Tingkatkan Pemahaman Layanan Jasa Keuangan, OJK Cirebon Gelar Kegiatan BIK 2021

Cirebon,- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) terus berupaya memperluas akses keuangan masyarakat melalui pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021. BIK 2021 yang dilaksanakan satu bulan penuh pada Oktober berhasil melakukan 24 kegiatan dengan total peserta sebanyak 3.900.

Kegiatan yang dilaksanakan mencakup sosialisasi tatap muka maupun virtual (webinar), kompetisi dan lomba kreatif, pembukaan rekening, penyaluran kredit/pembiayaan mikro, business matching, serta publikasi program literasi dan inklusi keuangan secara masif.

“Keterbatasan interaksi sosial akibat pandemi COVID-19 tidak mengurangi esensi maupun semangat inklusi keuangan, dan bahkan mampu menjangkau beragam lapisan masyarakat yang lebih luas. Beberapa kegiatan yang dilakukan secara tatap muka terbatas juga menjadi bukti nyata mulai terbentuknya herd immunity di daerah Cirebon dan sekitarnya,” ujar Kepala OJK Cirebon Mohammad Fredly Nasution, Selasa (9/11/2021).

Kegiatan BIK tahun 2021 yang digelar dengan tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Bangkitkan Ekonomi Bangsa” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk dan atau layanan jasa keuangan untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

BACA YUK:  GreatDay HR Menutup Celah Risiko Pemalsuan Absensi Karyawan dengan Kembangkan Teknologi Face Matching System & Liveness Check

Peningkatan pemahaman keuangan melalui webinar di antaranya dilakukan melalui Road Show 3 Kampus yaitu Universitas Swadaya Gunung Jati, Universitas Majalengka, dan Universitas Kuningan. Lingkungan Pendidikan tinggi dipilih sebagai salah satu sasaran edukasi dengan harapan informasi yang diberikan diteruskan kepada sekitarnya baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Tema edukasi keuangan yang menjadi highlight yaitu seputar Waspada Pinjaman Online Ilegal dan Pengamanan Data Pribadi melibatkan Direktorat Pengaturan, Perizinan, dan. Pengawasan Fintech (DP3F) OJK, Satgas Waspada Investasi, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

“Terkait pinjaman online, kami OJK senantiasa menghimbau kepada masyarakat untuk cek legalitas perusahaan pinjaman online melalui www.ojk.go.id, kontak OJK 157, atau whatsapp 081-157-157-157 sebelum memutuskan meminjam pada pinjaman online,” bebernya.

BACA YUK:  Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Cirebon, 18 Juni 2022

Kemudian, kata Fredly, langsung blokir dan hapus jika mendapat SMS penawaran pinjaman online karena dapat menjadi sumber tersebarnya data pribadi. Apabila terlanjur terjebak pinjol ilegal dan terdapat dugaan pidana seperti pemerasan atau pencemaran nama baik, sampaikan kepada Kepolisian atau melalui https://patrolisiber.id, email info@cyber.polri.go.id, serta Satgas Waspada Investasi melalui email waspadainvestasi@ojk.go.id.

Selain kegiatan webinar dan talk show radio, OJK Cirebon menggelar penetrasi inklusi keuangan dan sinergi kegiatan vaksinasi dengan pembukaan rekening pelajar di SMP Negeri 6 Kota Cirebon. Dalam kegiatan tersebut berhasil membuka simpanan pelajar sebanyak 1.088 rekening.

Pada tanggal 15 Oktober 2021, pencairan KUR sebesar Rp1,85 miliar bekerja sama dengan Bank BJB Kantor Cabang Cirebon serta pemberian santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada 3 orang ahli waris peserta sebesar Rp 835.003.648,-.

BACA YUK:  Herman Khaeron Serahkan Bantuan 2 Mobil Ambulan di Dapil 2 Kota Cirebon

Dalam sambutannya, Walikota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis menyampaikan apresiasi kepada OJK dan ungkapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Cirebon. Diharapkan dengan adanya penghargaan ini, Pemerintah Kota Cirebon dapat lebih menggiatkan inklusi keuangan di wilayah Kota Cirebon.

Beliau juga menyampaikan bahwa siap untuk berkampanye memerangi pinjaman online ilegal dan mengajak seluruh instansi untuk bersama melakukan kampanye anti pinjol ilegal.

Pelaksanaan BIK, Azis berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat pada sektor keuangan sehingga dapat terwujud masyarakat Indonesia yang well literate dan financially inclusive.

“Melalui BIK 2021 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi Kementerian/Lembaga untuk mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90% pada akhir tahun 2024,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 31 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.