Rabu, 21 Oktober 2020

Gali Potensi Hasil Hutan, West Java Forest Festival 2019 Kembali Digelar di Cirebon

Populer

Walikota Cirebon Menolak Wacana Perubahan Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda

Cirebon,- Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda mulai mencuat. Wacana tersebut muncul saat Kongres Sunda 2020...

Nakes RSD Gunung Jati Positif Covid-19, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Cirebon,- Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon memberikan penjelasan terkait penutupan sementara sejumlah pelayanan.Penutupan sementara untuk...

Wahana Permainan di Goa Sunyaragi Dibakar Orang, Ini Kata Pengelola

Cirebon - Sebuah wahana permainan yang berada di area Taman Air Goa Sunyaragi (TAGS) dibakar, Rabu pukul 03.00 WIB,...

Promo Tiket Goa Sunyaragi, Diskon 50% Untuk KTP Kota/Kabupaten Cirebon

Cirebon - Kabar gembira bagi masyarakat yang ingin liburan akhir pekan ke Goa Sunyaragi Kota Cirebon.Goa Sunyaragi menawarkan diskon...

8 Petugas Positif Covid-19, RSD Gunung Jati Tutup Sementara Pelayanan

Cirebon,- Sehubungan dengan kegiatan pelacakan kontak erat para pegawai yang terpapar Covid-19, Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota...

Cirebon,- Dalam rangka peningkatan wawasan masyarakat tentang pentingnya fungsi hutan, produk hasil hutan unggulan, meningkatkan nilai tambah produk hasil hutan, serta pemanfaatan hasil hutan lestari, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Produk Hasil Hutan Unggulan dan Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Hutan atau dengan nama lain “West Java Forest Festival 2019” (WJFF 2019).

Kegiatan West Java Forest Festival 2019 berlangsung selama satu hari di Atrium Utama Grage City Mall, Jalan Jend. A. Yani, Kota Cirebon, Sabtu (24/8/2019).

Gelaran Produk Hasil Hutan Unggulan dan Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Hutan ini merupakan kolaborasi pemangku kepentingan pembangunan sektor kehutanan melalui implementasi pendekatan pentahelix, ABCGM (Academic, Business, Community, Government, and Media).

Loading...

1. Memperkenalkan Hasil Hutan

Kepala UPTD Pelayanan Pengolahan Hasil Hutan, Endik Casdika yang juga panitia WJFF 2019 mengatakan yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan WJFF 2019 adalah untuk memperkenalkan kepada khalayak, bahwa hasil hutan bukan hanya kayu saja, tetapi ada hasil hutan bukan kayu (HBK) yang potensinya jauh lebih besar dari nilai kayu itu sendiri.

“Produk hasil hutan bukan kayu cukup beragam jenisnya, dan bisa dikembangkan serta diusahakan di luar kawasan hutan,” ujar Endik dalam sambutannya.

BACA YUK:  Mandiri Syariah Siap Bersinergi Ciptakan Bank Syariah Modern & Inovatif Untuk Nasabah

Sambutan Panitia WJFF 2019

Menurut Endik, hal ini sangat tepat bagi pemberdayaan masyarakat di desa sekitar hutan sebagai ladang usaha dan peluang bisnis yang mampu bersaing dan menguntungkan dari sisi bisnis dan meningkatkan pendapatan dalam rangka perbaikan ekonomi masyarakat.

“Sehingga, ketergantungan dan tekanan terhadap hutan menjadi berkurang,” ugkapnya.

2. Menggali Potensi Hasil Hutan

Sebagaimana visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin, dengan inovasi dan kolaborasi, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat terus mendorong upaya-upaya yang mengarah pada hutan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera.

“Salah satu upaya tersebut adalah dengan terus menggali potensi hasil hutan bukan kayu dengan mengembangkan usaha yang dilakukan oleh masyarakat desa sekitar hutan, seperti usaha jamur kayu dan madu,” bebernya.

Namun, kata Endik, permasalahan dalam bidang usaha perhutanan yang umumnya terkait dengan teknologi pengolahan, permodalan, akses pasar yang terbatas, dan pemanfaatan teknologi informasi yang belum tersampaikan.

Sambutan Kepala Dinas Perhutanan Provinsi Jawa Barat

“Berkenaan dengan hal tersebut, UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan Provinsi Jawa Barat berinisiasi dan memfasilitasi dengan adanya kegiatan gelar hasil hutan unggulan dan gelar teknologi hasil hutan di Jawa Barat,” jelasnya.

3. Rangkaian Kegiatan WJFF 2019

Gelar Produk Hasil Hutan Unggulan dan Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Hutan merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Barat yang ke-74 Tahun 2019.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut, tambah Endik, sebagai media silaturahmi dan informasi bagi multistakeholder kehutanan di Jawa Barat, sarana promosi, transaksi, negosiasi, edukasi dan transformasi baik pengetahuan, produk, teknologi, kelembagaan maupun program bidang kehutanan.

“Ini juga sebagai sarana meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hasil hutan kayu di Jawa Barat,” bebernya.

Adapun jenis kegiatan meliputi pameran pembangunan kehutanan, pameran produk hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu, talkshow, seminar, demo pengolahan produk kehutanan, lomba design produk hasil hutan, lomba-lomba yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan dan hutan, seni dan budaya, atraksi kehutanan, donor darah serta kuliner.

“Digelaran WJFF tahun ini ada lomba design produk hasil hutan yang merupakan terobosan baru dan sebelumnya belum pernah dilaksanakan,” terangnya.

Pihaknya berharap, kegiatan ini bisa menjadi intensitas kontinuitas pembangunan kehutanan akan selalu terjaga, terciptanya peningkatan nilai tambah produk hasil hutan dan kesempatan berusaha di sektor kehutanan, serta meningkatkan pendapatan petani hutan.

“Sehingga dapat mewujudkan Petani Juara dan Hutan Lestari menuju Jawa Barat Juara Lahir dan Batin,” harapnya.

4. Peserta yang Terlibat

Kegiatan Gelar Produk Hasil Hutan Unggulan dan Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Hutan/West Java Forest Festival 2019 merupakan agenda tahunan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

Pameran dikemas dalam bentuk galeri (Forest Galery) untuk menarik pengunjung, yang terdiri dari Program Pengembangan Kehutanan, Industri Hasil Hutan, Industri Kecil Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu, Komunitas Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Ciayumajakuning, Hobi Bidang Kehutanan, dan swasta, BUMN, serta BUMD.

“Semua yang terlibat di kegiatan ini ada sebanyak 40 peserta,” kata Endik.

Kegiatan ini juga bisa terlaksana atas dukungan dari WarnaWarni EO Cirebon, Rijal Aerobic Family (RAF), Satya Gaura Svara Choir, Skiddos Photography Community, PMI Kabupaten Cirebon, Mountoya, BT Batik Trusmi, Daihatsu, Hotel Satria, Gokana Ramen&Tepan, Ayam Gepuk Cipto, Hani’s Kukiss, Fish Skin Crackers, Klinik Estetika dr Affandi Cirebon, Garuda Indonesia Cargo, The Jungle Preanger Coffee, Tectona, Volker Studio, Kino, IAI Bunga Bangsa, dan Waterboom Grage City Mall.

About Cirebon juga merupakan salah satu media partner dalam kegiatan West Java Forest Festival 2019. (AC212)

BACA YUK:  Sejarah VCO, Tim Sepak Bola Zaman Kolonial Yang Bermarkas di Kota Cirebon
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bangkitkan Gairah Pariwisata di Cirebon, Warung Kopi Manis Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Cirebon,- Dalam rangka membangkitkan gairah sektor Pariwisata dan Kuliner, Warung Kopi Manis (WKM) menggelar kegiatan ngobrol bersama Pelaku Pariwisata,...

Tradisi Maulud di Keraton Kasepuhan Tetap Dilaksanakan, Namun Tidak Ada Undangan

Cirebon,- Jelang Maulud Nabi Muhammad SAW di tengah Pandemi Covid-19, Keraton Kasepuhan Cirebon tetap menggelar berbagai tradisi. Namun, tradisi tersebut tidak mengundang kerumunan.Menurut Direktur...

Kubur Dendam dan Benci, Demi Damai di Kota Wali

Cirebon,- Aremania dan Bonek. Siapa yang tak tahu rivalitas kedua suporter besar di Indonesia. Bentrokan sering terjadi antara Aremania dan Bonek. Februari lalu, kedua...

Telkomsel Perluas Pemerataan Akses 4G LTE Hingga Plosok

Jakarta,- Telkomsel berupaya untuk memastikan pemerataan ketersediaan akses broadband di seluruh penjuru negeri yang mampu memberdayakan masyarakat dalam menjalani kegiatan sehari-hari.Hal tersebut pun berlaku...

More Articles Like This