Rabu, 29 September 2021

Tradisi Panjang Jimat di Keraton Kanoman Tetap Dilaksanakan, Namun Terbatas

Populer

Gangguan Kelistrikan Wilayah Karawang dan Cirebon, PLN Minta Maaf dan Terus Upayakan Perbaikan

Bandung,- Telah terjadi Gangguan Listrik pukul 17:53 WIB di Sebagian wilayah Karawang & Cirebon. Sampai dengan saat ini PLN...

Kampoeng Photography dan Videography (KPV) Merayakan Anniversary yang Kedua

Cirebon,- Kampung Photographer adalah sebutan dari Komunitas Photography dan Videography (KPV) yang terletak di Desa Gintung Kidul Kecamatan Ciwaringin...

Telusur Tajug Tua Kota Cirebon Lewat Lawang Sanga dan Kali Kriyan

Penulis : Syaeful Badar (Marbot Masjid Raya At Taqwa dan Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon) Cirebon,- Menyusuri sudut demi sudut...

Karawang New Industry City (KNIC) Terpilih Menjadi Lokasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara

Karawang,- Karawang New Industry City (KNIC) menyambut pembangunan PT HKML Battery Indonesia, pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle /...

KAI Buka Lowongan Kerja dan Tidak Dipungut Biaya

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sedang membuka rekrutmen untuk berbagai formasi. Masyarakat yang ingin melamar dapat...

Cirebon,- Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Keraton Kanoman Cirebon menggelar tradisi panjang jimat dengan menerapkan protokol kesehatan.

Malam puncak tradisi Maulid Nabi Saw di Keraton Kanoman, biasanya disebut dengan malam Pelal Ageng, atau biasa disebut Panjang Jimat.

Ada yang berbeda pada kegiatan tradisi panjang jimat tahun ini. Walaupun tradisi tetap dilaksanakan, namun pihak keraton tidak mengundang tamu dan menghimbau masyarakat untuk tidak hadir.

Loading...

Akan tetapi, pantauan About Cirebon di lokasi masyarakat tetap antusias mengikuti prosesi tradisi panjang jimat yang ada di Keraton Kanoman Cirebon.

Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina mengatakan tradisi panjang jimat tahun ini memang sangat berbeda sekali, karena memang dengan adanya Pandemi Covid-19 ini kami merasa harus menjaga kesehatan bersama.

BACA YUK:  Hari Pertama PTM di Kota Cirebon, Pola Pembelajaran Diatur Sekolah Masing-masing

“Muludan tahun ini memang kami membatasi masyarakat, abdi dalem, dan juga tamu undangan untuk tidak menghadiri acara Maulid Nabi,” ujar Ratu Arimbi kepada About Cirebon, Kamis (29/10/2020) malam.

“Tetapi bisa berdoa bersama di rumah masing-masing,” tambahnya.

Walaupun kami membatasi masyarakat, kata Ratu Arimbi, prosesi tradisi tetap dilaksanakan dengan jumlah orang yang sangat terbatas.

Ratu Arimbi menjelaskan Panjang Jimat adalah acara inti yang bermaksud memperingati kelahiran Gusti Rasulullah SAW pada malam 12 Rabiul Awal tahun Gajah (571 M) di Kota Mekah.

“Istilah Pelal Ageng artinya malam keutamaan yang besar yakni malam dimana Gusti Rosul lahir ke dunia. Sementara istilah Panjang Jimat berasal dari kata Panjang, yakni sebuah piring pusaka berbentuk bulat dan besar pemberian seorang Pertapa suci bernama Sanghyang Bango dari Gunung Surandil kepada Pangeran Cakrabuwana,” ujarnya.

Sedangkan, istilah Jimat, menurut Ratu Arimbi, yakni sebuah benda apapun yang mempunyai nilai sejarah dan nilai pusaka yang harus dijaga.

BACA YUK:  Empower Yourself with 5D Training

Istilah Jimat sendiri hakikatnya adalah nasi yang sudah dimasak dengan cara dikupas satu-persatu setiap biji berasnya sebari melantunkan solawat kepada Nabi Saw oleh rombongan Bapak Sindangkasih.

Lalu kemudian, beras tersebut disucikan atau dipesusi di Sumur Bandung dengan diiringi lantunan solawat oleh rombongan Perawan Sunti yakni rombongan Perawan yang suci (menjaga wudlu) dari hadas kecil dan hadas besar.

Nasi yang proses memasaknya diiringi solawat inilah yang disebut nasi jimat. Jimat yang dimaksud adalah bacaan solawat yang dipanjatkan kepada Baginda Gusti Kanjeng Rosulullah SAW.

“Karena solawat inilah yang menjadi sebab syafa’at umat manusia ketika tiba hari pembalasan nanti dan Nur Muhammad lah yang menjadi sebab terciptanya manusia dan alam semesta,” paparnya.

Dengan kata lain, panjang Jimat adalah iring-iringan nasi jimat yang diletakan di atas piring panjang yang di dalamnya mengandung banyak keutaman (fadhilah).

“Sehingga malam itu disebut pelal ageng, yakni malam yang bersejarah dalam sejarah manusia dan alam semesta serta mengandung banyak keutamaan,” tutup Ratu Arimbi. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Capaian Vaksinasi di Kabupaten Cirebon Masih Rendah, ini Kata Kadinkes

Cirebon,- Capaian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Cirebon baru tercapai 23 persen. Target vaksinasi Kabupaten Cirebon harus mencapai 1.782.964 jiwa...

Rayakan Ulang Tahun ke-4 di Indonesia, Kredit Pintar Perluas Literasi Keuangan Bagi Masyarakat

Jakarta,- Kredit Pintar, sebuah platform fintech terdepan yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), merayakan tahun keempat aktif melayani kebutuhan finansial masyarakat...

Kepala Staf Angkatan Laut Targetkan 6000 Vaksin di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) meninjau program Serbuan Vaksinasi Maritim di dua pesantren di Kabupaten Cirebon. Dua pesantren tersebut yakni Pesantren Kempek dan...

Anggota Komisi VIII DPR RI Nilai Pembentukan Provinsi Cirebon Raya Penting

Cirebon,- Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jabar IX, Maman Imanulhaq menilai pembentukan Provinsi Cirebon Raya sangatlah penting untuk tiga hal. Tiga hal tersebut,...

More Articles Like This