Laporan Gaji JobStreet 2022: Strategi Untuk Mempertahankan Karyawan dan Mencari Karyawan Baru

Saat ini, dengan membaiknya situasi pandemi di Indonesia, peraturan memperbolehkan 75% karyawan untuk bekerja di kantor, dan banyak perusahaan yang sudah mulai menerapkan Kembali work-from-office. Namun, hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan, terutama untuk mempertahankan karyawan karena menurut data JobStreet, selama masa pandemi, WFO sudah tidak menjadi pilihan utama karyawan. Berdasarkan laporan Decoding Global Talent JobStreet, 68% karyawan memilih untuk bekerja secara kombinasi antara di kantor dan di rumah. Bahkan, hanya 9% karyawan yang memilih untuk sepenuhnya bekerja dari kantor.

Satu lagi tantangan yang dihadapi perusahaan adalah bulan Ramadan yang sebentar lagi tiba. Tren selama beberapa tahun terakhir di Indonesia adalah banyak karyawan yang mencari pekerjaan baru setelah Lebaran dan juga banyak perusahaan yang membuka lowongan pada masa ini. Perusahaan memang tidak bisa melarang karyawan untuk pindah dan mencari tantangan baru, karena itu perusahan juga harus mempersiapkan strategi untuk mencari karyawan baru, dan pada waktu yang bersamaan berusaha mempertahankan karyawan lama.

Apa yang harus dilakukan perusahaan untuk menarik karyawan baru dan mempertahankan karyawan lama?

Berikut adalah beberapa tip dari JobStreet:

1. Mempersiapkan gaji dan kompensasi kompetitif
Gaji dan kompensasi merupakan hal penting yang dipertimbangkan karyawan saat bekerja di sebuah perusahaan. Menurut data JobStreet, gaji menjadi salah satu dari 3 prioritas utama karyawan. Untuk menarik karyawan baru dan mempertahankan karyawan lama, perusahaan harus bisa menawarkan gaji yang kompetitif. Perusahaan juga perlu mengetahui tren gaji di setiap level dan spesialisasi pekerjaan agar bisa menentukan gaji yang kompetitif dan mengatur anggaran SDM. Karena itu, JobStreet beberapa waktu lalu menerbitkan laporan terbarunya, Laporan Gaji JobStreet 2022, yang bisa menjadi panduan untuk perusahaan yang sedang berada pada masa transisi dan tengah mempersiapkan karyawan untuk kembali bekerja dari kantor serta mencari karyawan baru.

BACA YUK:  DPRD Kota Cirebon Dukung Profesi Keperawatan Diberikan Upah Layak

Laporan Gaji JobStreet 2022 adalah panduan gaji informatif tentang pasar ketenagakerjaan di Indonesia yang dikompilasi dari data terkini JobStreet Indonesia, menganalisa dan membandingkan gaji tenaga kerja di antara tahun 2020 dan 2021. Berikut adalah beberapa data dari Laporan Gaji JobStreet 2022 yang bisa membantu perusahaan dalam menentukan gaji untuk karyawan:

Perubahan gaji keseluruhan di Indonesia

Indonesia memiliki 37 industri dengan kenaikan gaji sebesar 46,3%

Perubahan gaji keseluruhan di Indonesia

Perbankan & Keuangan, Pendidikan, Ritel & Perdagangan, dan Transportasi merupakan 4 industri terbesar di Indonesia yang mengalami kenaikan gaji.

10 Gaji Tertinggi di Indonesia Menurut Industri dan Level Pekerjaan

Industri Komputer/TI mengalami peningkatan gaji yang tertinggi di semua level kecuali di level Manajer dimana gaji tertinggi untuk Manajer adalah di industri Pertambangan.

BACA YUK:  Prakiraan Cuaca Kota Cirebon, 15 Mei 2022

Laporan gaji JobStreet 2022 juga mengungkapkan beberapa fakta gaji berikut:

Rata-rata pertumbuhan gaji berdasarkan industri dengan pertumbuhan positif di tahun 2021 adalah 6,3%
Spesialisasi Komputer/TI memiliki gaji median (Rp 8.05 juta) dan pertumbuhan gaji median tertinggi di antara semua spesialisasi pada 7,3% (Rp 550 ribu)
Pegawai pemula (entry-level) dengan spesialisasi komputer/TI di Jawa memiliki pertumbuhan gaji tertinggi pada 2021: +10%
Peningkatan angka iklan lowongan tertinggi di Jakarta:
a. Industri Ritel & Perdagangan: +2,7 ribu

b. Spesialisasi Penjualan & Pemasaran: +7,7 ribu

2. Rencanakan Program Employee Engagement
Selama masa pandemi, hubungan antar karyawan menjadi salah satu hal yang paling penting di perusahaan. Data JobStreet membuktikan bahwa sekarang ini, dua prioritas karyawan saat bekerja adalah hubungan baik dengan rekan kerja dan dengan atasan. Di sini lah employee engagement menjadi sangat penting. Program employee engagement dapat menghasilkan komunikasi yang transparan dalam organisasi dapat mengantisipasi munculnya change fatigue pada karyawan, adanya pemahaman tentang peran dan tanggung jawab setiap karyawan, serta kejelasan arah dan tujuan dari organisasi. Employee engagement juga dapat menciptakan budaya kerja yang kolaboratif untuk rekan satu tim, atasan dan rekan antar divisi agar seluruh pihak terlibat aktif dalam mencapai tujuan perubahan.

3. Menetapkan kebijakan dan pedoman kerja yang jelas
Berdasarkan data JobStreet bahwa karyawan memilih untuk bekerja secara kombinasi antara di kantor dan di rumah, perusahaan harus bisa menetapkan kebijakan dan pedoman kerja yang jelas, dan mungkin harus terbuka untuk membolehkan karyawan untuk bebas bekerja secara hibrid. Perusahaan juga perlu menentukan jam kerja yang fleksibel untuk karyawan karena data JobStreet membuktikan bahwa selama masa pandemi, karyawan merasa jam kerja mereka telah meningkat. Perusahaan pun tetap harus mempersiapkan kondisi kantor untuk bisa menerima karyawan yang ingin WFO, termasuk protokol kesehatan dan perlengkapan kerja di kantor.

BACA YUK:  Edarkan Sabu-Sabu, AS Ditangkap Satresnarkoba Polresta Cirebon

“Sebagai mitra Rekrutment Terpercaya No. 1 di Asia, JobStreet hadir tidak hanya untuk menyediakan platform bagi perusahaan mencari karyawan, tapi juga berkomitmen membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan-tantangan di bidang ketenaga kerjaan dengan terus melaksanakan riset pasar yang menyediakan informasi praktis bagi perusahaan agar dapat terhubung erat dengan pasar ketenagakerjaan di Indonesia. Melalui laporan-laporan JobStreet dengan data terkini, seperti Laporan Gaji JobStreet 2022, kami berharap untuk bisa membantu perusahaan untuk bisa menghadapi tantangan serta menyesuaikan diri dengan tren pekerjaan dan gaji, terutama pada masa transisi perusahaan mulai menerapkan bekerja dari kantor (WFO). Kami mengajak perusahaan untuk mengunjungi website kami dan temukan data-data yang dibutuhkan dalam memaksimalkan performa pekerjaan karyawan.” Sawitri Hertoto, Country Marketing Manager JobStreet Indonesia. (*)

(Dilihat: 82 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.