Rabu, 3 Juni 2020

SMK Cendekia Cirebon Gelar Expo Seni Budaya dan Kewirausahaan

Populer

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Sumber Ditutup Sementara Selama 14 Hari

Cirebon,- Dua Pedagang Pasar Sumber Kabupaten Cirebon terkonfirmasi Positif Covid-19 setelah dilakukan tes massal swab pada tanggal 18 Mei...

Masuk Zona Biru, Kabupaten Cirebon Tidak Perpanjang PSBB

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Cirebon berakhir pada hari ini, Jumat 29 Mei 2020.Pemerintah Daerah Kabupaten...

Mulai Besok Grage Mall dan Grage City Mall Siap Beroperasi Kembali

Cirebon,- Setelah menutup sementara operasional mall, Grage Group memutuskan Grage Mall dan Grage City Mall akan dibuka kembali besok,...

Tanpa Gejala Klinis, Dua Pedagang Pasar Sumber Terkonfirmasi Positif Covid-19

Cirebon,- Dua pedagang Pasar Sumber terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil test swab massal menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction)...

Pasar Sumber Ditutup, Pedagang Rela Demi Kesehatan Bersama

Cirebon,- Setelah ditemukan pedagang pasar sumber yang terkonfirmasi positif Covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menutup sementara operasional pasar selama...

Cirebon,- SMK Kesehatan Cendikia Cirebon menggelar kegiatan Expo Seni Budaya dan KWU (Kewirausahaan) tahun 2019, yang berlangsung di halaman sekolah, Jalan Pelandakan, Kota Cirebon, Sabtu (19/1/2019).

Kegiatan tersebut dalam rangka ujian kompetisi muatan lokal wajib dengan praktek berbasis nasional mata pelajaran Kewirausahaan dan Seni Budaya.

Zuhrotun Nisa, selaku Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cendikia mengatakan selain ujian kompetisi, acara ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap budaya nusantara serta jiwa intelektual entrepreuner yang tinggi.

Loading...

“Karena, kita berharap setelah mereka lulus itu, mereka tidak hanya bekerja tapi bisa membangun sebuah bidang usaha. Itu yang utamanya,” ujarnya kepada About Cirebon.

1. Siswa Dididik Membuat Produk

Acara ini, menurut Nisa, anak-anak juga diajarkan bagaimana membuat sebuah produk, membuat brand yang bagus yang bisa diminati oleh masyarakat.

“Sehingga, ketika mereka memang memiliki brand yang bagus, kita akan bantu untuk pengembangannya. Salah satunya memperkenalkan produk tersebut kepada departemen koperasi dan perindustrian,” terangnya.

Walaupun SMK Cendika bergulat pada bidang kesehatan, lanjut Nisa, anak-anak bisa juga mengembangkan di bidang-bidang lainnya. Minimal, ketika mereka lulus, kemudian kuliah bisa mengembangkan usaha tersebut.

2. Menampilkan Lima Seni

Kegiatan Expo Seni Budaya dan KWU merupakan agenda tahunan dari SMK Kesehatan Cendikia yang masuk untuk uji kompetisi.

Penampilan siswa SMK Kesehatan Cendikia

Dalam satu kelas, kata Nisa, anak-anak harus menampilkan lima seni, yaitu seni tari, seni suara, seni musik, seni drama, dan seni desain.

“Mereka yang mendesain sendiri mulai dari baju, tata letak panggung, pola lantainya, kemudian bagaimana mereka mengarange musiknya. Jadi, kita harapkan adanya keseimbangan antara kecerdasan mereka,” terangnya.

“Kita juga menyentuh anak-anak bahwa, dalam kehidupan itu kita bisa berseni, tapi bisa memegang nilai-nilai aturan agama dan aturan masyarakat,” imbuhnya.

3. Diikuti 13 kelas

Expo Seni Budaya dan Kewirausahaan SMK Kesehatan Cendikia diikuti dari kelas X, XI, dan juga kelas XII.

Untuk kelas X, acara tersebut diikuti enam kelas, kelas XI sebanyak tiga kelas, dan kelas XII diikuti oleh empat kelas.

“Dari masing-masing kelas ini diwajibkan menapilkan 5 seni itu,” terangnya.

4. Gebrakan SMK Kesehatan Cendikia tahun 2019

Tahun ini, SMK Kesehatan Cendikia memiliki gebrakan yang sangat bagus, yang mungkin tidak dimiliki oleh sekolah lain.

Penampilan siswa SMK Kesehatan Cendikia

Bahwa, kata Nisa, SMK Kesehatan Cendikia memiliki program penyaluran kerja dan kuliah di Jepang dan Jerman dan perjanjianya pun sudah resmi. Saat ini, kita sedang mengembangkan potensi tersebut.

“Tahun ini juga, Insyaallah akan membuka kelas industri kesehatan, artinya kelas ini akan menjadi kelas unggulan,” katanya.

Nisa menjelaskan, kelas industri kesehatan ini adalah kelas yang mata pelajaranya betul-betul digali dari dunia industri, bahkan pengujinya langsung dari dunia industri.

“Dari segi pelajaran bahasa pun, jamnya akan ditambah, yang dari sekolah hanya dua jam, nanti ada tambahan dua jam dari LPK Bahasa Jepang dan Jerman,” bebernya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lanjut PSBB Jilid III , Pemerintah Kota Cirebon Gencarkan Pemeriksaan Tes Swab

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua di Kota Cirebon berakhir tanggal 2 Juni 2020.Pemerintah Daerah Kota Cirebon...

Oasis Poolside Aston Cirebon Kembali Dibuka

Cirebon,- Oasis Poolside Aston Cirebon akan kembali beroperasi untuk mengobati kerinduan para pecinta kuliner di Cirebon.Menurut Asst PR Manager Aston Cirebon, Litania Putri Utami,...

2.375 Calon Jamaah Haji di Kabupaten Cirebon Batal Berangkat

Cirebon,- Calon Jamaah Haji asal Kabupaten Cirebon dipastikan batal berangkat ke tanah suci pada musim haji tahun 2020.Karena Pandemi Covid-19, sampai saat ini Pemerintah...

Satu Pedagang Positif Covid-19, Tiga Pasar di Pabuaran Ditutup Sementara Selama Tiga Hari

Cirebon,- Sebagai tindak lanjut adanya salah satu pedagang di Pasar Pabuaran, Kabupaten Cirebon yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai mengikuti tes swab massal, 3 pasar...

Selama Pandemi Covid-19, Dokter Yasmin Dermawan Tangani 1.500 Pasien dalam Sebulan

Cirebon,- Selama Pandemi Covid-19, angka kehamilan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda yang terletak di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon mengalami peningkatan.Peningkatan...

More Articles Like This