Selasa, 26 Oktober 2021

Musim Gadu, Harga Gabah Kering di Cirebon Alami Kenaikan

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Yayasan Wani Amal Cirebon Gelar Khitan Massal

Cirebon,- Sebanyak 30 anak mengikuti Khitan Massal 2021 yang digelar oleh Yayasan Wani Amal (YWA) Cirebon, Selasa (19/10/2021). Kegiatan...

Obim Village & Cafe Resto Tawarkan Suasana Pedesaan di Bawah Kaki Gunung Ciremai

Kuningan,- Obim Village & Cafe Resto menghadirkan konsep yang berbeda dari yang lain. Dengan pedesaan, Obim Village ini menyuguhkan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Cirebon,- Panen Padi saat musim Gadu atau musim kemarau di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon alami peningkatan saat musim hujan.

Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Panguragan Kulon, Amrin mengatakan bahwa untuk musim panen Gadu sekarang ada peningkatan untuk per hektar dibanding musim rendeng (penghujan).

BACA YUK:  Bupati Cirebon: Praktik Pungli Dinilai Merusak Sendi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara

“Saat musim rendeng panen perhektar hanya sekitar 7 ton. Sedangkan musim Gadu sekarang bisa 8 ton perhektar,” ujar Amir, Selasa (20/10/2020).

Loading...

Selain hasil panen yang meningkat, Amir menjelaskan harga gabah kering juga mengalami kenaikan, yang sebelumnya Rp. 4.500 perkilogram, sekarang harga gabah kering Rp. 5.400 perkilogram.

“Kalau sekarang harga gabah kering sudah melebihi HPP (harga pokok penjualan) pembelian pemerintah Rp. 5.400 perkilogram,” ungkapnya.

Mengenai jenis padi yang ditanam oleh petani di Kecamatan Panguragan menggunakan varietas Padi Inpari 32. Karena, menurut Amir, jenis padi tersebut menguntungkan bagi petani dan meningkat.

“Selain menguntungkan, untuk masa tanam varietas padi Inpari 32 ini 90 harian lebih pendek dan lebih menghasilkan untuk petani,” tandasnya. (AC212)

BACA YUK:  Personel Berprestasi, Kapolresta Cirebon Beri Penghargaan
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap...

Peringati Bulan Inklusi, OJK Cirebon Gelar Vaksinasi dan Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar

Cirebon,- Memperingati Bulan Inklusi Keuangan 2021, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Kantor OJK Regional 2 Jawa Barat, Kantor OJK Tasikmalaya dan PT...

PCNU Kota Cirebon Resmi Dilantik, Wali Kota Cirebon Didaulat Jadi Mustasyar

Cirebon,- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon masa khidmat 2021-2026 resmi dilantik, Senin (25/10/2021). Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Islamic Center, Masjid Raya...

Tingkatkan Kesadaran Hukum, Tim Unpad di Trusmi Manfaatkan QR Code sebagai Motif Batik

Cirebon,- Transformasi digital pada era industri 4.0 yang tengah terjadi membuat manusia harus melakukan adaptasi atau penyesuaian kehidupan dalam berbagai bidang dengan pemanfaatan Teknologi...

More Articles Like This