Pura Agung Jati Pramana, Pura Satu-satunya di Wilayah Cirebon

0
466
Pura Agung Jati Pramana

Cirebon,- Pura Agung Jati Pramana yang berada di Jalan Bali No. 4 Merbabu Asih, Perumnas Kota Cirebon, merupakan Pura satu-satunya di Wilayah III Cirebon.

Pura Agung Jati Pramana dibangun sejak tahun 1994, sebelum dibangunnya Pura ini, umat Hindu di Wilayah III Cirebon berdoa dari rumah ke rumah.

Aston Hotel

Made Supartini, selaku Penyuluh Agama Hindu Wilayah III Cirebon mengatakan, sebelum ada Pura ini, umat kami sembahyangnya dari rumah ke rumah. Misalnya di Hari Raya Nyepi bergiliran di rumah siapa.

“Setiap bulan juga kan pasti ada sembahyang bersama, jadi dulu muter dari rumah ke rumah,” ujarnya kepada About Cirebon, Kamis (15/3/2018)

Lanjut dia, pembangunan Pura Agung Jati Pramana dibangun secara bertahap. Pembangunan di dalam dulu menggunakan cara yang sangat sederhana sekali, seperti bambu untuk awalnya.

“Dari tahun ke tahun, ada dana dibangun lagi tembok, kemudian sampai jadi seperti ini,” bebernya.

Pantauan About Cirebon di lokasi, ada beberapa tempat untuk melakukan persembayangan. Kemudian, ada juga dibangun candi khusus untuk memuja roh suci leluhur yang sudah disucikan dalam upacara entas-entas atau upacara Ngaben secara rohani.

Dicandi tersebut untuk memuja leluhu, sebagai rasa hormat kepada leluhur. Kemudian ada juga Padmasana untuk memuja Tuhan dengan segala manifestasinya sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Seperti diketahui, umat Hindu dinyatakan memuja banyak dewa. Kata Made Supartini, sebenarnya itu Tuhan sendiri dengan disebut berbagai nama dan tugasnya. Misalnya menciptakan alam semesta diberi gelar Dewa Brahma.

“Di dalam Pura juga ada namanya Dewata Nawasanga, yaitu 9 para dewa menujuru seluruh mata anging,” bebernya.

Lanjut dia, Tuhan itu tidak bisa dibayangkan wujudnya seperti apa, maka menyebut dengan nama itu kita bisa lebih konsentrasi dalam pemujaan.

Pura Agung Jati Pramana yang diresmikan pada 6 Agustus 1994, mempunyai luas 1.200 m2.

Ia menjelaskan, nama Pura Agung Jati Pramana mempunyai makna, yaitu Agung mengagungkan Tuhan, Jati itu tentang jati diri kita, dan Pramana adalah Prana yaitu kekuatan. Jadi, kekuatan diri kita untuk memuja Yang Maha Agung.

Kata dia, setelah ada Pura, disini diganti dengan nama Jalan Bali, karena memang hanya untuk memudahkan yang ingin berkunjung dari luar Cirebon.

“Banyak Umat Hindu yang ada di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur datang ke sini untuk melakukan persembayangan atau Tirteyarte perjalanan suci,” tandasnya. (AC212)