Sabtu, 7 Desember 2019

Tradisi Panjang Jimat Muncul Sejak Masa Pemerintahan Pangeran Cakrabuwana

Populer

Percepat Pengembangan Dunia Digital, Cirebon Technopreneurship Hadir di Unwir Indramayu

Indramayu,- Cirebon Technopreneurship Goes to Campus se-Wilayah III Cirebon kembali digelar. Kali ini, giliran Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu menjadi...

Tengkorak Manusia Ratusan Tahun Ditemukan di Indramayu

Indramayu - Sesosok tengkorak kepala manusia ditemukan tak jauh dari area makam Raden Wirapati (Wiralodra II) atau Bupati Kedua...

Warga Harjamukti Kota Cirebon Bawa Pulang Mobil di HUT Grage Mall ke-23

Cirebon,- Memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-23 Grage Mall Cirebon, Grage Group menggelar berbagai rangkaian acara. Kegiatan diawali dengan kegiatan...

Biznet Hadirkan Layanan NEO Web Space

Jakarta, Indonesia, 27 November 2019 – Sebagai bentuk dukungan bagi perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, Biznet...

Ulang Tahun ke-13, Grage Hotel Cirebon Ganti Nama dan Logo

Cirebon,-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-13, Grage Hotel Cirebon menggelar acara syukuran yang berlangsung di area Lily...

Cirebon,- Tradisi Maulid Nabi Saw, merupakan tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Islamisasi di nusantara. Tradisi ini muncul dan berkembang sejalan dengan peran dakwah Walisongo sejak abad ke-15.

Dalam upaya Islamisasi, para wali songo, termasuk Sunan Gunung Jati dalam dakwahnya menggunakan pendekatan sosiologi, antropologi, teologi dan pemahaman yang banyak memunculkan nilai-nilai dan ajaran dengan agama lokal (Hindu-Budha-Kapitayan).

Sehingga, terjadi sebuah proses akulturasi dan sinkretisasi budaya yang di dalamnya mengandung ajaran dan nilai-nilai Islam. Dalam perjalananya, tradisi Maulid Nabi Saw berkembang dan menyebar di Nusa- Jawa.

Ratu Raja Arimbi Nurtina, selaku Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon mengatakan bahwa istilah penyebutan peringatan Maulid Nabi Saw sendiri bermacam-macam, bergantung pada daerah masing-masing.

Loading...

“Di Keraton Cirebon, tradisi Maulid Nabi dikenal dengan beragam istilah, antara lain Pelalan, Sekatenan, Pelal Ageng, Muludan dan Panjang Jimat,” ujarnya kepada awak media di sela-sela Tradisi Panjang Jimat di Keraton Kanoman Cirebon, Minggu (10/11/2019) malam.

Lanjut Ratu Arimbi, Tradisi ini sudah muncul dan berkembang sejak masa pemerintahan Pangeran Cakrabuwana, anak Prabu Siliwangi yang menjadi penguasa Cirebon sejak 1447-1479 M.

“Sejak masa Pangeran Cakrabuwana, tradisi ini diperingati lengkap dengan tradisi-tradisi yang dilakukan sebelumnya, yang dimulai sejak tanggal 1 Safar sampai pada puncaknya 12 Robiul Awal,” bebernya.

Tradisi ini, kata Ratu Arimbi, terus bertahan dan dilestarikan secara rutin ketika masa Sunan Gunung Jati (1479-1568 M), Fatahillah (1568-1570 M).

Kemudian, berlanjut pada mas Pangeran Mas Zainul ‘Arifin atau Panembahan Ratu I (1570-1649/50 M), masa Panembahan Girilaya (1650-1662), masa Pangeran Wangsakerta atau Panembahan Tohpati (1662-1677/8 M) dan sampai pada masa pemerintahan Sultan Badridin Sultan Kanoman pertama hingga generasi sultan keduabelas sekarang, Sultan Raja Muhammad Emirudin, sebagai pewaris trah Sunan Gunung Jati dan pemangku tradisi Maulid Nabi Saw.

Malam puncak tradisi Maulid Nabi Saw di Keraton Kanoman, biasanya disebut dengan malam Pelal Ageng, atau biasa disebut Panjang Jimat.

Ratu Arimbi menjelaskan, Panjang Jimat adalah acara inti yang bermaksud memperingati kelahiran Gusti Rasulullah SAW pada malam 12 Rabiul Awal tahun Gajah (571 M) di Kota Mekah.

“Istilah Pelal Ageng artinya malam keutamaan yang besar yakni malam dimana Gusti Rosul lahir ke dunia. Sementara istilah Panjang Jimat berasal dari kata Panjang, yakni sebuah piring pusaka berbentuk bulat dan besar pemberian seorang Pertapa suci bernama Sanghyang Bango dari Gunung Surandil kepada Pangeran Cakrabuwana,” terangnya.

Sedangkan, istilah Jimat, menurut Ratu Arimbi, yakni sebuah benda apapun yang mempunyai nilai sejarah dan nilai pusaka yang harus dijaga.

Istilah Jimat sendiri hakikatnya adalah nasi yang sudah dimasak dengan cara dikupas satu-persatu setiap biji berasnya sebari melantunkan solawat kepada Nabi Saw oleh rombongan Bapak Sindangkasih.

Lalu kemudian, beras tersebut disucikan atau dipesusi di Sumur Bandung dengan diiringi lantunan solawat oleh rombongan Perawan Sunti yakni rombongan Perawan yang suci (menjaga wudlu) dari hadas kecil dan hadas besar.

“Nasi yang proses memasaknya diiringi solawat inilah yang disebut nasi jimat. Jimat yang dimaksud adalah bacaan solawat yang dipanjatkan kepada Baginda Gusti Kanjeng Rosulullah Saw,” ungkapnya.

“Karena solawat inilah yang menjadi sebab syafa’at umat manusia ketika tiba hari pembalasan nanti dan Nur Muhammad lah yang menjadi sebab terciptanya manusia dan alam smesta,” imbuhnya.

Dengan kata lain, panjang Jimat adalah iring-iringan nasi jimat yang diletakan di atas piring panjang yang di dalamnya mengandung banyak keutaman (fadhilah).

“Sehingga malam itu disebut pelal ageng, yakni malam yang bersejarah dalam sejarah manusia dan alam semesta serta mengandung banyak keutamaan,” tutup Ratu Arimbi. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Cirebon Sebagai Pilot Project Sistem E-Retribusi Pakai QRIS

Cirebon,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon bekerja sama dengan Bank BJB dan Link Aja meluncurkan sistem pembayaran...

Angka Cerai Tinggi, Kemenag Cirebon Dorong Sertifikasi Pernikahan

Cirebon - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon meminta masyarakat untuk menanggapi wacana kebijakan sertifikasi pernikahan bagi calon pengantin tidak untuk menghambat pernikahan apalagi...

BMKG : Awal Musim Hujan Waspadai Angin Besar dan Sambaran Petir

Cirebon - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Jatiwangi mengimbau masyarakat di Wilayah Pantura Jawa Barat untuk mewaspadai angin puting beliung dan...

Kini Buka Rekening Mandiri Syariah Mudah dan Cepat Lewat Online

Jakarta,- Untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan para nasabah, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) meluncurkan fitur pembukaan rekening online. Hanya dengan mengakses Mandiri Syariah...

Capai Target, Semen Bima Berangkatkan 16 Pemilik Toko Ibadah Umroh

Cirebon,- PT Sinar Tambang Arthalestari atau Pabrik Semen Bima memberangkatkan umroh untuk 16 pemilik toko bangunan yang telah mencapai target menjual Semen Bima pada...

More Articles Like This