Senin, 9 Desember 2019

Polres Cirebon Kota Berhasil Tangkap Pelaku Penusukan Santri di Jalan Cipto

Populer

Percepat Pengembangan Dunia Digital, Cirebon Technopreneurship Hadir di Unwir Indramayu

Indramayu,- Cirebon Technopreneurship Goes to Campus se-Wilayah III Cirebon kembali digelar. Kali ini, giliran Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu menjadi...

Tengkorak Manusia Ratusan Tahun Ditemukan di Indramayu

Indramayu - Sesosok tengkorak kepala manusia ditemukan tak jauh dari area makam Raden Wirapati (Wiralodra II) atau Bupati Kedua...

Warga Harjamukti Kota Cirebon Bawa Pulang Mobil di HUT Grage Mall ke-23

Cirebon,- Memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-23 Grage Mall Cirebon, Grage Group menggelar berbagai rangkaian acara. Kegiatan diawali dengan kegiatan...

Ulang Tahun ke-13, Grage Hotel Cirebon Ganti Nama dan Logo

Cirebon,-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-13, Grage Hotel Cirebon menggelar acara syukuran yang berlangsung di area Lily...

Biznet Hadirkan Layanan NEO Web Space

Jakarta, Indonesia, 27 November 2019 – Sebagai bentuk dukungan bagi perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, Biznet...

Cirebon,- Jajaran Polres Cirebon Kota berhasil meringkus dua pelaku penusukan santri Pondok Pesantren di Kuningan yang terjadi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, pada Jumat (6/9/2019) malam.

Kedua pelaku yang berhasil ditangkap pada hari Minggu (8/9/2019) dini hari di daerah Cangkol, Kota Cirebon ini berinisial YS alias Acil (19) dan RM alias Nono (19) saat kumpul bersama rekan-rekannya.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy melalui Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Marwan Fajrin menjelaskan kronologis kejadian pada hari Jumat (6/9) malam sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Cipto depan Bank Syariah Mandiri.

“Kedua tersangka ini, setelah hasil penyidikan oleh anggota Reskrim dan anggota Polres Cirebon Kota, bahwa dalam satu hari itu melakukan dua tindak pidana,” ujarnya saat press conference, Minggu (8/9/2019).

Loading...

Lanjut Marwan, yang pertama pelaku melakukan tindak pidana pembunuhan di Jalan Cipto, dan kedua melakukan tindak pidana pemerasan dengan pemberatan atau penodongan.

“Untuk kasus di Jalan Cipto mirip dengan kasus yang kedua di Jalan Kesambi,” bebernya.

Mereka ini lanjut Marwan, mengunakan sistem acak, dengan menggunakan istilah bahwa yang menjadi korban dituduh sudah memukul rekan dari tersangka dan diajak jalan.

“Jadi modusnya begitu. Ada pemuda yang nongkrong, dia hampiri dan bertanya “ Kamu yang memukul teman saya?,” jelasnya.

Nah, kata Marwan, kejadian pertama di Jalan Cipto, dua orang korban tidak mau dibawa, akhirnya terjadi penikaman. Setelah dari situ melakukan pembunuhan, tersangka kembali melakukan aksinya di Jalan Kesambi Apotek Pratama dan modusnya sama, menanyakan korban bahwa telah memukul rekannya.

“Akhirnya kedua korban ini diajak berbonceng, diajak ke Samadikun Pesisir. Setelah sampai di Samadikun, korban ditodong dengan menggunakan pisau untuk menyerahkan HP, uang, berikut ATMnya,” terangnya.

Dari dua kejadian tersebut, tambah Marwan, kedua tersangka ini melakukan dua kali tindak pidana dalam satu hari. Untuk tersangka YS merupakan residivis, dan RM pemain baru.

“Tersangka ini dalam melakukan aksinya dalam pengaruh obat-obatan, jenis dextro,” ungkap Marwan.

Untuk peran masing-masing, yang menjadi tersangka utama adalah YS yang melakukan penodongan dan penikaman kepada korban Almarhum Muhammad Rozien (17). Dan tersangka RM merupakan joki yang membawa kendaraan sepeda motor.

“Kedua tersangka ini diberikan tindakan tegas dan terukur secara SOP Kepolisian, karena saat dilakukan penangkapan tersangka berusaha kabur,” tegas Marwan.

Marwan menjelaskan kedua tersangka dijerat pasal berlapis, untuk kejadian pertama di Jalan Cipto dijerat pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun.

Sedangkan untuk kejadian kedua di Jalan Kesambi dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun penjara.

“Jadi tersangka ini dijerat pasal berlapis, tindakan pembunuhan dan pencurian disertai pemberatan,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme, Komunitas Sobat Anak dan Inspiration House Cirebon Gelar Nonton Bareng Film Susi Susanti Love All

Cirebon,- Komunitas Sobat Nusantara bekerja sama dengan Inspiration House menggelar nonton bareng film Susi Susanti Love All yang berlangsung...

Jadi Sarana Edukasi, Pangkalan TNI AL Cirebon Gelar Pameran Alutsista

Cirebon,- Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Cirebon menggelar Pameran Alutsista selama dua hari 7-8 Desember 2019, yang berlangsung di Grage City Mall, Jalan Jend....

Meningkatkan Kualitas Layanan, Dengan LinkAja Pedagang Pasar Gunung Sari Dapat Membayar Retribusi Secara Non Tunai

Cirebon,- Setelah sebelumnya mengimplementasikan digitalisasi retribusi di pasar tradisional pada berbagai daerah di Indonesia, kini LinkAja kembali mewujudkan komitmennya dalam digitalisasi transaksi dengan meluncurkan...

Cirebon Sebagai Pilot Project Sistem E-Retribusi Pakai QRIS

Cirebon,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon bekerja sama dengan Bank BJB dan Link Aja meluncurkan sistem pembayaran E-Retribusi di Pasar Tradisional Kota...

Angka Cerai Tinggi, Kemenag Cirebon Dorong Sertifikasi Pernikahan

Cirebon - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon meminta masyarakat untuk menanggapi wacana kebijakan sertifikasi pernikahan bagi calon pengantin tidak untuk menghambat pernikahan apalagi...

More Articles Like This