Senin, 24 Januari 2022

WNA Asal Tiongkok Dirawat di Ruang Isolasi Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Mulai Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, ini Kata Sekda Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang....

Cirebon,- Khawatir akan virus corona, seorang wanita Warga Negara Asing (WNA) asal Provinsi Hubei, Tiongkok atas nama XC (25) harus di rawat diruang isolasi Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ), Kota Cirebon.

Pasien datang ke Rumah Sakit Gunung Jati, pada hari Selasa (4/2) sekitar pukul 11.00 WIB dengan keluhan demam, batuk, sakit tenggorokan namun tanpa disertai sesak nafas.

Direktur Rumah Sakit Daerah Gunung Jati, dr. Ismail Jamaludin menjelaskan karena pasien berasal dari Hubei dan khawatir akan virus corona, maka pihak rumah sakit menempatkan pasien XC di ruang isolasi RSDGJ.

Loading...

“Kemarin kita sudah lakukan tindakan laboratorium dan pemeriksaan rontgen, serta kita juga sudah melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti Litbangkes, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Cirebon, KKP, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,” ujar Ismail saat jumpa pers di RSDGJ, Rabu (5/2/2020).

BACA YUK:  Forum Pengada Layanan Apresiasi Atas Diresmikan RUU TPKS

Lanjut Ismail, hasil koordinasi Rumah Sakit Gunung Jati dengan unit-unit yang terkait, maka akan dilakukan pemeriksaan swab atau apus dari tenggorakan dan hidung pasien.

“Rencananya hari ini pasien akan diambil sampel swab nasofaring, sputum, dan serum oleh Badan Peneliti dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta,” ungkapnya.

Sampai saat ini, kata Ismail, kondisi klinis pasien masih stabil, tidak ada masalah. Mulai dari tensi, nadi, dan semuanya masih dalam batas normal. Bahkan suhu pasien sudah menurun 36,6 derajat.

Sementara itu, dokter Penanggung Jawab Pasien XC, dr. Syifa Imelda Sp.P menjelaskan pasien XC datang ke Rumah Sakit Gunung Jati dengan kondisi mengeluh demam, dan pemeriksaan suhunya masih dalam batas normal.

“Pasien dalam pengawasan ini mengeluh batuk, sakit tenggorokan, demam, namun tidak mengeluh sesak,” ujarnya.

BACA YUK:  Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama, Kerukunan Umat Beragama di Kota Cirebon Sudah Baik

Setelah itu, lanjut Syifa, pasien dilakukan pemeriksaan rontgen torak dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan darah dalam batas normal, fungsi hati dan ginjal juga dalam batas normal.

“Sementara dari hasil rontgen dadanya masih dalam batas normal, tidak terlihat gambaran promonia,” jelasnya.

Sampai saat ini, kata Syifa, pasien XC masih dilakukan observasi dan kondisi klinisnya masih stabil, keluhan tidak ada yang berubah. Tetapi masih ada sedikit batuk dan sakit tenggorokan.

“Menurut pasien sudah tidak terlalu mengganggu,” terangnya.

Sesuai dengan protap dari Kemenkes, kata Syifa, pasien masih dalam pengawasan, maka masih diperlakukan dirawat di ruang isolasi sampai menunggu hasil pemeriksaan swab nasofaring.

Sekedar diketahui, Pasien XC tiba di Indonesia pada tanggal 1 Februari 2020 dalam rangka belajar tari di Desa Barisan, Losari, Kabupaten Cirebon dengan 4 temannya.

Menurut keterangan, yang bersangkutan sebelum berangkat ke Indonesia pada tanggal 31 Januari 2020 memang sudah mengeluh tidak enak badan.

Kemudian, setelah tiba di Cirebon pada 1 Januari 2020 yang bersangkutan sempat belajar tari dan pada tanggal 3 Februari mengeluh sakit dan dibawa ke Rumah Sakit Gunung Jati pada hari Selasa (4/2). (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Peduli Banjir Waled, DPC PKB Kabupaten Cirebon Dirikan Posko

Cirebon,- Banjir yang menggenang di wilayah Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu menyita banyak perhatian masyarakat, tak terkecuali...

Cegah Penyebaran Omicron, Goa Sunyaragi Perketat Protokol Kesehatan untuk WNA

Cirebon,- Badan Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi (BPTAGS) memperketat wisatawan asing atau WNA yang hendak berkunjung ke objek wisata Goa Sunyaragi. Pengetatan turis asing...

Terus Kembangkan dan Lindungi UMKM, Batur Mba Wulan Gelar Acara “Ngopi”

Cirebon,- Sebagai wujud komitmen dan kepedulian akan pengembangan UMKM di Wilayah Cirebon, BMW (Batur Mba Wulan) menggelar diskusi bareng lewat Ngopi (Ngobrol Hepi) Bareng...

Hujan Deras di Kota Cirebon, Tumbangkan Pohon dan Timpa Pengendara

Cirebon,- Hujan deras dan angin kencang melanda Kota Cirebon pada Minggu sore, (23/01/2022) mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Cipto Kota Cirebon dan menimpa pengendara...

More Articles Like This