Mantan Pemain Liverpool Gunakan Batik Mega Mendung

Jakarta,- Mantan pemain Liverpool Patrik Berger, Roy Evans, Jason McAteer, dan Gary McAllister menyapa penggemarnya di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Seperti yang dikutip About Cirebon dari detiksport, kehadiran mantan pemain Liverpool ini menjadi bintang tamu dalam rangkaian acara LFC World yang diselenggarakan dari 8 hingga 10 Maret di Mall Taman Anggrek.

Saat ingin naik ke atas panggung untuk jumpa pers, keempat mantan pemain Liverpool ini mendapatkan hadiah baju batik mega mendung khas Cirebon dan ikat kepala dari salah satu fans asal Cirebon, Iyan Rahadiyan.

BACA YUK:  Menjadi Pionir untuk Kebangkitan Umat

“Sangat senang berada di sini, apalagi memakai pakaian khas ini. Saya harap semua bisa menjalani waktu yang baik di sini,” tutur Evans pada konferensi pers.

Sementara itu, Iyan Rahadiyan saat dihubungi About Cirebon melalui sambungan telpon mengatakan, Alhamdulillah masih berkesempatan berkarya mengangkat hasil seni dan budaya Indonesia, khususnya Kota Cirebon dengan memperkenalkan Batik Mega Mendung khas Cirebon yang dipadukan oleh logo Liverpool yaitu Liver Bird.

“Saya diminta oleh BIGREDS (Komunitas Fans Liverpool Indonesia) untuk merancang khusus, baik kenang-kenangan maupun mendandani pemain legend Liverpool,” katanya.

BACA YUK:  Info Loker : Hotel Horison Ultima Kertajati

Lanjut dia, pemberian batik ini sudah yang kesekian kalinya, sebelumnya sudah memberikan desain khusus Liverpool kepada para legend, saat Liverpool datang ke Indonesia beberapa tahun lalu.

“Saya juga memberikan ikat kepala dengan motif mega mendung khas Cirebon, dan lukisan kaca untuk kenang-kenangan kepada mereka,” ungkapnya.

Iyan Rahadiyan merupakan pengurus Dewan Kesenian Daerah Kota Cirebon, Wakil Ketua HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) Kota Cirebon, dan juga Sekjen AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) Kota Cirebon.

BACA YUK:  Pentingnya Rencanakan Pendidikan Anak Sejak Dini, Berikut Beberapa Hal yang Harus Disiapkan Menurut Qoala

Iya berharap, agar semua generasi muda dapat mencintai budaya sendiri dan bisa mengangkat potensi daerah, seni budaya daerah ke kancah nasional atau internasional. (AC212)

(Dilihat: 24 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.