Kamis, 27 Januari 2022

Ini Sanksi Bila Membuang Sampah Sembarangan di Kota Cirebon

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Segera Beralih ke TV Digital, Berikut Rekomendasi Antena TV Digital Terbaik di Tahun 2022

Cirebon,- Berikut ini rekomendasi 12 antena TV digital agar dapat menikmati siaran TV digital. Namun untuk dapat menikmati siaran...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Cirebon,- Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon mengesahkan Raperda Pengelolaan Sampah, Jumat (31/8/2018).

Pengesahan perda terkait pengelolaan sampah, berlangsung di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi. Perda tersebut untuk mengatasi masalah lingkungan dan maraknya pembuangan sampah sembarangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Abdullah Syukur mengatakan bagi siapapun yang kedapatan membuang sampah sembarangan dan melanggar perda tersebut akan mendapatkan sanksi tegas.

Loading...
BACA YUK:  Situs Sumur Buah, Bukti Penyebaran Islam di Cirebon

“Bila kedapatan membuang sampah sembarangan, pelaku akan diberi sanksi, bahkan dipidana,” ujarnya kepada awak media.

Lanjut Syukur, dengan adanya peraturan baru tersebut, pihaknya selaku dinas teknis pengelolaan sampah merasa terbantu untuk meminimalisir pembuangan sampah secara ilegal.

“Karena, dalam perda ini dijelaskan lebih spesifik mengatur pengolaan sampah,” ungkpanya.

Sebelumnya, kata Syukur, masih mengunakan perda lama No. 16 tahun 2002 terkait kebersihan di Kota Cirebon. Perda lama tersebut, menurutnya masih dirasa kurang, karena agak sulit diterapkan di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Sampah, Yuliarso menjelasakan setrlah perda disahkan dapat memberikan efek jera kepada siapapun yang membuang sampah sembarangan.

“Apabila kedapatan membuang sampah sembarangan, pelaku bisa terkena operasi tangkap tangan (OTT) dan diberikan sanksi tegas,” ujarnya.

Pada perda baru tersebut, akan melibatkan Satpol PP Kota Cirebon dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mendata pelaku pembuangan sampah.

“Sanksi untuk pelaku pembuangan sampah sembarangan mulai dari pembayaran denda, pencabutan KTP, hingga dipidana,” tegasnya. (AC212)

BACA YUK:  Cegah Penimbunan Komoditas Pangan, Polres Cirebon Kota Bentuk Satgas Khusus
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tayang Hari ini, Cast Film Ben & Jody Ngobrol Sore di Kota Cirebon

Cirebon,- Pemeran utama film Ben & Jody karya Angga Dwimas Sasingko di bawah rumah produksi Visinema Pictures menggelar acara...

Elevated Track Railway di Kota Cirebon Sedang Dikaji, Butuh Rp 5.6 Triliun Sepanjang 7 KM

Cirebon,- Wali Kota Cirebon sudah mengusulkan terkait perlintasan kereta api sebidang kepada Menko Marves, Menteri Perekonomian, dan juga Menteri Perhubungan pada 30 Desember 2021...

Kota Cirebon Diusulkan Dibangun Elevated Track Railway

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon mengikuti rapat virtual bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT KAI Daop 3 Cirebon serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian...

Sekda Kota Cirebon Imbau Untuk Menunda Perjalanan ke Daerah Episentrum

Cirebon,- Untuk mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi meminta untuk menunda perjalanan keluar kota, terutama daerah episentrum. Saat...

More Articles Like This