Polresta Cirebon Tanam Ribuan Pohon Mangrove di Pantai Baro Gebang

Cirebon,- Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke – 76 yang dilaksanakan Polresta Cirebon masih berlanjut. Kali ini, jajaran Polresta Cirebon melaksanakan penanaman ribuan pohon mangrove di wilayah pesisir pantai, Kamis (16/6/2022).

Penanaman mangrove tersebut dipusatkan di Pantai Baro Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Kegiatan penanaman mangrove tersebut dihadiri Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Teguh Triwantoro, diikuti PJU Polresta Cirebon, Danpos TNI AL Gebang, Dinas Lingkungan Hidup, KUD Mina Bahari, Pokmaswas Samudra Nusantara Desa Gebang Mekar, SMKN 1 Gebang.

BACA YUK:  Komisi II DPRD Kota Cirebon Minta Masalah Kontrak Pasar Kanoman Diselesaikan

“Penanaman mangrove ini dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76. Ada 1.500 pohon mangrove yang ditanam, dan kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mendukung kegiatan ini,” kata Arif.

Menurut Arif, penanaman mangrove tersebut merupakan dukungan Kepolisian dalam menjaga lingkungan dan ekosistem pesisir di Kabupaten Cirebon. Selain itu, penanaman mangrove juga dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mencegah abrasi pantai.

Ia berharap, penanaman mangrove tersebut akan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, baik itu di darat maupun lingkungan laut. Pasalnya, pohon mangrove memegang peranan penting dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

BACA YUK:  Polresta Cirebon Gelar Cek Kelayakan Senpi hingga Tes Urine Anggotanya

Selain itu, penanaman mangrove tersebut diharapkan dapat mengurangi energi gelombang, melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, memperbaiki lingkungan pesisir dan memperbaiki habitat di pantai. Bahkan, berdampak pada peningkatan hasil laut sehingga meningkatkan pendapatan nelayan.

“Penanaman pohon mangrove ini juga tidak hanya mencegah abrasi, tetapi sekaligus mendukung percepatan pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir, karena dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata,” pungkasnya. (HSY)

(Dilihat: 27 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.