Wakil Wali Kota Cirebon Bagikan Kartu Identitas Anak, Ini Kegunaannya

0
257

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) membagikan ribuan Kartu Identitas Anak (KIA), Kamis (31/1/2019).

Pembagian KIA yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Hj. Eti Herawati, sekaligus dengan pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).

Aston Hotel

1. Sudah 6.000 KIA

Eti Herawati mengatakan, Disdukcapil Kota Cirebon telah merampungkan pencetakan KIA sebanyak 6.000 kartu dari total target 11.000 kartu.

“Kami akan terus dorong Disdukcapil Kota Cirebon untuk menyelesaikan pencetakan KIA, agar bisa mencapai target,” ujarnya.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

2. Kegunaan KIA

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Jawa Barat, Heri Suherman menjelaskan Nomor Induk Kependudukan (NIK) termasuk yang ada dalam KIA akan menjadi identitas siswa didik di sekolah mulai tingkat SLTA ke bawah untuk menggantikan nomor induk siswa.

“Semua warga Negara diwajibkan memiliki NIK, tidak hanya yang berusia 17 tahun ke atas, tetapi yang baru lahir juga wajib punya KIA,” beber Heri.

3. Secara Bertahap

Heri menjelaskan, untuk kota dan kabupaten di Jabar hampir setengahnya telah mencanangkan GISA dan meluncurkan KIA.

“Adapun, yang belum mencanangkan dan meluncurkan KIA saat ini telah mempersiapkan diri.

“Secara bertahap seluruh kota dan kabupaten di Jabar akan me-launching KIA dan pencanangan GISA,” kata Heri.

4. Empat Hal GISA

Mengenai Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan, Eti menuturkan gerakan ini bisa terlihat dengan empat hal, mulai dari sadar akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan, pentingnya pemanfaatan dokumen kependudukan, pentingnya pemutakhiran data kependudukan dan pentingnya pelayanan administrasi kependudukan.

“Pelayanan kependudukan dituntut tidak berhenti melakukan inovasi dan program demi layanan yang lebih baik,” beber Eti.

5. Inovasi Disdukcapil Klakon

Lanjut Eti, Disdukcapil Kota Cirebon telah menghadirkan inovasi dalam hal pelayanan kependudukan. Inovasi tersebut yaitu Disdukcapil Klakon” (bisa terlaksana/dilakukan).

“Inovasi ini diimplementasikan dalam kegiatan pelayanan kependudukan, seperti Klakon Sedina (pelayanan sehari), klakon ning RW (pelayanan bisa dilakukan di RW), dan lain-lain,” jelasnya.

“Sehingga, tujuan inovasi ini bisa membahagiakan masyarakat, karena prosesnya mudah dan cepat,” imbuh Eti.

6. Identitas Tunggal

Heri menambahkan, pencanangan GISA telah dilakukan mulai dari tingkat nasional hingga tingkat provinsi dan sekarang tingkat kota dan kabupaten.

“Pencanangan GISA di Kota Cirebon sekaligus peluncuran KIA, akan menjadi identitas tunggal kependudukan,” tandasnya. (AC212)