Sabtu, 7 Desember 2019

FGD di Keraton Kasepuhan Bahas Membangun Budaya Nasional Berbasis Bahari

Populer

Percepat Pengembangan Dunia Digital, Cirebon Technopreneurship Hadir di Unwir Indramayu

Indramayu,- Cirebon Technopreneurship Goes to Campus se-Wilayah III Cirebon kembali digelar. Kali ini, giliran Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu menjadi...

Tengkorak Manusia Ratusan Tahun Ditemukan di Indramayu

Indramayu - Sesosok tengkorak kepala manusia ditemukan tak jauh dari area makam Raden Wirapati (Wiralodra II) atau Bupati Kedua...

Warga Harjamukti Kota Cirebon Bawa Pulang Mobil di HUT Grage Mall ke-23

Cirebon,- Memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-23 Grage Mall Cirebon, Grage Group menggelar berbagai rangkaian acara. Kegiatan diawali dengan kegiatan...

Ulang Tahun ke-13, Grage Hotel Cirebon Ganti Nama dan Logo

Cirebon,-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-13, Grage Hotel Cirebon menggelar acara syukuran yang berlangsung di area Lily...

Biznet Hadirkan Layanan NEO Web Space

Jakarta, Indonesia, 27 November 2019 – Sebagai bentuk dukungan bagi perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, Biznet...

Cirebon,- Digital Media Research Center bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daeran (DPD) RI dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema “Membangun Budaya Nasional Berbasis Bahari” FGD berlangsung di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (21/7/2018).

Wakil Ketua I DPD RI, Nono Sampono mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi rutin melalui tema-tema penting yang berkaitan dengan tugas kelembagaan.

“Kali ini, kita sedang mengarah bagaimana membangun dan menumbuhkan kembali kekuatan, serta memperkokoh ketahanan budaya nasional, yang didalamnya termasuk bahari,” ujarnya usai kegiatan FGD.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini ada dua apsek besar, yang pertama sedang menginisiasi tentang adanya rancangan undang-undang perlindungan hak-hak masyarakat adat terkait ketahanan budaya.

Loading...

Yang kedua, lanjut dia, menyongsong akan adanya kegiatan nasional, yaitu Festival Keraton Nusantara (FKN) yang diselenggaran di Sumenep pada bulan Oktober mendatang.

“Dari kegiatan ini kita mendapatkan masukan dari semua pihak, dan kesadaran kita semua akan dua hal penting. Yang pertama budaya kita harus dijaga dan dirawat, karena merupakan kekuatan kita memperkokoh jati diri bangsa Indonesia yang beragam,” bebernya.

“Kemudian kedua, budaya ini menjadi pintu terdepan untuk kemajuan bangsa atau sebaliknya, karena derasnya masuknya nilai-nilai budaya yang lain,” imbuhnya.

Kalau kita ingin modern, ingin maju, kata Nono, jangan mengubah kebudayaan kita yang berdasarkan kearifan lokal, yang menjadi warisan leluhur.

“Itulah warnanya Indonesia, Bung Karno mengatakan hancurnya sebuah bangsa karena kehilangan jati dirinya,” jelasnya.

Selain itu, terkait budaya maritim kita harus sadar, apalagi ada inisiasi yang kuat untuk membangun visi dan misi besar dari pemerintahan sekarang ingin membangun Indonesia sebagi poros maritim dunia.

“Suka tidak suka, Indonesia memiliki dua hal penting dalam sejarah peradaban manusia dan dunia, yaitu posisi strategisnya secara geopolitk,” terangnya.

Menurutnya, persilangan kepentingan Internasional ada di Indonesia, lalu sumber saya alamnya yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, harus kita mengambil inisiatif, kita sebagi poros, sebagai kekuatan.

“Bukan kita yang dipengaruhi, tapi kita harus mempengaruhi. Maka, kita harus bangun kekuatan itu,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme, Komunitas Sobat Anak dan Inspiration House Cirebon Gelar Nonton Bareng Film Susi Susanti Love All

Cirebon,- Komunitas Sobat Nusantara bekerja sama dengan Inspiration House menggelar nonton bareng film Susi Susanti Love All yang berlangsung...

Jadi Sarana Edukasi, Pangkalan TNI AL Cirebon Gelar Pameran Alutsista

Cirebon,- Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Cirebon menggelar Pameran Alutsista selama dua hari 7-8 Desember 2019, yang berlangsung di Grage City Mall, Jalan Jend....

Meningkatkan Kualitas Layanan, Dengan LinkAja Pedagang Pasar Gunung Sari Dapat Membayar Retribusi Secara Non Tunai

Cirebon,- Setelah sebelumnya mengimplementasikan digitalisasi retribusi di pasar tradisional pada berbagai daerah di Indonesia, kini LinkAja kembali mewujudkan komitmennya dalam digitalisasi transaksi dengan meluncurkan...

Cirebon Sebagai Pilot Project Sistem E-Retribusi Pakai QRIS

Cirebon,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon bekerja sama dengan Bank BJB dan Link Aja meluncurkan sistem pembayaran E-Retribusi di Pasar Tradisional Kota...

Angka Cerai Tinggi, Kemenag Cirebon Dorong Sertifikasi Pernikahan

Cirebon - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon meminta masyarakat untuk menanggapi wacana kebijakan sertifikasi pernikahan bagi calon pengantin tidak untuk menghambat pernikahan apalagi...

More Articles Like This