Kamis, 4 Maret 2021

Kota Cirebon Terapkan PSBB Secara Proposional Sampai 8 Februari 2021

Populer

Kapal Legendaris KRI Dewaruci Singgah di Pelabuhan Cirebon

Cirebon,- Kapal legendaris KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Muara Jati Cirebon, sejak Minggu (28/02/2021). Kedatangan kapal tersebut dalam rangka...

Polres Cirebon Kota Berhasil Amankan Empat Pelaku Pengeroyokan Gerombolan Bermotor

Cirebon,- Video aksi gerombolan bermotor yang terjadi pada Minggu (28/2/2021) viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, terekam...

Sukageuri View Cocok Jadi Destinasi untuk Berakhir Pekan⁣

Kuningan,- Sejak diresmikan Januari 2017, Sukageuri View menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kuningan. Dengan suguhan panorama alam...

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Rencananya Pesisir Kesenden Akan Dibangun Objek Wisata

Cirebon,- Lahan seluas sekitar 15 hektar milik Pemerintah Kota Cirebon di Pesisir Kesenden, Kota Cirebon rencananya akan disulap menjadi...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proposional selama 14 hari dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Cirebon.

Pembatasan aktivitas selama PSBB secara proposional di Kota Cirebon berlaku sejak tanggal 27 Januari hingga 8 Februari 2021.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Walikota Cirebon Nomor: 443/SE.04/PEM tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proposional dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Cirebon.

Loading...

“PSBB secara proporsional di Kota Cirebon berlaku mulai 27 Januari hingga 8 Februari 2021. Tapi kami tetap memperhatikan faktor ekonomi,” ujar Walikota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis usai melakukan rapat pembahasan pemberlakuan PSBB secara proporsional di Ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon, Rabu (27/01/2021).

BACA YUK:  Asal Mula Dinamakan Obyek Wisata Curug Cipeuteuy

Dengan penerapan PSBB secara proporsional, menurut Azis, kegiatan perekonomian masyarakat tetap diperbolehkan namun ada pembatasan.

Pada pelaksanaan PSBB secara proporsional ini Pemda Kota Cirebon memiliki strategi untuk mengurangi pergerakan masyarakat di perkampungan. Diantaranya dengan memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan covid-19 di tingkat kecamatan.

“Warga yang terpapar covid-19 juga akan ditangani di tingkat kecamatan. Mereka akan diisolasi di satu tempat yang sudah disiapkan oleh kecamatan dan kelurahan,” jelas Azis.

Untuk itu, tambah Azis, setiap camat dan jajarannya sudah diinstruksikan untuk mencari ruangan atau gedung di wilayah mereka dan akan dijadikan tempat isolasi.

“Disiapkannya tempat isolasi ini dengan alasan isolasi mandiri yang dilakukan di rumah tidak efektif untuk mencegah penyebaran covid-19. Mereka masih bisa jalan kemana-mana,” ungkap Azis.

Juga dikarenakan dua tempat isolasi terpusat yang disiapkan saat ini sudah tidak memadai serta klaster keluarga yang mendominasi penyebaran covid-19 di Kota Cirebon.

“Klaster keluarga penyebarannya mencapai 78 persen. Untuk itu, tingkat kecamatan dan kelurahan akan diperkuat melalui dana dari APBD Kota Cirebon,” tandasnya.

BACA YUK:  Capai 75 sampai 100 Kali, Pendonor Darah Sukarela di Kota Cirebon Dapat Penghargaan

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menjelaskan pelaksanaan PSBB secara proposional mengacu pada keputusan Gubernur Jawa Barat No 443/Kep.33-Hukham/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara Proporsional di Jawa Barat.

“Kota Cirebon akan melaksanakan PSBB secara proposional ditingkat mikro. Artinya ada beberapa hal dari kebijakan,” ujar Agus.

PSBB secara proposional ini, lanjut Agus, akan diterapkan dengan memperhatikan beberapa penanganan kesehatan mengurangi penyebaran Covid-19.

“Tapi, ekonomi masih tetap bisa tumbuh. Artinya beberapa pelaku usaha masih diperkenankan dengan jam operasional tertentu sesuai dengan karakteristik usaha,” bebernya.

“Untuk pasar modern, pusat perbelanjaan masih diperkenankan buka sampai jam 21.00. Kemudian rumah makan, restauran, cafe, termasuk PKL sampai jam 20.00 WIB untuk makan ditempat dan sampai 21.00 WIB take away,” tambahnya.

Terkait dengan tempat hiburan malam, kata Agus, masih diperkenankan beroperasi, namun dibatasi sampai jam 23.00 WIB. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Hari Ketiga, 899 Personel Polresta Cirebon Sudah Divaksinasi Covid-19

Cirebon,- Ratusan personel Polresta Cirebon dan Polsek jajaran telah menjalani vaksinasi Covid-19. Pemberian vaksin kepada para personel tersebut dilaksanakan...

Selama Februari 2021, Sat Narkoba Polres Cirebon Kota Ungkap 13 Kasus

Cirebon,- Selama bulan Februari 2021, Satuan Narkoba Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap 13 kasus dengan 16 tersangka dan tersangka yang diamankan terdiri dari laki-laki...

Berawal Jadi Dropshipper Hingga Buka Toko Sendiri

Indramayu,- Sering posting jualan aneka pakaian anak di facebook, tak ayal membuat Yu'la Musyarofah diburu pembeli. Wanita yang memiliki 2 orang anak tersebut mengawali...

Kembali Geliatkan UMKM dan Pariwisata, Bank Indonesia Gelar KKI 2021

Cirebon,- Bank Indonesia mempersembahkan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021. Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung gerakan nasional bangga buatan Indonesia dan bangga berwisata #DiIndonesiaAja. Secara nasional,...

More Articles Like This