Wali Kota Cirebon: Audit Internal yang Paling Penting Nawaitunya

Cirebon,- Buntut dari pasien yang menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon hingga 11 jam tersebut, rumah sakit akan melakukan evaluasi dengan audit klinis. Dengan audit klinis ini, pihak rumah sakit akan menemukan berbagai faktor, seperti sarananya, regulasinya, SDM dan lainnya.

Bahkan DPRD Kota Cirebon akan mengusulkan kepada BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk melakukan audit di RSD Gunung Jati.

Menanggapi RSD Gunung Jati Kota Cirebon yang akan melakukan audit klinis, Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis mengapresiasi langkah tersebut. Menurut Azis, audit bisa dijalankan tidak hanya di rumah sakit, namun bisa juga di dinas-dinas.

BACA YUK:  Hadiri Pembukaan TTGN XXIII 2022, Wagub Jabar: Sudah Tidak Ada Desa Tertinggal di Jabar

“Audit internal adalah sesuatu niat yang baik dan bisa dilakukan bukan hanya di rumah sakit. Tapi di dinas-dinas lain bisa saja mengajukan kepada instansi berwenang melakukan audit internal,” ujar Azis saat ditemui About Cirebon di Balaikota Cirebon, Jumat (26/8/2022).

“Yang paling penting Nawaitunya. Sekali saya tegaskan apa yang diusulkan untuk audit internal itu adalah yang baik dan itu bukan saja di RS Gunung Jati, tapi di semua instansi,” sambung Azis.

Menurut Azis, yang paling penting dari audit internal ini adalah Nawaitunya. Sehingga, kata Azis, jangan sampai ada Nawaitu balas dendam, Nawaitu yang buruk di dalam menjalankan tupoksi masing-masing.

BACA YUK:  Banyak Permintaan, 8 Bayi Lahir di RSIA Cahaya Bunda Cirebon Tepat Tanggal 10/10/2022

“Ini yang menjadi catatan saya. DPRD adalah sebuah lembaga yang memiliki hak untuk melakukan permohonan audit internal di semua instansi di Kota Cirebon,” tegas Azis.

Azis terus menegaskan bahwa, untuk melakukan audit ini yang paling utama adalah Nawaitunya. Menurut Azis, hati dan pikiran kita harus bersih didalam menjalankan tugas.

“Jadi, bukan sesuatu yang didorong karena emosional, karena sesuatu yang didorong oleh emosional hasilnya akan tidak baik,” tutupnya. (HSY)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *