Kamis, 2 Desember 2021

Tradisi Dugdag di Keraton Kasepuhan Cirebon, Penanda Masuknya Bulan Ramadan

Populer

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Catat Tanggalnya, TDA Cirebon Gandeng Lintas Institusi Gelar Pesta Wirausaha dan Vaksinasi

Cirebon,- Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Cirebon bersama Polres Cirebon Kota, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan komunitas lainnya akan...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Cirebon,- Memasuki bulan Ramadan, setiap daerah pasti memiliki tradisinya masing-masing. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Keraton Kasepuhan Cirebon.

1. Penanda Memasuki Bulan Ramadan

Di Keraton Kasepuhan Cirebon, tradisi untuk menandakan masuknya bulan Ramadan yakni dengan tradisi Dugdag. Tradisi ini masih terus dilakukan setiap tahunnya ketika ingin memasuki bulan Ramadan di Keraton Kasepuhan.

Loading...

Sultan Sepuh XIV, P.R.A. Arief Natadiningrat mengatakan pada setiap akhir bulan Syaban di Keraton Kasepuhan Cirebon selalu melaksanakan tradisi Dugdag.

“Tradisi Dugdag ini adalah pemukulan bedug secara bertalu-talu, artinya menandakan bahwa nanti malam sudah memasuki bulan Ramadan dan sudah melaksanakan Salat Sunnah Tarawih,” ujarnya kepada awak media, Minggu (5/5/2019).

BACA YUK:  Tingkat Hunian Kamar di Aston Cirebon Alami Peningkatan

2. Makna Tradisi Dugdag

Pelaksanaan tradisi Dugdag yang dilaksanakan selepas sholat ashar tersebut memiliki makna, yang pertama kata Sultan, kita menyambut gembira di bulan Ramadan sesuai dengan sabda Rasulallah SAW, bahwa kalau memasuki bulan Ramadan harus dengan hati gembira.

“Harus menyambut dengan gembira, yang Insyaallah tentunya akan dibalas dengan pahala dan surga,” terangnya.

Yang kedua, makna dari tradisi Dugdag ini untuk memberitahukan kepada khalayak ramai.

“Jadi tradisi ini memang tidak ada di Madinah atau di Mekkah, tetapi tradisi ini ada di Indonesia,” jelasnya.

Para Wali Songo pada waktu itu, lanjut Sultan, memanfaatkan waditra atau bedug ini untuk kegiatan-kegiatan ritual Islam, seperti untuk menandakan waktu salat lima waktu, pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, dan untuk memberitahukan memasuki bulan Ramadan.

Kemudian yang ketiga, kata Sultan, makna dari tradisi Dugdag ini adalah kita bisa bersilaturahmi diantara para wargi, abdi dalem, dan juga masyarakat Magersari di dalam acara ini.

“Mudah-mudahan dengan silaturahmi ini kita diberikan keberkahan,” harap Sultan.

BACA YUK:  Usung Konsep Baru, Baraja Coffee Buka Cabang Kedua

3. Sudah Ratusan Tahun

Waditra atau bedug, menurut Sultan, sebelum masuknya Islam, alat tersebut sudah ada terlebih dahulu.

“Jadi, pada waktu itu wali songo yang ada di Pulau Jawa ini mengakomodir semua seni, budaya, adat, dan tradisi yang ada, kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan ritual agama Islam,” bebernya.

“Sehingga, tradisi Dugdag sudah ada hampir ratusan tahun yang lalu dan sampai saat ini tradisi Dugdag masih dijalankan,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kunjungi Kabupaten Cirebon, Wakil Menteri Pertanian Ajak Petani Gunakan Mesin Pertanian Modern

Cirebon,- Bupati Cirebon Drs. H. Imron mendampingi Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi dalam kunjungan kerja ke area persawahan...

Tidak Miliki Pita Cukai, Rokok Ilegal Rugikan Keuangan Negara

Cirebon, - Peredaran rokok ilegal harus terus dipersempit, bahkan dihilangkan. Pasalnya, selain lebih berbahaya terhadap kesehatan, rokok ilegal juga merugikan keuangan negara. Kepala Kantor Kantor...

Berbagai Komoditas Naik, Kota Cirebon Alami Inflasi Sebesar 0,42 Persen

Cirebon,- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat, pada November 2021 Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,42 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar...

Setiap PNS Baru di Kota Cirebon Wajib Menanam Satu Pohon

Cirebon,- Sebanyak 213 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melakukan pengambilan sumpah dan janji menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon....

More Articles Like This