Wagub Jabar Resmikan Peringatan Hari Santri di Cirebon

Cirebon,- Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2018, PBNU bekerja sama dengan Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar Festival Tajug.

Kegiatan Festival Tajug akan berlangsung selama tiga hari mulai hari ini Sabtu 20 Oktober hingga 22 Oktober 2018 di Alun-alun Kasepuhan, Kota Cirebon.

Pada pembukaan Festival Tajug tersebut, turut hadir Sultan Sepuh XIV P.R.A. Arief Natadiningrat, Rais Aam PBNU KH. Miftahul Ahyar, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Pj Wali Kota Cirebon Dedi Taufik, Ketua Pelaksana KH. Mustofa Aqiel Siradj, para santri dan santriwati, serta para tamu undangan.

BACA YUK:  Wilayah PPKM Level 1 Boleh Gelar Resepsi dengan Kapasitas 100 Persen

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Festival Tajug identik dengan Hari Santri, dirinya sebagai santri awalnya, tetapi dengan Hari Santri ini pihaknya tergugah.

“Dulu, santri dimarjinalkan, dulu santri dipinggirkan,” ujarnya saat ditemui sebelum pembukaan Festival Tajug di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (20/10/2018).

Menurut Uu, dirinya dulu anak kyai, masuk sekolah SMP diejek dan dipinggirkan oleh teman-temannya.

“Tetapi hari ini, ada Hari Santrinya. Ini suatu kebanggaan bagi kami, maka kami datang untuk memeriahkan Hari Santri, yang mana santri adalah komunitas kami,” ungkapnya.

BACA YUK:  Prakiraan Cuaca Kota Cirebon, 24 April 2022

Perlu disampaikan, kata Uu, bahwa Cirebon sebagi pusat penyebaran Islam yang diawali oleh Raja-raja.

“Sehingga, Cirebon banyak sejarah. Di daerah lain belum tentu dan di Cirebon ada buktinya kerajaannya seperti Kasepuhan, Kanoman, dan lainnya,” jelasnya.

“Jadi disini bener-bener Ilmu Yakin dan Ainul Yakin, tentang sejarah kerajaan yang ada di Cirebon, khususnya yang ada di Jawa Barat,” tandasnya. (AC212)

(Dilihat: 6 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.