Wakil Gubernur Jabar: Ratusan Seni dan Budaya Jawa Barat Diakui Dunia Internasional

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum membuka kegiatan Riksa Budaya dan Kongres Bahasa di Gedung Negara Kota Cirebon, Sabtu (26/11/2022). Kegiatan Riksa Budaya dan Kongres Bahasa tersebut dalam rangka peningkatan pemajuan kebudayaan di Jawa Barat, khususnya objek pemajuan budaya.

Riksa Budaya yang mengangkat tema Den Welas Asih Ing Sepapada merupakan program yang digagas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti beberapa daerah, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Karawang, dan tuan rumah Kota Cirebon.

Menurut Uu, budaya tidak cukup dilestarikan oleh masyarakat, oleh kelompok dan komunitas, tetapi harus di dorong oleh pemerintah. Bahkan, lanjut Uu, pemerintah harus menjadi pelopor dalam melestarikan seluruh seni budaya yang ada di Jawa Barat.

BACA YUK:  Mengabdi Puluhan Tahun, 323 PNS Kota Cirebon Dapat Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

“Sampai ratusan seni dan Kebudayaan Jawa Barat yang sudah tercatat di PBB, ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Mudah-mudahan lebih banyak lagi kebudayaan dan seni kita yang diakui oleh dunia Internasional, karena memang Jawa Barat masih banyak seni dan budaya yang belum tercatat,” ujar Uu.

Kegiatan Riksa Budaya dan Kongres Bahasa, kata Uu, memiliki tujuan yaitu untuk memberikan motivasi kepada para budayawan dan juga sebagai inspirasi kepada kita semua masyarakat. Dengan harapan, tambah Uu, dengan adanya kolaborasi dan partisipasi dari seluruh masyarakat dalam rangka melestarikan dan memajukan budaya Jawa Barat.

BACA YUK:  Rakernas IMA: Kini Peluang Untuk Bantu Dorong Ekonomi Indonesia

“Jadi kegiatan ini tujuannya tiada lain untuk memberikan motivasi dan juga mendorong, menginovasi dengan harapan kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam rangka melestarikan budaya,” ungkapya.

Sehingga, kata Uu, sebagai warisan harus terus dilestarikan. Karena, ciri anak yang baik, anak yang soleh adalah merawat apa yang diwariskannya. Kemudian, tambah Uu, Provinsi Jawa Barat pembangunannya disamping berkesinambungan dan juga tidak menghilangkan seni dan budaya yang merupakan karakter Jawa Barat.

“Yaitu Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh, kemudian gotong royong dan lainnya. Kemudian juga seni budaya ini adalah untuk menangkal kesenian-kesenian asing yang sekarang sulit sekali kita bendung. Dengan era digitalisasi ini, era informasi ini sulit sekali,” bebernya.

BACA YUK:  Tak Sediakan Fasilitas Air Bersih, Warga Adukan Developer ke DPRD Kota Cirebon

“Nah, siapa tahu dengan adanya pelestarian dan memajukan seni ini bisa menjadikan benteng dan pilar bagi masyarakat, khususnya anak muda. Oleh karena dengan kegiatan ini, mampu memberikan kreativitas orang seni dan juga mampu mengadakan kolaborasi dengan kelompok-kelompok seni,” sambungnya.

Pihaknya berharap dengan kegiatan ini ada kesenian-kesenian baru yang lahir, serta tidak meninggalkan Jati diri masyarakat Jawa Barat. Masyarakat, tambah Uu bisa membantu pemerintah dalam memelihara seni ini.

“Jangan hanya pemerintah saja, tetapi masyarakat bisa membantu pemerintah. Apalagi Cirebon ini seninya sangat luar biasa, mulai dari sintren, tari topeng yang sudah mendunia ini harus kita jaga,” pungkasnya. (HSY)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *