Tolak Holding, DPC SP Pegadaian Cirebon Lakukan Aksi Pita Hitam

Cirebon,- Rencana holding PT Pegadaian (Persero) menuai banyak penolakan dari para karyawan. Sebagai tanda penolakan, seluruh karyawan Pegadaian di Indonesia melakukan aksi pasang pita hitam di lengan kiri.

Hal tersebut juga dilakukan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Pekerja (SP) Pegadaian Cirebon. Aksi tersebut sudah berlangsung sejak Senin (15/02/2021).

Trianto Nugroho, selaku Pengurus DPC SP Pegadaian Cirebon mengatakan aksi pita hitam di lengan kiri merupakan aksi penolakan rencana holding PT Pegadaian. Kami mengikuti arahan dari Ketua DPP SP PT. Pegadaian.

BACA YUK:  BPBD Kabupaten Cirebon Terima Trailer Dapur Umum dari BNPB Pusat

“Mulai Senin (15/02) kami melakukan gerakan pita hitam di lengan kiri. Pita hitam ini menandakan penolakan terhadap holding BUMN,” ujar Trianto kepada About Cirebon usai pembagian nasi bungkus, Jumat (19/02/2021).

“Aksi pita hitam ini menandakan bahwa seluruh insan Pegadaian, mayoritas menolak holding,” tambahnya.

Alasan penolakan holding PT Pegadaian dengan memasang pita hitam di lengan kiri, menurut Deny Heryanto, yang juga Pengurus DPC SP Pegadaian Cirebon mengatakan bahwa Pegadaian sudah tumbuh berkembang.

“Secara perusahaan PT Pegadaian sudah tumbuh berkembang sampai saat ini. Kami yakin, perusahaan tidak perlu atau tidak urgent untuk di holding,” ujar Deny.

BACA YUK:  Apindo Kota Cirebon Gelar Seminar Nasional dengan Tema Hukum Perusahaan di Indonesia

Rencana Menteri BUMN holding PT Pegadaian, BRI dan PT PNM, kata Deny, PT Pegadaian masih bisa tumbuh berkembang dan maju tanpa adanya campur tangan dari instansi lain.

“Betul (aksi pita hitam), dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Intinya, kami cinta terhadap instansi kami di Pegadaian,” ungkapnya.

Deny berharap, pimpinan-pimpinan di atas bisa melihat adanya aksi pita hitam yang dilakukan oleh seluruh karyawan Pegadaian di Indonesia.

“Kami cinta Pegadaian dan tidak bisa terbagi, terutama dengan holding tersebut. Kami mampu dan yakin bisa berdiri sendiri, serta bisa mengembangkan Pegadaian ini tanpa campur tangan,” tegasnya.

BACA YUK:  MTQ Tingkat Jabar 2022, Kabupaten Cirebon Duduki Peringkat 15

Aksi pita hitam, kata Deny, akan terus dilakukan sambil menunggu arahan dan instruksi dari Ketua DPP SP PT Pegadaian.

“Kita masih menunggu arahan selanjutnya, apakah ada aksi lain atau apa,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 47 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.