain. Dengan pedesaan, Obim Village ini menyuguhkan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Cirebon,- Jajaran Polres Cirebon Kota berhasil meringkus dua pelaku penusukan santri Pondok Pesantren di Kuningan yang terjadi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, pada Jumat (6/9/2019) malam.

Kedua pelaku yang berhasil ditangkap pada hari Minggu (8/9/2019) dini hari di daerah Cangkol, Kota Cirebon ini berinisial YS alias Acil (19) dan RM alias Nono (19) saat kumpul bersama rekan-rekannya.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy melalui Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Marwan Fajrin menjelaskan kronologis kejadian pada hari Jumat (6/9) malam sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Cipto depan Bank Syariah Mandiri.

Loading...

“Kedua tersangka ini, setelah hasil penyidikan oleh anggota Reskrim dan anggota Polres Cirebon Kota, bahwa dalam satu hari itu melakukan dua tindak pidana,” ujarnya saat press conference, Minggu (8/9/2019).

Lanjut Marwan, yang pertama pelaku melakukan tindak pidana pembunuhan di Jalan Cipto, dan kedua melakukan tindak pidana pemerasan dengan pemberatan atau penodongan.

“Untuk kasus di Jalan Cipto mirip dengan kasus yang kedua di Jalan Kesambi,” bebernya.

BACA YUK:  Ratusan Warga di 15 Desa di Cirebon, Serentak Dilatih Literasi Digital

Mereka ini lanjut Marwan, mengunakan sistem acak, dengan menggunakan istilah bahwa yang menjadi korban dituduh sudah memukul rekan dari tersangka dan diajak jalan.

“Jadi modusnya begitu. Ada pemuda yang nongkrong, dia hampiri dan bertanya “ Kamu yang memukul teman saya?,” jelasnya.

Nah, kata Marwan, kejadian pertama di Jalan Cipto, dua orang korban tidak mau dibawa, akhirnya terjadi penikaman. Setelah dari situ melakukan pembunuhan, tersangka kembali melakukan aksinya di Jalan Kesambi Apotek Pratama dan modusnya sama, menanyakan korban bahwa telah memukul rekannya.

“Akhirnya kedua korban ini diajak berbonceng, diajak ke Samadikun Pesisir. Setelah sampai di Samadikun, korban ditodong dengan menggunakan pisau untuk menyerahkan HP, uang, berikut ATMnya,” terangnya.

Dari dua kejadian tersebut, tambah Marwan, kedua tersangka ini melakukan dua kali tindak pidana dalam satu hari. Untuk tersangka YS merupakan residivis, dan RM pemain baru.

“Tersangka ini dalam melakukan aksinya dalam pengaruh obat-obatan, jenis dextro,” ungkap Marwan.

Untuk peran masing-masing, yang menjadi tersangka utama adalah YS yang melakukan penodongan dan penikaman kepada korban Almarhum Muhammad Rozien (17). Dan tersangka RM merupakan joki yang membawa kendaraan sepeda motor.

“Kedua tersangka ini diberikan tindakan tegas dan terukur secara SOP Kepolisian, karena saat dilakukan penangkapan tersangka berusaha kabur,” tegas Marwan.

Marwan menjelaskan kedua tersangka dijerat pasal berlapis, untuk kejadian pertama di Jalan Cipto dijerat pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun.

Sedangkan untuk kejadian kedua di Jalan Kesambi dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun penjara.

“Jadi tersangka ini dijerat pasal berlapis, tindakan pembunuhan dan pencurian disertai pemberatan,” pungkasnya. (AC212)

BACA YUK:  750 Tanaman Bonsai Nasional Dipamerkan di Cirebon
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap...

Peringati Bulan Inklusi, OJK Cirebon Gelar Vaksinasi dan Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar

Cirebon,- Memperingati Bulan Inklusi Keuangan 2021, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Kantor OJK Regional 2 Jawa Barat, Kantor OJK Tasikmalaya dan PT...

PCNU Kota Cirebon Resmi Dilantik, Wali Kota Cirebon Didaulat Jadi Mustasyar

Cirebon,- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon masa khidmat 2021-2026 resmi dilantik, Senin (25/10/2021). Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Islamic Center, Masjid Raya...

Tingkatkan Kesadaran Hukum, Tim Unpad di Trusmi Manfaatkan QR Code sebagai Motif Batik

Cirebon,- Transformasi digital pada era industri 4.0 yang tengah terjadi membuat manusia harus melakukan adaptasi atau penyesuaian kehidupan dalam berbagai bidang dengan pemanfaatan Teknologi...

More Articles Like This