Ubah Sampah jadi Indah, Mahasiswa KKN-T IPB Buat Eco-brick bersama Warga Desa Mertapada Kulon

Cirebon,- Mahasiswa IPB University lakukan program “Mentari : Mertapada Kulon Teratur dan Asri”, yang merupakan rangkaian kegiatan KKN-T yang sedang dilaksanakan selama beberapa waktu kedepan di Desa Mertapada Kulon, Cirebon. Kelompok mahasiswa KKN-T yang sedang melakukan tugas di Desa Mertapada Kulon terdiri atas Muhammad Zaidan Ahsan, Ridho Utama Yusuf, Wani Da’tusalamah, Sanaya Nafa Adhira, Puspita Annahal, Rizma Maliyatuz Zakiyyah, Syifa Istighfarani, dan Ahmad Hizbullah Jaabir. Kegiatan mentari pembuatan ecobrick dilakukan di Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon pada Hari Sabtu, 30 Juli 2022. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan kerjasama antara mahasiswa IPB dengan SDN 2 Mertapada Kulon, Cirebon.

“Eco-brick merupakan inovasi pengelolaan sampah anorganik utamanya sampah plastik, terutama sampah plastik yang sering dihasilkan dari kegiatan sehari-hari seperti botol plastik, sampah makanan dan minuman kemasan. Eco-brick ini mudah dibuat, murah, dan juga dapat dilakukan oleh setiap orang. Eco-brick juga merupakan solusi atas permasalahan sampah anorganik yang menumpuk di sekitar lingkungan rumah, utamanya di Desa Mertapada Kulon dengan memanfaatkan nya menjadi kursi, meja, dan taman inovasi plastik yang indah dan menarik perhatian”, ungkap Jaabir sebagai salah satu mahasiswa KKN-T IPB di Desa Mertapada Kulon.

BACA YUK:  Warga Dawuan Lakukan Pawai Obor, Meriahkan Malam 1 Muharram 1444 H

Output yang diharapkan dari program ini adalah agar warga Desa Mertapada Kulon mengetahui manfaat besar sampah jika dilakukan pemilahan dan pengelolaan secara maksimal dengan memanfaatkan sampah anorganik dari sampah botol plastik dan plastik kemasan makanan minuman yang kerap dikonsumsi. Warga Desa Mertapada Kulon sangat antusias mengikuti kegiatan pembuatan ecobrick. Pengumpulan sampah botol plastik dan kemasan bekas makanan serta minuman bekerjasama dengan pedagang kaki lima di Sekitar Desa, dan siswa/i SDN 2 Mertapada Kulon. Proses pembuatan ecobrick membutuhkan waktu yang cukup panjang, sebab dibutuhkan banyak sampah anorganik, yang kemudian harus disortir kembali dan dibersihkan. Hasil ecobrick yang sudah terkumpul kemudian disusun menjadi meja dan kursi yang bisa diaplikasikan langsung, dan dilakukan juga penyerahan hasil ecobrick kepada pihak SDN 2 Mertapada Kulon.

BACA YUK:  Penanganan Sampah di Kota Cirebon Membutuhkan Sinergi yang Selaras

“Dengan adanya kegiatan projek pembuatan ecobrik yang dilakukan bersama siswa/i dengan mahasiswa IPB diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai, serta membuang sampah sembarangan, mengurangi pencemaran udara lewat asap sampah plastik yang di bakar. Harapan saya semoga kedepannya SDN 2 Mertapada Kulon bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dengan mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna dan bermanfaat”, ungkap guru kelas 4 SDN 2 Mertapada Kulon yang biasa disapa Bu Situ Khodijah.

BACA YUK:  Geeta School Cirebon Gelar Pameran Tugas Siswa, Terbuka untuk Umum

Harapan besar dari pembuatan ecobrick ini agar warga Desa Mertapada Kulon dapat melanjutkan projek yang telah dilakukan dan menciptakan Desa ramah lingkungan. Disamping itu, dengan diadakan program ecobrick diharapkan warga Desa Mertapada Kulon juga tersadarkan untuk bisa mengurangi penggunaan sampah plastik yang memberikan dampak bahaya bagi lingkungan. (MZA)

 

(Dilihat: 34 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.