Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship menjadi Pilot Project Program KPw BI Cirebon


Bandung, 28 November 2017,- Salah satu program dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon yang menjadi pilot project adalah Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship. Program ini dalam kaitannya untuk memperdayakan masyarakat, khususnya mendorong pengembangan usaha kecil dan mikro.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Cirebon, Rawindra Ardiansah mengatakan, yang melatarbelakangi adanya Pesantren At-Taqwa Digitalpreneuship yaitu, pertumbuhan ekonomi di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) relatif kondusif, namun belum berdampak signifikan pada pemerataan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari jumlah penduduk miskin dan pengangguran yang masih cukup tinggi.

BACA YUK:  Terima Nota Pengantar LKPJ Wali Kota Tahun 2021, DPRD Kota Cirebon Tetapkan Pansus

” Pada tahun 2016 total jumlah penduduk miskin di Ciayumajakuning mencapai 800 ribu penduduk,” ujarnya saat memberikan materi di kegiatan Workshop Wartawan Ekonomi wilayah kerja KPw BI Cirebon di Bandung, Selasa (28/11/2017).

[Baca ya : Jalin Sinergitas, BI Cirebon Gelar Workshop Wartawan Ekonomi di Bandung]

Oleh karena itu, kata Rawindra, perlu adanya pemberdayaan ekonomi kreatif dan usaha-usaha yang berbasis digital dan masih belum berkembang d iwilayah Ciayumajakuning. Peran ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap perekonomian nasional.

BACA YUK:  Arus Balik Lebaran 2022, Jalur Arteri Terjadi Peningkatan Volume Kendaraan

“Maka dari itu, perlunya meningkatkan pengembangan kewirausahaan digital di wilayah Ciayumajakuning sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Pesantren At-Taqwa Digitalpreneuship diikuti 20 anak-anak muda yang terpilih dan program ini benar-benar mempunyai kapasitas dan kualitas terkait bidang teknologi bisnis online. Program yang berlangsung sejak bulan April 2017, akan berakhir pada bulan Desember 2017.

Lanjut dia, pilot project ini dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk menciptakan Young Entrepreuner Muslim yang berkarakter Islami, mandiri, profesional serta menguasai dunia wirausaha online.
Selain itu mempunyai misi untuk membentuk pendidikan pesantren yang berorientasi pada pembentukan karakter (kepribadian Islami) dan peningkatan life skill (kecakapan hidup) dalam bentuk kewirausahaan berbasis online.

BACA YUK:  Mulai 7 Maret, Pemerintah Uji Coba Bali Bebas Karantina untuk PPLN

Ia menambahkan, peserta At-Taqwa Digitalpreuneurship menghasilkan total omzet sampai dengan 100 juta perbulan. Santri tersebut bekerja sama dengan kurang lebih 30 mitra UMKM dengan menjual varian produk seperti sandang dan kecantikan secara online.

“Sejak empat bulan terakhir, omzet tersebut naik menjadi Rp. 348 juta yang dibentuk menjadi 5 tim, dengan keuntungan mencapai Rp. 178 juta,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 11 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.