Sabtu, 4 Desember 2021

Kuartal III 2020, Laba Mandiri Syariah Tembus Lebih Dari Rp 1 Triliun

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Little Black Coffee and Tea Buka Cabang Baru, Hadirkan Konsep Collab Space

Cirebon,- Little Black Coffee and Tea kini melebarkan sayapnya dengan membuka cabang yang kedua untuk para pecinta kopi di...

Jakarta,- PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis berkualitas dan meraih laba melampaui Rp 1,07 triliun, naik signifikan 22,66% year on year per September 2020.

Kenaikan laba terutama didorong oleh perbaikan cost of fund akibat peningkatan rasio dana murah atau current account dan saving account (CASA).

Pencapaian positif ini menjadi pijakan bagi keberlanjutan Mandiri Syariah menjelang penggabungan (merger) dengan dua bank syariah milik Himbara tahun depan.

Loading...

Direktur Finance, Strategy dan Treasury Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho menyampaikan kinerja Mandiri Syariah terjaga positif berkat peningkatan fee based income terutama yang disumbang dari layanan digital, produk berbasis emas dan pendapatan margin pembiayaan consumer.

Dari sisi volume bisnis, lanjut Cahyo, hingga akhir September 2020 Mandiri Syariah mencatat dana pihak ketiga (DPK) di angka Rp 106,12 triliun, naik 17,26% dari Rp90,49 triliun per September 2019.

Dimana tabungan yang menjadi kontributor dan produk andalan tumbuh sebesar 19,12% yoy menjadi Rp 44,77 triliun dan menjadikan porsi CASA mencapai hingga 59,22% dari total DPK.

“Peningkatan DPK tersebut menjadikan nilai aset Mandiri Syariah mencapai Rp 119,43 triliun atau naik 16,19% dari September 2019 yang sebesar Rp102,78 triliun,” ujar Cahyo dalam siaran pers yang diterima About Cirebon, Selasa (10/11/2020).

BACA YUK:  Cegah Kebutaan Akibat Katarak, BCA dan Perdami Gelar Operasi Katarak Gratis

Selama pandemi, kata Cahyo, Mandiri Syariah berhasil menjaga pertumbuhan pembiayaan dengan kualitas yang masih terjaga baik dan per September 2020 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 79,27 triliun, tumbuh 7,39% secara tahunan. Pencapaian ini memperkuat posisi Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.

“Kami sadar kualitas pembiayaan menjadi tantangan besar dalam masa pandemi ini, untuk itu kami memperkuat cadangan sebagai antisipasi risiko khususnya bagi nasabah yang direstrukturisasi, dengan meningkatkan cash coverage sebesar 34,17% menjadi 141,26% per September 2020,” bebernya.

BACA YUK:  Cegah Kebutaan Akibat Katarak, BCA dan Perdami Gelar Operasi Katarak Gratis

Non performing financing (NPF) Mandiri Syariah, tambah Cahyo, ditengah pandemi mengalami perbaikan, di mana NPF Net membaik dari 1,07% per September 2019 menjadi 0,61% per September 2020.

“Sementara, NPF Gross tetap terjaga diangka 2,66% di September 2020, sama dengan posisi September 2019,” jelas Cahyo.

Direktur Information Technology, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah, Achmad Syafii menambahkan selama masa pandemi terjadi shifting cara transaksi dari transaksi di cabang menjadi transaksi digital.

Hal tersebut memberikan dampak positif pada pertumbuhan fee based income (FBI) layanan digital yang melonjak 35,82% yoy dari Rp 167,76 miliar per September 2019 menjadi Rp 227,84 miliar per September 2020.

FBI dari layanan digital tersebut memberikan kontribusi pada naiknya fee based income (FBI) hingga 10,33% menjadi Rp 1,50 triliun pada September 2020 dari Rp 1,36 triliun pada periode tahun sebelumnya.

Lebih lanjut Syafii menjelaskan hingga September 2020, jumlah transaksi melalui Mandiri Syariah Mobile (MSM) melonjak hingga 90% dengan jumlah mencapai 31,89 juta transaksi.

Transaksi buka rekening dari handphone, inovasi pembukaan rekening online pertama yang dimiliki bank syariah di Indonesia pun mencatat jumlah signifikan yaitu 32 ribu pembukaan rekening per bulan. Angka ini juga menunjukkan bahwa sebanyak hampir 40% nasabah baru melakukan pembukaan rekening secara online.

“Beradaptasi dengan tatanan hidup baru dengan keharusan meminimalisir pertemuan fisik, menjadikan solusi layanan digital sebagai ujung tombak Mandiri Syariah dalam memenuhi kebutuhan nasabah dan memberikan dampak yang sangat positif bagi Mandiri Syariah,” ungkap Achmad Syafii.

Sebagai bentuk dukungan pada nasabah terdampak Covid-19, Mandiri Syariah memberikan solusi dengan membentuk pola dan skema restrukturisasi bersama bagi nasabahnya. Hingga saat ini Mandiri Syariah telah merestrukturisasi pembiayaan senilai Rp 8 triliun kepada  lebih dari 28 ribu nasabah di seluruh Indonesia, yang 40% diantaranya merupakan nasabah segmen UMKM.

BACA YUK:  Varian Baru, Empal Gentong Bakar Nok Ody Bisa Jadi Pilihan Kuliner di Cirebon
BACA YUK:  HUT ke-15, Grage Hotel Cirebon Berikan Apresiasi dan Gelar Kegiatan Sosial

Direktur Risk Management Mandiri Syariah, Tiwul Widyastuti mengatakan sesuai dengan regulasi POJK, Mandiri Syariah memperpanjang masa periode restrukturisasi hingga tahun depan.

“Pandemi ini menjadi tantangan bagi kita semua, insya Allah kami akan terus berkomitmen menjaga nasabah untuk survive dan sustain agar dapat terus berkontribusi menjadi roda penggerak perekonomian nasional,” ujar Tiwul.

Dalam kondisi pandemi, Mandiri Syariah konsisten memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Salah satu program yang diharapkan bisa memberikan kontribusi tersebut adalah program peduli dan berbagi yang menjadi semangat utama Milad ke-21 Mandiri Syariah.

Secara total, program tersebut bernilai lebih dari Rp24,7 miliar dan menyentuh lebih dari 30.000 penerima manfaat.

“Insya Allah, kami akan terus memperkuat layanan, meningkatkan inovasi serta memberikan nilai tambah bagi nasabah dan umat. Optimis menutup tahun 2020 dengan performa positif dan siap menjadi penopang bank hasil penggabungan,” pungkas Cahyo. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tertimpa Pohon Tumbang, Mobil di Jalan Sutomo Kota Cirebon Rusak Parah

Cirebon,- Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Cirebon dan sekitarnya sejak Jumat (3/12) hingga Sabtu (4/12) dini hari....

Aplikasi Kuncie dan Fita dari Telkomsel Raih Google Play Awards 2021

Jakarta,- Dua aplikasi besutan Telkomsel, yakni Kuncie dan Fita, berhasil meraih penghargaan dalam ajang Google Play Awards 2021. Mengutip rilis yang disampaikan oleh Google...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi cesar, Gigi panggilan Nagita sudah...

Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang di Kota Cirebon

Cirebon,- Hujan deras dengan angin kencang melanda wilayah Cirebon dan sekitarnya pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, (4/12/2021). Akibatnya, banyak pohon tumbang dan...

More Articles Like This