Sabtu, 18 September 2021

Bangkitkan Gairah Pariwisata di Cirebon, Warung Kopi Manis Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Cirebon,- Dalam rangka membangkitkan gairah sektor Pariwisata dan Kuliner, Warung Kopi Manis (WKM) menggelar kegiatan ngobrol bersama Pelaku Pariwisata, Selasa (20/10/2020).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati dan Owner Warung Kopi Manis Anton Octavianto, serta para pelaku industri kreatif yang ada di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Menurut Anton, kegiatan ngobrol bersama pelaku Pariwisata ini pihaknya ingin industri Pariwisata di wilayah Ciayumajakuning bisa kembali bangkit di tengah Pandemi Covid-19.

Loading...

“Di acara gathering mitra bisnis WKM ini kita ingin membangkitkan pariwisata Cirebon kembali, sehingga kita juga mengundang Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon,” ujar Anton kepada About Cirebon, Selasa (20/10/2020) petang.

BACA YUK:  Perpanjangan PPKM, Calon Penumpang di Bawah Umur 12 Tahun Masih Tidak Diperkenankan Naik KA

Menurut Anton, sudah hampir delapan bulan industri pariwisata, khususnya travel agent dan hotel mati suri. Oleh karena itu, kami berharap dengan kegiatan ini bisa kembali bangkit dua pariwisata.

“Untuk WKM sendiri, kegiatan yang diselenggarakan ini bisa nilai plus. Karena, para pelaku industri pariwisata bisa membawa tamunya kesini dan mudah-mudah Pandemi Covid-19 di Cirebon bisa kembali menjadi zona hijau atau biru,” ungkapnya.

Sebetulnya, kata Anton, event seperti ini selama Pandemi memang tidak pernah ada, sehingga mereka bisa bernostalgia. Apalagi, saat awal Pandemi WKM memang terkena dampaknya sekali yang akhirnya harus tutup.

“Tapi, secara perlahan mulai bangkit kembali dan kamipun tetap mengikuti protokol kesehatan dengan mengurangi kapasitas pengunjung. Yang normalnya bisa 150 pengunjung, paling hanya 80 pengunjung saja,” bebernya.

Selain itu, tambah Anton, untuk membangkitkan kembali potensi wisata di Cirebon, WKM akan menggelar acara Gowes Kota Pusaka bila Pemda Kota dan Kabupaten Cirebon Menyetujui.

“Karena kegiatan ini melibatkan Kota dan Kabupaten Cirebon, Insyaallah kita akan buat event Gowes Kota Pusaka dan rencananya akan memecahkan rekor MURI. Rencananya secepatnya, kalau Pandemi ini sudah berakhir,” tanda Anton.

BACA YUK:  Temuan Pecahan Keramik di Alun-alun Kasepuhan Diduga Berusia Ratusan Tahun

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati menyambut baik dengan diselenggarakannya kegiatan gathering para pelaku pariwisata.

“Saya sangat mengapresiasi para pelaku pariwisata. Mereka (pelaku pariwisata) ingin sekali untuk menaikan Cirebon sebagai kota wisata dengan cara apapun,” ujarnya.

Sayangnya, menurut Fitria, kondisi saat ini diluar jangkauan kita semua yakni Pandemi Covid-19. Fitria berharap, dengan selesainya Pandemi Covid-19 pelaku Wisata bisa kembali bekerja dan Kota Cirebon bisa mendapatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) lebih banyak lagi dari Pariwisata.

“Penyumbang PAD terbesar di Kota Cirebon adalah pariwisata. Terutama sektor perhotelan, retribusi, dan juga kuliner,” paparnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, kata Fitri, pada prinsipnya kedepan akan saling sinergi antara pemerintah dengan para pelaku wisata.

“Di bulan November kita akan mengundang para pelaku wisata ini untuk bisa hiring di DPRD. Sehingga, kita bisa mengetahui apa yang mereka inginkan dan untuk membangun kota Cirebon kedepan,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Pemkab Cirebon Targetkan Bebas Sampah di 2024

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk melakukan penanganan terkait sampah. Bahkan, Pemkab Cirebon menargetkan tahun 2024 wilayah Kabupaten...

Gandeng Punakawan, Sosialisasikan Pentingnya Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Cirebon,- Satpol PP Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Caranya dengan melibatkan tokoh pewayangan...

Wanita Cantik Asal Cirebon Ini Memiliki Segudang Prestasi Biliar

Cirebon,- Cantik dan pintar bermain biliar, itulah gambaran yang cocok bagi Nony Krystianti Andilah. Wanita berkulit putih asal Cirebon ini memiliki segudang prestasi di...

Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Cirebon,- Meetime Rasain Cirebon membuka cabang ketiganya di Jalan Perjuangan – Majasem No. A2 Kota Cirebon (tepatnya di depan halaman Sempoa SIP) pada Jum’at,...

More Articles Like This