Selasa, 30 November 2021

Wantannas Kunjungi Kota Cirebon Terkait Manajemen Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Catat Tanggalnya, TDA Cirebon Gandeng Lintas Institusi Gelar Pesta Wirausaha dan Vaksinasi

Cirebon,- Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Cirebon bersama Polres Cirebon Kota, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan komunitas lainnya akan...

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis menerima Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Republik Indonesia (RI) di ruang Kanigaran, Balai Kota Cirebon, Rabu (24/11). Dalam pertemuan tersebut, Azis menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon telah melakukan berbagai upaya penanggulangan dampak perubahan iklim.

“Kunjungan dewan ketahanan nasional yang dipimpin oleh Mayjen TNI Hatta ini berkah buat kita. Dengan kunjungan ini Pemda Kota Cirebon bisa mendapatkan banyak masukan untuk penanggulangan perubahan iklim,” ujar Azis.

Menurut Azis, dengan kunjungan ini, permasalahan yang terjadi di Kota Cirebon bisa didengar langsung oleh mereka. Sehingga bisa langsung disampaikan kepada pemerintah pusat.

Loading...

Pada kesempatan itu Wali Kota juga menjelaskan sudah banyak yang dilakukan Pemda Kota Cirebon dalam bidang lingkungan hidup, sampah hingga perubahan iklim. Saat ini, penerimaan hibah pengolahan sampah dari pemerintah Jerman juga tengah berproses.

BACA YUK:  Kota Cirebon Masuk Level 1 PPKM, DPRD Kota Cirebon Apresiasi Kerja Keras Pemkot

Sementara itu, Mayjen TNI Moh Hatta Usmar Rukka, Deputi Bidang sistem Nasional Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) menjelaskan kunjungan kerja mereka menyisir 3 daerah di pantura. Masing-masing Kota Cirebon, Pekalongan dan Demak. Tujuannya untuk mendapatkan data dan fakta di lapangan.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk mendapatkan data dan fakta di lapangan. Kami melakukan kunjungan di tiga daerah di wilayah Pantura, Cirebon, Pekalongan dan Demak,” ujarnya.

Dari data tersebut, lanjut Hatta, akan dibahas dalam sidang untuk merancang strategi nasional. Fenomena lingkungan hidup saat ini luar biasa. Bahkan bisa menjadi ancaman faktual terhadap keamanan nasional.

“Jika tidak segera ditanggulangi maka berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu turun ke lapangan selama dua hari untuk membuktikan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Kedatangan mereka diantaranya untuk melihat manajemen pengolahan sampah dan penanggulangan lingkungan hidup yang sudah dilakukan di Kota Cirebon. Kota Cirebon memiliki visi Sehati kita wujudkan Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah.

BACA YUK:  Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Cirebon D-3 Kebidanan Angkatan XIII Diwisuda

Pembangunan di bidang lingkungan hidup masuk pada misi ketiga yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana umum berwawasan lingkungan. Misi ini diemban oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Adapun upaya terkait pengendalian dampak perubahan iklim dan sampah yang dilakukan di antaranya program kampung iklim (proklim) yang sudah dilakukan di 14 RW. Proklim ini juga sudah diarahkan ke semua RW di Kota Cirebon. Melalui program dari Kementerian Lingkungan Hidup ini RW 08 Merbabu Asih, Kelurahan Larangan menjadi satu-satunya daerah yang mendapatkan tropi proklim lestari pada 2018 lalu.

Untuk program pelayanan persampahan dan kebersihan, Kota Cirebon di antaranya memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) Kopiluhur dengan luas 4,2 hektar, tempat pembuangan sampah sementara yang aktif sebanyak 17 unit serta TPS mobile sebanyak 2 unit. Untuk mengurangi volume sampah langsung dari sumbernya, Kota Cirebon sudah memiliki 25 unit bank sampah serta pusat daur ulang di Dukuh Semar dengan kapasitas 5 ton perhari.

Sedangkan aksi adaptasi perubahan iklim penanganan longsor dan banjir telah dibuatkan lubang biopori sebanyak 310 titik dan sumur resapan di 27 titik. Penampungan air hujan (PAH) juga telah dibuat beberapa warga lengkap dengan sumur penampungnya. Di kawasan pesisir telah dilakukan penanaman mangrove hingga memisahkan sampah organik dan non organik di kawasan pesisir Kota Cirebon. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenaikan Harga Minyak Goreng Harus Diredam

Jakarta,- Gejolak kenaikan harga minyak goreng hingga akhir tahun diprediksi masih terus merangkak naik. Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik...

Ratusan ASN di Kota Cirebon Dapat Anugerah Satyalancana Karya Satya

Cirebon,- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberikan anugerah kepada 218 Aparatur Sipil Negara (ASN). Anugerah...

Hadirkan Program Yes Preneur, Anis Matta: UMKM Masa Depan dan Pilar Ekonomi Indonesia

Cirebon,- Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta bersama rombongan terus melakukan roadshow ke berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, Ketua Umum bersama rombongan mengunjungi...

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27 -28 November 2021 di Lapangan...

More Articles Like This