UBC Dancer, Group Tari Asal Kota Cirebon Berkonsep Tari Kontemporer

Cirebon,- Tidak lengkap rasanya bila dalam sebuah acara tidak menampilkan dance atau tarian di dalamnya. Pasalnya, dance atau tarian sudah menjadi hal yang wajib di setiap acara seperti acara seremonial, pemerintahan, kebudayaan, bahkan sampai acara pernikahan.

Tarian dapat menjadikan suguhan yang mewah dalam sebuah acara untuk memberikan hiburan kepada tamu undangan dan juga untuk penyelenggara.

Seperti halnya UBC Dancer, group dance asal Kota Cirebon, yang selalu memberikan suguhan berbeda di setiap acara yang mereka isi.

Group yang beranggotakan tujuh orang, Arlin Aditya Putri, Dewi Ningrum, Bunga Rahmatul Jannah, Novita Puspitasari, Arief Rahman, Chandra Darmawan, dan Anisa Nurandiani mulai terbentuk sejak tanggal 1 Oktober 2017.

Walau terbilang masih baru, anggota UBC Dancer sudah mengepakan sayapnya dengan mengisi acara-acara di beberapa kota di tanah air.

Arlin Aditya Putri, salah satu anggota UBC Dancer mengatakan sebelum terbentuk UBC Dancer, kami sudah mulai dance bareng sejak tahun 2007 silam, waktu itu masih freelance.

“Saat itu, UBC Dancer terbentuk pada saat acara Wedding Expo Secret Garden,” ujarnya kepada About Cirebon, Jumat (27/7/2018).

BACA YUK:  BJ Home Cirebon Hadirkan Festival Merah Putih, Ada Diskon Hingga 77 Persen

Arlin menjelaskan, nama UBC Dancer kepanjanganya dari Ubur-ubur Cirebon. Nama sebuah untuk panggilan geng mereka, yang akhirnya dijadikan nama group dance.

“Nama UBC ada filosofinya, ubur-ubur kan kalau berenang selalu naik, semoga karir kami juga selalu naik. Selain itu, ubur-ubur dapat menyengat, semoga penampilan kami tidak terlupakan,” bebernya.

“Alhamdulillah, setelah kami bentuk UBC Dancer, kami selalu naik dan banyak tawaran untuk mengisi acara-acara,” timpal Dewi.

Group UBC Dance sendiri, kata Dewi, ciri khasnya selalu membawakan tarian perpaduan moderen dan tradisional atau lebih kontemporer dengan tempo yang cepat.

“Yang membedakan lagi, gerakan yang ditampilkan selalu dibuat sendiri bareng-bareng, dan kita juga selalu menyesuaikan gerakan, tampilan pada acara-acara yang akan kita isi,” jelas Dewi.

Dewi mencontohkan, pada saat mengisi acara opening ceremony ArQ’s Corner 2018 beberapa hari yang lalu, dirinya menanyakan terlebih dahulu konsep acara seperti apa. Kemudian, mencari gerakan yang cocok, bahkan Mas Arief (ArQ) memberikan masukan-masukan untuk tarian tersebut.

BACA YUK:  Peternakan Greenfields Bebas PMK

“Kemarin pembukaan ArQ’s Corner nama tariannya Laskar Ardana kolaborasi dengan Abah Adji, artinya prajurit yang membawa kedamaian, tetapi mimik muka dan gerakan yang tegas,” timpal Bunga.

“Tarian tersebut menunjukan karakter kita banget dan seperti show tunggal kami. Padahal, buat konsepnya hanya dua hari, satu hari latihan, lalu hari kedua langsung Gladi Resik,” sambung Novita.

Walapun sudah lama bersama, anggota UBC Dancer mempunyai kesulitan, yaitu menyatukan rasa. Tetapi, karena sudah sering bersama-sama jadi sudah nyaman.

“Karena sudah satu rasanya, jadi apapun perbedaanya bisa meredam ego masing-masing, serta chemistry sudah terbentuk,” tambah Dewi.

Sekedar diketahui, anggota UBC Dancer pernah tampil di Bali, Sulawesi, Kalimantan, Bandung Jakarta, Bogor dan paling sering di wilayah III Cirebon.

Bahkan, dalam satu hari UBC Dancer pernah mengisi acara pernikahan sampai enam kali. Kemudian, saat tampil di Bali dan Kalimatan, pernah mengisi acara Festival Keraton Nusantara (FKN).

UBC Dancer berharap, group dancenya semakin jaya, sukses, banyak orang yang cinta, kompak, dan selalu menjadi inspirasi untuk orang lain.

BACA YUK:  Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Cirebon, 4 Juni 2022

“Kami juga ucapkan terima kasih untuk Mas Arief, salah satu orang yang selalu support UBC Dance dan menjadi penyemangat kami,” tutup Arlin.

Sementara itu, Ar’Q by Arief Rachmanto menambahkan saat pembukaan Arq Corner 2018, mereka UBC Dancer tampil dengan gerakan baru, dan menampilkan dengan all out, serta sangat luar biasa sekali.

“Bahwa penampilan mereka kemarin, seperti ingin membuktikan dan menepis anggapan salah tentang UBC Dancer diluar,” ujarnya.

Menurut Arief, pesan moril yang ada di tarian tersebut sampai kepadanya, dan mungkin sampai juga pesannya kepada penonton yang hadir.

Terpopuler

“Mereka punya potensi, dan sebetulnya potensi itu akan muncul ketika ada orang yang mendukung dari titik dan sudut lain,” tandasnya. (AC212)

(Dilihat: 48 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.