Pemilu Serentak 2019, Polres Cirebon Kota Mulai Sebar Personil ke TPS-TPS

0
18

Cirebon,- Polres Cirebon Kota menggelar Apel Pergeseran Pasukan (Serpas) untuk Pengamanan Pemungutan Suara dan BKO Polda Jawa Barat, yang berlangsung di Jalan Siliwangi, depan Balaikota Cirebon, Senin (15/4/2019).

1. Siapkan Pos Pam Terpadu

Aston Hotel

Apel Pergeseran Pasukan dihadiri seluru personil dari TNI, Polri, Satpol PP, serta Linmas yang terlibat dalam pengamanan Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy mengatakan personil yang terlibat sudah disebar ke masing-masing TPS (Tempat Pemungutan Suara).

“Kami juga telah menyiapkan Pos Pam terpadu, disitu kami siapkan anggota dari TNI, Polair, dan Polres Cirebon Kota,” ujarnya usai Apel Serpas kepada awak media.

Lanjut Roland, anggota yang berada di Pos Pam terpadu akan melakukan kegiatan-kegiatan seperti patroli, baik sebelum proses pemilihan, pada saat pemilihan, dan juga sampai dengan pengiriman atau distribusi kotak suara ke PPK, serta kembali lagi ke KPU.

2. Jumlah Personil yang Dilibatkan

Jelang H-2 Pemilihan Umum serentak, Roland menjelaskan, personil atau anggota yang bertugas di Pam TPS langsung disebar ke masing-masing TPS-TPS sesuai dengan plotingannya. Begitu juga dengan anggota yang bertugas di Pos Pam Terpadu.

“Tujuannya adalah untuk mengenali situasi yang ada disekitar, baik dari potensi kerawanan, rekan kerjanya sehingga bisa saling berkomunikasi, dan mengetahui apa yang harus dikerjakan serta yang tidak harus dikerjakan,” jelasnya.

Untuk personilnya, kata Roland, dari Polres Cirebon Kota melibatkan 719 personil, BKO Polda Jawa Barat 212 personil yang terdiri dari Polairud, Brimob dari Yon C Gegana dan One Teror, Reskrim, Intel, dan juga dibantu oleh TNI dari Kodim Kota dan Kabupaten 100 personil, serta diback up oleh Linmas sebanyak 4.112 orang.

“Nanti mereka masing-masing akan mengamankan per-TPS dua orang,” terang Roland.

3. Titik-titik Kerawanan

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, lanjut Roland, sudah melakukan pemetaan titik-titik TPS yang dianggap rawan.

“Yang dianggap rawan adalah TPS di Rutan dan Lapas. Disana dikhawatirkan, karena pernah ada pengalaman keributan antara penguhuni, maka perlu kita lakukan pengamanan ekstra,” tegasnya.

Sementara itu, apabila ada tidak-tindakan yang berkaitan dengan Pemilu, pihaknya akan berkordinasi dengan Bawaslu, sehingga tim Gakumdu akan melaksanakan tindakan.

“Untuk pengawasan Media Sosial (Medsos) juga kita terus melakukan patroli cyber, jauh-jauh hari sebelum masa tenang,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, tim patroli cyber sampai saat ini tidak ada temuan,” imbuhnya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat jangan sampai menyebarkan informasi-informasi yang belum tentu dipastikan kebenarannya, karena penyebaran Hoax itu sendiri ada acaman pidananya dan tidak ada untungnya.

4. Mendapat Perhatian Khusus

Selain Rutan dan Lapan, Roland mengatakan, TPS-TPS yang mendapatkan perhatian khusus pengaman adalah TPS yang kemarin dilaksanakannya PSU (Pemungutan Suara Ulang) saat Pilkada Kota Cirebon.

“Kita fokuskan keamanan dan katagorikan sebagai TPS khusus, dengan jumlah personil yang ditingkatkan,” tandasnya. (AC212)