Multaqa Ulama Kabupaten Cirebon Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Dan Tolak People Power

0
35

Cirebon,- Dalam rangka bersilaturahmi dan mengeratkan tali ukhuwah di antara sesama ummat dan seluruh anak bangsa, sekaligus menyumbangkan pikiran bagi terwujudnya kondusivitas, baik di tingkat Kabupaten Cirebon maupun Jawa Barat, serta Nasional, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon menggelar acara yang bertajuk “Multaqa Ulama” yang dihadiri oleh Habaib, pimpinan pondok pesantren dan cendikiawan Muslim se-Kabupaten Cirebon, yang berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev, Kedawung, Cirebon, Senin (20/5/2019).

Ketua Bidang MUI Kabupaten Cirebon, KH. Muklisin Mujahir usai kegiatan mengatakan bahwa kegiatan Multaqa Ulama tersebut sebagai tindak lanjut dari Multaqa Ulama tingkat Provinsi Jawa Barat untuk menjaga kondusivitas, serta dapat menjaga keamanan usai pemilihan umum.

Aston Hotel

“Para ulama di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Cirebon menghendaki masyarakat yang tentram, damai, dan kemudian tidak terjadi kerusuhan-kerusuhan,” ujarnya.

Lanjut KH. Muklisin, pada dasarnya para ulama berkumpul bersama cendikiawan, hingga ormas-ormas Islam, suapaya apabila pimpinan-pimpinannya rukun, pasti masyarakat akan rukun juga.

“Persoalan-perosalaan yang ada hubungannya dengan hasil pilpres dan pileg yang sekarang masih dalam penghitungan oleh KPU, masyarakat harap menunggu hasil resmi dari KPU,” terangnya.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Menurut KH. Muklisin, di wilayah Kabupaten Cirebon sendiri suasananya sudah kondusif, karena pimpinan-pimpinan beragama di Kabupaten Cirebon khususnya selalu bertemu dan bersilaturhami.

“Ini adalah salah satu bukti bahwa kondusivitas di wilayah Kabupaten Cirebon sudah aman,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai isu adanya people power dan sebagainya, MUI Kabupaten Cirebon sengaja mengumpulkan pimpinan ormas, Habaib, serta cendikiawan ini untuk menjaga Cirebon tetap kondusif dan Indonesia damai.

“Sehingga, kami menghimbau kepada seluruhnya supaya tidak mengerahkan massa yang dapat menimbulkan keresahan dan tidak mengharapkan terjadinya kerusuhan-kerusahan di masyarakat,” tandasnya. (AC212)