Tradisi Muludan di Cirebon Tak Pernah Sepi

Cirebon, 30 Desember 2014,-

Tahun ini acara Muludan Cirebon berlangsung sejak 3 Desember 2014 sampai 3 Januari 2015 sebagai malam puncak perayaan muludan di Cirebon yaitu Malam Pelal.

 

Tradisi yang sudah berjalan bertahun-tahun itu bertempat di alun-alun kasepuhan dan sekitarnya, tradisi ini tak pernah sepi pengunjung. Sebelum acara Malam Panjang Jimat atau Pelal, banyak pedagang yang membuka lapak mereka hampir satu bulan lamanya.

 

Warga dari berbagai daerah, sengaja berkunjung ke Cirebon untuk bersilaturahmi dengan Sultan Kasepuhan. Mereka melakukan tradisi Caos, datang dengan membawa hasil bumi sebagai bentuk bakti kepada keraton.

BACA YUK:  Pantai Kejawanan Kembali Ramai, Intip Spot Foto yang Instagrammable

 

Di arena muludan, pengunjung dimanjakan dengan berbagai dagangan yang dijual dari kebutuhan rambut sampai kaki, terutama aksesoris. Ada juga kebutuhan sandang untuk anak-anak sampai dewasa. Banyak ditemui pedagang khas muludan, mulai dari kapal otok-otok, replika alat-alat masak dari bambu dan alumunium. Serta berbagai kuliner khas Cirebon dan arena permainan anak yang ikut memeriahkan acara muludan untuk mendapatkan rejeki.

 

“Semoga acara ini ga pernah punah, itung-itung pasar malem taunan yang besar. Saya rutin kesini setiap taun, anak-anak juga minta kesini sih.” tutur Iwan, Ayah 2 anak yang sedang menemani buah hatinya menikmati permainan mancing ikan magnet. (AC530)

BACA YUK:  Kunjungan Wisatawan ke Keraton Kasepuhan Cirebon Meningkat Drastis, Tahun 2022 Capai 86.969 Orang

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *