Sabtu, 8 Mei 2021

Kota Cirebon Terapkan PSBB Secara Proposional Sampai 8 Februari 2021

Populer

Penyekatan Mulai 6-17 Mei, Ini Kata Kasatlantas Polres Cirebon Kota⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota akan melakukan penyekatan larangan mudik. Penyekatan akan berlangsung mulai tanggal 6...

Pra Pengetatan Mudik, Satlantas Polres Cirebon Kota Putar Balik Pemudik di Kedawung

Cirebon,- Pra mudik lebaran dari tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021, Satlantas Polres Cirebon Kota melakukan operasi penyekatan...

Selama Ramadan, Citradream Hotel Hadirkan Paket Buka Puasa Rp. 60 ribu Makan Sepuasnya⁣

Cirebon,- Selama bulan Ramadan, Citradream Hotel Cirebon yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon menghadirkan promo menarik....

Kepala Daerah di Ciayumajakuning Sepakati Fleksibilitas Perbatasan Selama Larangan Mudik

Cirebon,- Kebijakan larangan mudik yang saat ini tengah diterapkan, kini dibahas lima kepala daerah di Cirebon kota/kabupaten, Indramayu, Majalengka,...

Larangan Mudik Dimulai, Satlantas Polres Cirebon Kota Putar Balik Pemudik

Cirebon,- Satuan Lalulintas Polres Cirebon Kota mulai melakukan penyekatan kendaraan pemudik. Sebanyak kurang lebih 80 kendaraan pemudik diputarbalikan di...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proposional selama 14 hari dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Cirebon.

Pembatasan aktivitas selama PSBB secara proposional di Kota Cirebon berlaku sejak tanggal 27 Januari hingga 8 Februari 2021.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Walikota Cirebon Nomor: 443/SE.04/PEM tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proposional dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Cirebon.

Loading...

“PSBB secara proporsional di Kota Cirebon berlaku mulai 27 Januari hingga 8 Februari 2021. Tapi kami tetap memperhatikan faktor ekonomi,” ujar Walikota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis usai melakukan rapat pembahasan pemberlakuan PSBB secara proporsional di Ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon, Rabu (27/01/2021).

BACA YUK:  Komunitas Setitik Cahaya Salurkan Donasi untuk Penyandang Disabilitas

Dengan penerapan PSBB secara proporsional, menurut Azis, kegiatan perekonomian masyarakat tetap diperbolehkan namun ada pembatasan.

Pada pelaksanaan PSBB secara proporsional ini Pemda Kota Cirebon memiliki strategi untuk mengurangi pergerakan masyarakat di perkampungan. Diantaranya dengan memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan covid-19 di tingkat kecamatan.

“Warga yang terpapar covid-19 juga akan ditangani di tingkat kecamatan. Mereka akan diisolasi di satu tempat yang sudah disiapkan oleh kecamatan dan kelurahan,” jelas Azis.

Untuk itu, tambah Azis, setiap camat dan jajarannya sudah diinstruksikan untuk mencari ruangan atau gedung di wilayah mereka dan akan dijadikan tempat isolasi.

“Disiapkannya tempat isolasi ini dengan alasan isolasi mandiri yang dilakukan di rumah tidak efektif untuk mencegah penyebaran covid-19. Mereka masih bisa jalan kemana-mana,” ungkap Azis.

Juga dikarenakan dua tempat isolasi terpusat yang disiapkan saat ini sudah tidak memadai serta klaster keluarga yang mendominasi penyebaran covid-19 di Kota Cirebon.

“Klaster keluarga penyebarannya mencapai 78 persen. Untuk itu, tingkat kecamatan dan kelurahan akan diperkuat melalui dana dari APBD Kota Cirebon,” tandasnya.

BACA YUK:  Saung Kopi Gowes Akan Kembangkan Wisata Sawah⁣

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menjelaskan pelaksanaan PSBB secara proposional mengacu pada keputusan Gubernur Jawa Barat No 443/Kep.33-Hukham/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara Proporsional di Jawa Barat.

“Kota Cirebon akan melaksanakan PSBB secara proposional ditingkat mikro. Artinya ada beberapa hal dari kebijakan,” ujar Agus.

PSBB secara proposional ini, lanjut Agus, akan diterapkan dengan memperhatikan beberapa penanganan kesehatan mengurangi penyebaran Covid-19.

“Tapi, ekonomi masih tetap bisa tumbuh. Artinya beberapa pelaku usaha masih diperkenankan dengan jam operasional tertentu sesuai dengan karakteristik usaha,” bebernya.

“Untuk pasar modern, pusat perbelanjaan masih diperkenankan buka sampai jam 21.00. Kemudian rumah makan, restauran, cafe, termasuk PKL sampai jam 20.00 WIB untuk makan ditempat dan sampai 21.00 WIB take away,” tambahnya.

Terkait dengan tempat hiburan malam, kata Agus, masih diperkenankan beroperasi, namun dibatasi sampai jam 23.00 WIB. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

The Cartel Katiasa Gym Kembali Salurkan Bantuan di Bulan Ramadan

Cirebon,- The Cartel, Komunitas Katiasa Gym Cirebon kembali menggelar bakti sosial (Baksos) di bulan Ramadan. Kali ini, anggota The...

Tenaga Ahli KSP RI: Situasi Mudik Tahun 2021 Berbeda Dengan Tahun Lalu

Cirebon,- Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Kota Cirebon. Dalam kunjungan kali ini, KSP RI meninjau pelaksanaan penyekatan...

Yogya Grand Cirebon Tawarkan Banyak Fasilitas Menarik dan Bertabur Diskon

Cirebon,- Yogya Grand Cirebon terus berinovasi memberikan pelayanan dan fasilitas terbaiknya untuk para pelanggan. Terlebih, selama ramadan ini pihaknya menawarkan diskon gede-gedean hingga 50%. Seperti...

Tularkan Semangat Positif dalam Peringatan International Midwife Day⁣ ⁣

Cirebon,- International Midwife Day (IMD) yang diperingati setiap 5 Mei ini menjadi momentum yang bermakna bagi seluruh bidan di dunia. Peringatan ini secara formal...

More Articles Like This