Kamis, 29 Oktober 2020

Warga Kota Cirebon Kembali Dapatkan Bantuan Sosial dari Pemprov Jabar

Populer

Momen Mengharukan Saat Wisuda, Seorang Ayah Gantikan Wisuda Anaknya yang Meninggal

Cirebon,- Sebanyak 803 wisudawan/ wisudawati program Sarjana dan Magister Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Kota Cirebon mengikuti acara wisuda...

Warga Cirebon Budidaya Ikan Cupang Hingga Dijual ke Luar Negeri

Cirebon,- Budidaya ikan cupang kini semakin diminati di Indonesia. Pasalnya, bisnis ikan cupang ini sangat menjanjikan omset hingga ratusan...

Mulai Besok Pembatasan Aktivitas Masyarakat di Kota Cirebon Dicabut

Cirebon,- Pembatasan aktivitas masyarakat di Kota Cirebon rencananya akan berlangsung sampai 31 Oktober 2020. Namun, Walikota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga...

Wali Kota Cirebon Berikan Rekomendasi Pembukaan Bioskop di Kota Cirebon

Cirebon,- Wali Kota Cirebon Drs. Nashrudin Azis telah memberikan surat rekomendasi terkait pembukaan bioskop di Kota Cirebon. Penyerahan tersebut diberikan...

Cirebon,- Bantuan sosial untuk warga Kota Cirebon telah disalurkan. Bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahap kedua juga telah disetujui.

Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis mengatakan Kota Cirebon telah menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga terdampak Covid-19. Bahkan bantuan sosial tahap kedua dari Provinsi Jabar telah disetujui.

“Bantuan untuk warga Kota Cirebon yang terdampak Covid-19 telah disalurkan,” ujar Azis usai rapat koordinasi terkait dampak sosial ekonomi akibat Covid-19 di Ruang Adipura, Balai Kota Cirebon, Senin (4/5/2020) kemarin.

Loading...

Lanjut Azis, untuk bantuan sosial tahap kedua telah disetujui oleh Pemprov Jabar dan dinas terkait telah melakukan perbaikan data.

“Perbaikan data penerima bantuan telah dikirim ke Pemprov Jawa Barat. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa membantu keluarga yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19,” ungkapnya.

BACA YUK:  Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Cirebon yang Viral, Ini Kata Direktur RSD Gunung Jati

Sementara, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Iing Daiman menjelaskan jika bantuan sosial untuk keluarga terdampak Covid-19 yang bersumber dari APBD Kota Cirebon telah disalurkan 30 April 2020 lalu.

Bansos ditujukan untuk 7.575 rumah tangga sasaran (RTS) yang dikelola oleh dua dinas. Untuk DSPPA Kota Cirebon menyerahkan uang tunai sebesar Rp 200 ribu selama tiga bulan, dimulai April, Mei dan Juni untuk 5.375 RTS di Kota Cirebon.

“Sedangkan bantuan sosial yang dikelola oleh Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon diperuntukkan bagi 2.200 RTS dengan bantuan 15 kg beras selama 3 bulan juga,” ujar Iing.

Pada kesempatan itu Iing juga menjelaskan bantuan gubernur non DTKS telah disetujui. Dari pengajuan 35.460 yang diusulkan oleh RT, RW dan kelurahan di Kota Cirebon yang disetujui oleh Pemprov Jabar untuk mendapatkan bantuan tahap kedua sebanyak 14.131 RTS.

BACA YUK:  Hasil Rapid Test, 25 Pengunjuk Rasa di Kota Cirebon Reaktif ⁣

“Berarti masih ada selisih, yaitu RTS yang belum menerima bantuan sosial dari gubernur tahap kedua,” ungkap Iing.

Seperti diketahui, untuk bantuan tahap pertama telah disalurkan untuk 874 RTS yang datanya berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Untuk yang belum mendapatkan bantuan, DSPPA Kota Cirebon mengusulkan bantuan ke Kemensos. Namun, lanjut Iing, Pemkot Cirebon hanya mengusulkan sebanyak 14.598 RTS sesuai dengan kuota yang dimiliki Kota Cirebon dari Kemensos.

“Ini berarti masih terdapat sisa RTS yang belum mendapatkan bantuan sosial. Bagi yang belum menerima bantuan menurut Iing terdapat kendala diantaranya data yang tidak valid,” jelasnya.

“Kevalidan data menjadi permasalahan saat pengajuan bansos ke provinsi,” tambah Iing.

Untuk Pemda Kota Cirebon saja, kata Iing saat usulan masyarakat direkap oleh Provinsi Jabar dan dilakukan pemadanan ke pemerintah pusat, dari 35.460 RTS yang diajukan, yang valid hanya 64,64 persen. Namun Iing juga mengungkapkan jika Pemda Kota Cirebon juga tidak tahu letak data yang tidak valid itu dimana.

“Yang 6.731 dianggap tidak valid oleh pemerintah provinsi dan pusat, tapi ketidakvalidannya apa, saya kurang faham,” ungkap Iing.

BACA YUK:  Kapolresta Cirebon Prediksi Arus Lonjakan Volume Kendaraan di Gerbang Tol Palimanan Terjadi Malam ini Sampai Pagi

Untuk RTS yang belum mendapatkan bantuan menurut Iing akan diusahakan mendapatkan bantuan dari pintu lain. Yaitu dari BPBD melalui dana CSR.

“Seperti diketahui, berdasarkan surat dari KPK, dana bantuan pihak ketiga termasuk CSR bisa dikelola melalui BPBD,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Hari Sumpah Pemuda, KNPI Kabupaten Cirebon Gelar Berbagai Kegiatan

Cirebon,- Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda tahun 2020, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Cirebon...

Oktober 2020, Satgas Waspada Investasi Blokir 206 Fintech Lending Ilegal dan 154 Entitas Tanpa Izin

Jakarta,- Satgas Waspada Investasi (SWI) terus meningkatkan upaya penindakan fintech peer to peer lending ilegal serta penawaran investasi dari entitas yang tidak berizin melalui...

Mandiri Syariah Selenggarakan Program Ketahanan Pangan di Lingkungan Pesantren

Cirebon,- Mengimplementasikan Program Pemberdayaan Pondok Pesantren sebagai Ekosistem Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia, Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Region IV Bandung dan...

Maknai Sumpah Pemuda, Telkomsel Gelar Digital Creative Millennials 2020

Jakarta,- Telkomsel kembali menghadirkan program berbasis digital sebagai wadah untuk memacu kewirausahaan di segmen youth atau millennial. Program yang diberi nama Digital Creative Millennials 2020...

More Articles Like This