Kamis, 21 Oktober 2021

Tinjau Vaksinasi Massal, Kapolda Jabar Kejar Herd Immunity Hingga Akhir Desember

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Jalan Tol Akses Bandara Kertajati Rampung 100%, Siap Dioperasikan

Majalengka,- Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah rampung. Akses ini terhubung langsung dengan jalan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Unjuk Rasa di Jalan Siliwangi, Walikota Cirebon Ajak Audensi

Cirebon,- Dua kelompok organisasi masyarakat/LSM melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (14/10/2021). Dua kelompok tersebut...

104 Pejabat di Lingkungan Kabupaten Cirebon Dilantik

Cirebon,- Sebanyak 104 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon di rotasi dan mutasi. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati...

Cirebon,- Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Ahmad Dofiri meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di MAN 2 Cirebon Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8/2021).

Kegiatan vaksinasi massal tersebut dihadiri oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, Wakil Bupati, Hj. Wahyu Tjiptaningsih bersama unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon.

Dofiri mengatakan, vaksinasi massal di Pondok Pesantren ini bertujuan untuk ikut membantu program Pemerintah Jawa Barat guna menekan penyebaran Covid-19 serta mendapatkan herd immunity.

Loading...

Menurutnya, penduduk Jawa Barat merupakan paling banyak di Indonesia dengan 50 juta penduduk.

“Artinya kalau untuk mendapatkan herd immunity di Jabar kita harus mencapai kurang lebih 37 juta vaksin. Sekarang baru 12 juta orang yang divaksin, jadi masih kurang 25 juta orang lagi. Jadi kami harus mengejar target herd Immunity sampai akhir Desember. Berarti dalam sehari vaksin yang harus disuntikkan kepada masyarakat minimal 400 ribu orang setiap harinya,” ujar Dofiri.

BACA YUK:  Gandeng BEM, Polres Cirebon Kota Gelar Vaksinasi Merdeka Serentak

Ia pun mengungkapkan, butuh kerja sama semua pihak untuk penanganan Covid-19, mulai dari pemerintah, TNI, Polri maupun masyarakat.

“Untuk memutus mata rantai Covid-19 dibutuhkan tiga hal, yang pertama yakni menjaga prokes, yang kedua harus 3T yakni testing, tracing, treatment dan yang terakhir adalah dengan vaksinasi,” ungkapnya.

Dofiri menjelaskan, pihaknya mengingatkan kepada para santri dan masyarakat yang sudah divaksin agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Bukan berarti jika sudah divaksin akan kebal terhadap paparan Covid-19. Akan tetapi vaksin itu untuk mencegah paparan dari Covid-19.

“Vaksin juga tidak menjamin seseorang untuk tidak tertular dan terpapar. Tetapi dengan divaksin setidaknya imun di dalam tubuh kita jadi lebih bagus dan terbentuk. Kalaupun terpapar paling tidak hanya gejala ringan atau tanpa gejala. Sehingga pentingnya vaksin harus segera disuntikan,” jelasnya.

BACA YUK:  Korem 063/SGJ Canangkan Zona Integritas

Pondok pesantren, menurut Dofiri, menjadi tempat paling penting untuk program vaksinasi massal. Sebab pengaruh ponpes sendiri di masyarakat sangat membantu untuk ikut mensosialisasikan pentingnya vaksin.

“Tadi kami lihat antusias warga yang ikut vaksin sangatlah banyak. Ini salah satu bukti bahwa ponpes menjadi contoh serta mampu meyakinkan masyarakat untuk vaksinasi demi kesehatan bersama dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Namun demikian, dengan gencarnya vaksinasi massal, pihaknya memastikan stok vaksin aman untuk masyarakat Jawa Barat.

“Kemarin-kemarin stok vaksin menipis karena memang stoknya tidak banyak tetapi nanti bulan September sampai Desember stok vaksin sangat banyak dari Biofarma.,” tandasnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon, KH. Zamzami Amin mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada Polda Jabar yang sudah mengadakan vaksinasi massal untuk santri dan santriwati di lingkungan ponpes.

“Alhamdullilah semua dibantu dari tenaga kesehatan sampai persiapan, kami mengajukan vaksin 3000 orang tetapi dari Polda Jabar memberikan 4000 orang. Alhamdulillah dikasih lebih,” ujarnya.

Ia pun berdoa semoga apa yang dilakukan oleh jajaran Polda Jabar bisa bermanfaat terutama pencegahan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

“Mari bersama ikhtiar lahir batin dan ikhtiar dengan doa. Alhamdullilah semoga vaksinasi massal bisa bermanfaat khususnya Jawa Barat dan umumnya Indonesia. Dan Covid-19 ini akan segera selesai, sehingga Indonesia akan jadi negara makmur dan aman,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sabut Kelapa, Sumber Energi Terbarukan Pengganti Batu Bara

Cadangan bahan baku penghasil energi yang berasal dari fosil seperti batu bara terus menipis. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat...

Aliansi Mahasiswa UGJ Gelar Unjuk Rasa di Jalan Bypass Kota Cirebon

Cirebon,- Aliansi Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jari (UGJ) menggelar unjuk rasa di Perempatan Lampu Merah Pemuda, Jalan Bypass, Kota Cirebon, Rabu (20/10/2021). Aksi tersebut...

Mengenang Para Pahlawan, HUT Partai Golkar ke-57 Gelar Ziarah dan Tabur Bunga

Cirebon,- DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Cirebon menggelar acara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kesenden, Kota Cirebon, Rabu (20/10/2021). Acara...

Akselerasi Implementasi Kampus Merdeka, Tim Program Matching Fund UGJ Gelar Workshop

Cirebon,- Tim Program Matching Fund Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar kegiatan Workshop Teaching Factory Digital Marketing dan Marketplace Digital Marketing. Kegiatan tersebut...

More Articles Like This