FGD di Keraton Kasepuhan Bahas Membangun Budaya Nasional Berbasis Bahari

0
79
Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Budaya Nasional Berbasis Bahari” FGD di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (21/7/2018).

Cirebon,- Digital Media Research Center bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daeran (DPD) RI dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema “Membangun Budaya Nasional Berbasis Bahari” FGD berlangsung di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (21/7/2018).

Wakil Ketua I DPD RI, Nono Sampono mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi rutin melalui tema-tema penting yang berkaitan dengan tugas kelembagaan.

Aston Hotel

“Kali ini, kita sedang mengarah bagaimana membangun dan menumbuhkan kembali kekuatan, serta memperkokoh ketahanan budaya nasional, yang didalamnya termasuk bahari,” ujarnya usai kegiatan FGD.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini ada dua apsek besar, yang pertama sedang menginisiasi tentang adanya rancangan undang-undang perlindungan hak-hak masyarakat adat terkait ketahanan budaya.

Yang kedua, lanjut dia, menyongsong akan adanya kegiatan nasional, yaitu Festival Keraton Nusantara (FKN) yang diselenggaran di Sumenep pada bulan Oktober mendatang.

“Dari kegiatan ini kita mendapatkan masukan dari semua pihak, dan kesadaran kita semua akan dua hal penting. Yang pertama budaya kita harus dijaga dan dirawat, karena merupakan kekuatan kita memperkokoh jati diri bangsa Indonesia yang beragam,” bebernya.

“Kemudian kedua, budaya ini menjadi pintu terdepan untuk kemajuan bangsa atau sebaliknya, karena derasnya masuknya nilai-nilai budaya yang lain,” imbuhnya.

Kalau kita ingin modern, ingin maju, kata Nono, jangan mengubah kebudayaan kita yang berdasarkan kearifan lokal, yang menjadi warisan leluhur.

“Itulah warnanya Indonesia, Bung Karno mengatakan hancurnya sebuah bangsa karena kehilangan jati dirinya,” jelasnya.

Selain itu, terkait budaya maritim kita harus sadar, apalagi ada inisiasi yang kuat untuk membangun visi dan misi besar dari pemerintahan sekarang ingin membangun Indonesia sebagi poros maritim dunia.

“Suka tidak suka, Indonesia memiliki dua hal penting dalam sejarah peradaban manusia dan dunia, yaitu posisi strategisnya secara geopolitk,” terangnya.

Menurutnya, persilangan kepentingan Internasional ada di Indonesia, lalu sumber saya alamnya yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, harus kita mengambil inisiatif, kita sebagi poros, sebagai kekuatan.

“Bukan kita yang dipengaruhi, tapi kita harus mempengaruhi. Maka, kita harus bangun kekuatan itu,” tandasnya. (AC212)