Jumat, 14 Agustus 2020

Gali Potensi Hasil Hutan, West Java Forest Festival 2019 Kembali Digelar di Cirebon

Populer

Inilah Tambahan 16 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah 16 kasus baru. Penambahan baru tersebut merupakan kasus ke-79 sampai...

8 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali

Cirebon,- Delapan orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 184.300, Senin...

Budidaya Ikan Dalam Ember Semakin Diminati di Tengah Pandemi⁣

Cirebon,- Budidaya ikan lele dan ikan patin merupakan salah satu peluang usaha dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Bahkan, untuk...

Sentosa Live Seafood Market Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Sentosa Live Seafood Market by Kharisma hadir di Kota Cirebon. Restoran Seafood hidup pertama di Kota Cirebon ini...

Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon Tembus 106 Kasus ⁣

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 6 kasus. Sehingga, kasus terkonfirmasi sampai hari ini, Rabu...

Cirebon,- Dalam rangka peningkatan wawasan masyarakat tentang pentingnya fungsi hutan, produk hasil hutan unggulan, meningkatkan nilai tambah produk hasil hutan, serta pemanfaatan hasil hutan lestari, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Produk Hasil Hutan Unggulan dan Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Hutan atau dengan nama lain “West Java Forest Festival 2019” (WJFF 2019).

Kegiatan West Java Forest Festival 2019 berlangsung selama satu hari di Atrium Utama Grage City Mall, Jalan Jend. A. Yani, Kota Cirebon, Sabtu (24/8/2019).

Gelaran Produk Hasil Hutan Unggulan dan Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Hutan ini merupakan kolaborasi pemangku kepentingan pembangunan sektor kehutanan melalui implementasi pendekatan pentahelix, ABCGM (Academic, Business, Community, Government, and Media).

Loading...

1. Memperkenalkan Hasil Hutan

Kepala UPTD Pelayanan Pengolahan Hasil Hutan, Endik Casdika yang juga panitia WJFF 2019 mengatakan yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan WJFF 2019 adalah untuk memperkenalkan kepada khalayak, bahwa hasil hutan bukan hanya kayu saja, tetapi ada hasil hutan bukan kayu (HBK) yang potensinya jauh lebih besar dari nilai kayu itu sendiri.

“Produk hasil hutan bukan kayu cukup beragam jenisnya, dan bisa dikembangkan serta diusahakan di luar kawasan hutan,” ujar Endik dalam sambutannya.

Sambutan Panitia WJFF 2019

Menurut Endik, hal ini sangat tepat bagi pemberdayaan masyarakat di desa sekitar hutan sebagai ladang usaha dan peluang bisnis yang mampu bersaing dan menguntungkan dari sisi bisnis dan meningkatkan pendapatan dalam rangka perbaikan ekonomi masyarakat.

“Sehingga, ketergantungan dan tekanan terhadap hutan menjadi berkurang,” ugkapnya.

2. Menggali Potensi Hasil Hutan

Sebagaimana visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin, dengan inovasi dan kolaborasi, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat terus mendorong upaya-upaya yang mengarah pada hutan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera.

“Salah satu upaya tersebut adalah dengan terus menggali potensi hasil hutan bukan kayu dengan mengembangkan usaha yang dilakukan oleh masyarakat desa sekitar hutan, seperti usaha jamur kayu dan madu,” bebernya.

Namun, kata Endik, permasalahan dalam bidang usaha perhutanan yang umumnya terkait dengan teknologi pengolahan, permodalan, akses pasar yang terbatas, dan pemanfaatan teknologi informasi yang belum tersampaikan.

Sambutan Kepala Dinas Perhutanan Provinsi Jawa Barat

“Berkenaan dengan hal tersebut, UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan Provinsi Jawa Barat berinisiasi dan memfasilitasi dengan adanya kegiatan gelar hasil hutan unggulan dan gelar teknologi hasil hutan di Jawa Barat,” jelasnya.

3. Rangkaian Kegiatan WJFF 2019

Gelar Produk Hasil Hutan Unggulan dan Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Hutan merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Barat yang ke-74 Tahun 2019.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut, tambah Endik, sebagai media silaturahmi dan informasi bagi multistakeholder kehutanan di Jawa Barat, sarana promosi, transaksi, negosiasi, edukasi dan transformasi baik pengetahuan, produk, teknologi, kelembagaan maupun program bidang kehutanan.

“Ini juga sebagai sarana meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hasil hutan kayu di Jawa Barat,” bebernya.

Adapun jenis kegiatan meliputi pameran pembangunan kehutanan, pameran produk hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu, talkshow, seminar, demo pengolahan produk kehutanan, lomba design produk hasil hutan, lomba-lomba yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan dan hutan, seni dan budaya, atraksi kehutanan, donor darah serta kuliner.

“Digelaran WJFF tahun ini ada lomba design produk hasil hutan yang merupakan terobosan baru dan sebelumnya belum pernah dilaksanakan,” terangnya.

Pihaknya berharap, kegiatan ini bisa menjadi intensitas kontinuitas pembangunan kehutanan akan selalu terjaga, terciptanya peningkatan nilai tambah produk hasil hutan dan kesempatan berusaha di sektor kehutanan, serta meningkatkan pendapatan petani hutan.

“Sehingga dapat mewujudkan Petani Juara dan Hutan Lestari menuju Jawa Barat Juara Lahir dan Batin,” harapnya.

4. Peserta yang Terlibat

Kegiatan Gelar Produk Hasil Hutan Unggulan dan Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Hutan/West Java Forest Festival 2019 merupakan agenda tahunan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

Pameran dikemas dalam bentuk galeri (Forest Galery) untuk menarik pengunjung, yang terdiri dari Program Pengembangan Kehutanan, Industri Hasil Hutan, Industri Kecil Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu, Komunitas Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Ciayumajakuning, Hobi Bidang Kehutanan, dan swasta, BUMN, serta BUMD.

“Semua yang terlibat di kegiatan ini ada sebanyak 40 peserta,” kata Endik.

Kegiatan ini juga bisa terlaksana atas dukungan dari WarnaWarni EO Cirebon, Rijal Aerobic Family (RAF), Satya Gaura Svara Choir, Skiddos Photography Community, PMI Kabupaten Cirebon, Mountoya, BT Batik Trusmi, Daihatsu, Hotel Satria, Gokana Ramen&Tepan, Ayam Gepuk Cipto, Hani’s Kukiss, Fish Skin Crackers, Klinik Estetika dr Affandi Cirebon, Garuda Indonesia Cargo, The Jungle Preanger Coffee, Tectona, Volker Studio, Kino, IAI Bunga Bangsa, dan Waterboom Grage City Mall.

About Cirebon juga merupakan salah satu media partner dalam kegiatan West Java Forest Festival 2019. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bupati Cirebon: Minta Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Cirebon,- Terus melonjaknya jumlah warga yang terkonfirmasi positif covid-19, membuat pemerintah pusat menekankan kepada pemerintah daerah, untuk tegas dalam...

Mobil Mikrobus yang Terlibat Kecelakaan di Tol Cipali Tidak Laik Jalan

Cirebon,- Mobil Mikrobus Elf yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 184.300 yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia tersebut tidak laik jalan.Berdasarkan...

Sopir Elf Ditetapkan sebagai Tersangka Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali ⁣

Cirebon,- Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cipali KM 184.300 pada hari Senin (10/8) lalu, Satlantas Polresta Cirebon sudah menetapkan satu...

42 Orang Sembuh Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah dua kasus. Sehingga, total keseluruhan sampai tanggal 13 Agustus 2020 mencapai 108 kasus terkonfirmasi.Dari...

Grab Cirebon Sosialisasi Layanan Grab Protect dari Kantor ke Kantor

Cirebon,- Di tengah pandemi, Grab terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan kenyamanan bagi para pelanggan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.Seperti yang dilakukan Grab Cirebon dengan...

More Articles Like This