Senin, 29 November 2021

Komisi II DPRD Kota Cirebon Usulkan Reklamasi Pantai Dengan Sampah

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Kalahkan Petahana, Tukang Becak ini Terpilih Menjadi Kuwu Desa Jungjang

Cirebon,- Pemilihan Kepala Desa (Kuwu) serentak di wilayah Kabupaten Cirebon berlangsung Minggu (21/11/2021). Pemilihan Kuwu tersebut diselenggarakan di 135...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Cirebon,- Komisi II DPRD Kota Cirebon dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon sepakat akan mengkaji peluang reklamasi pantai dengan memanfaatkan sampah. DPRD Kota Cirebon optimis reklamasi pantai menggunakan sampah itu bisa dilakukan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Watid Sahriar, MBA mengatakan, rencana reklamasi dengan memanfaatkan sampah bisa dilakukan di sepanjang pantai yang berada di Kelurahan Kesenden dan Kebonbaru. Menurut Watid, panjang pantai yang berada di dua kelurahan itu mencapai tujuh kilometer.

“Tanpa menghitung yang ada di pelabuhan, yang bisa kita manfaatkan sekitar lima kilometer. Memang selama ini secara alami ada proses sedimentasi. Tapi, kita melihat ada kepentingan yang jauh lebih besar, bagaimana sampah dimanfaatkan untuk mereklamasi pantai,” ujar Watid sesuai sidak di Pempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di Kelurahan Kesenden, Rabu (10/3/2021).

Loading...
BACA YUK:  BPS Kota Cirebon : Seragam Anak Sekolah Sumbang Inflasi di Oktober 2021

Watid mengatakan, sudah puluhan tahun masyarakat di RW 10 dan 11 Kelurahan Kesenden memanfaatkan sampah untuk pengurukan lahan.

“Rumah-rumah di sini dibangun di atas sampah. Proses uruknya sampah, kemudian tanah. Artinya, ada peluang untuk reklamasi pantai dengan memanfaatkan sampah,” ungkap Watid.

Watid mengatakan, perlu ada kajian ilmiah tentang pemanfaatan sampah sebagai material pengurukan. Watid menjelaskan sejumlah variabel yang perlu diteliti.

“Sesepuh masyarakat yang tinggal di atas urukan tanah, yang dimanfaatkan untuk tempat tinggal itu perlu diteliti. Kesehatannya bagaimana dan lainnya. Sampahnya juga harus kita bawa ke lab, tanahnya juga kita teliti. Harus ada kajian,” kata Watid.

Watid menjelaskan, reklamasi pantai memanfaatkan sampah menjadi potensi untuk perluasan lahan terbuka di Kota Cirebon. Terlebih lagi, saat ini Kota Cirebon minim Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Kebutuhan lahan di Kota Cirebon itu sangat besar. Walaupun hanya memanfaatkan satu hektare lahan yang diuruk, tentunya sangat bermanfaat sekali. Kemudian, ada limbah yang bisa kita manfaatkan. Itu yang terpenting,” kata politikus Partai NasDem itu.

BACA YUK:  Kontribusi Empat Pemenang L’oréal-Unesco For Women In Science Dalam Menyelamatkan Kehidupan Melalui Sains

Sementara itu, Kepala DLH Kota Cirebon, Kadini mengatakan, untuk titik nol hingga 12 meter dari bibir pantai merupakan kewenangan provinsi. Kadini mengaku akan berkoordinasi dengan provinsi terkait rencana reklamasi pantai.

“Kita akan bawa ke provinsi. Tentu perlu kajian terlebih dahulu,” ujarnya.

Kadini juga menjelaskan tentang tradisi masyarakat sekitar Pantai Kesenden yang memanfaatkan sampah sebagai material urukan. Bahkan, lanjut Kadini, sejumlah pemilik lahan dan kolam budi daya sengaja meminta sampah.

“Mereka ini minta ke pengangkut sampah. Supaya sampahnya dibuang ke lahannya, kemudian diuruk dengan tanah. Ya begitu, dimanfaatkan jadi pemukiman,” kata Kadini.

Lebih lanjut, Kadini mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bersama masyarakat Kelurahan Kesenden akan melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan.

“Kita dorong sampah yang di pinggir jalan ini ke balong (kolam budi daya ikan) milik masyarakat, kita koordinasi dulu sama pemilik balong. Memang pemilik balong ini meminta urukan sampah juga. Tapi kurang rapi. Kita akan fasilitasi jembatan darurat agar pembuangan sampahnya di ke tengah balong, jangan pinggir jalan,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27...

Pondok Yatama Mendunia Gandeng Komunitas Mobil Berdayakan Santri Yatim

Cirebon,- Pondok Yatama Mendunia membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada seluruh pihak yang hendak berkontribusi pada pemberdayaan potensi sumber daya manusia desa, khususnya kelompok yatim dan...

Fotografer, Videografer dan Model Ramaikan Anniversary Wedding Organizer Salsabila yang Kedua

Cirebon, Wedding Organizer (WO) Salsabilah yang beralamat di Desa Karangsambung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon pada tahun ini berusia dua tahun. Acara anniversary kedua ini...

Sekda Kota Cirebon : Peran Masyarakat Jadi Kunci Berantas Rokok Ilegal

Cirebon, - Pemberantasan rokok ilegal menjadi tugas semua pihak. Tidak hanya unsur pemerintahan, partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam melaksanakan agenda tersebut. Hal itu...

More Articles Like This