Selasa, 7 Desember 2021

Tingkatkan Moderasi Beragama, Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama RI Gelar Halaqah Nasional di Cirebon

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Little Black Coffee and Tea Buka Cabang Baru, Hadirkan Konsep Collab Space

Cirebon,- Little Black Coffee and Tea kini melebarkan sayapnya dengan membuka cabang yang kedua untuk para pecinta kopi di...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi...

Cirebon,- Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama (Kemenag) RI bekerja sama dengan Yayasan Lentera Muda Indonesia dan GP Ansor Kabupaten Cirebon menggelar Halaqah Nasional, Deklarasi, dan Komitmen Moderasi Beragama.

BACA YUK:  Ini 5 Cara Hindari COD Fiktif Ala Ninja Xpress

Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama Forum Rektor, Akademisi, serta Pemuda Cirebon di NU Center, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/10/2021).

Dengan mengusung tema “Moderasi Beragama, Melestarikan Tradisi, Menjaga NKRI”, Kemenag meminta kerukunan beragama di Jawa Barat harus ditingkatkan. Karena, menurut survei indeks kerukunan beragama di Jabar masih rendah.

Loading...

“Dalam lima tahun terakhir, hasil survei indeks indeks keseharian, kerukunan beragama di Jabar peringkat 10 terendah di Indonesia,” ujar Kasubag TU Puslitbang Bimas Islam Kemenag RI, Rizki Riyadu Topeq.

Dengan adanya survei yang rutin dilakukan setiap tahun ini, lanjut Topeq, bisa menjadi pemicu masyarakat agar dapat meningkatkan kerukunan antar umat beragama.

“Survei ini menjadi bukti perlunya meningkatkan kerukunan antar umat beragama di Jawa Barat,” katanya.

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Barat untuk menjunjung tinggi sikap toleransi kepada setiap umat beragama. Oleh karena itu, hasil survei tersebut harus menjadi perhatian semua pihak, sehingga ke depannya Jawa Barat menjadi provinsi yang rukun dan guyub.

Selain Jawa Barat, kata Topeq, sejumlah provinsi lain di Indonesia juga perlu meningkatkan sikap kerukunan beragama, di antaranya, DKI Jakarta, Banten, DI Aceh, Sumatera Barat, dan lainnya. Namun, dari hasil survei tersebut daerah Indonesia bagian tengah dan timur kerukunan beragamanya tergolong bagus.

“Provinsi yang kerukunan beragamanya sudah bagus misalnya, Papua Barat, Papua, NTT, Sulawesi Utara, dan lainnya,” jelasnya.

Topeq mendorong para pemuda yang hadir dalam kegiatan kali ini untuk menebarkan semangat keberagaman di lingkungannya masing-masing.

BACA YUK:  5 Alasan Mengapa Anda Harus Investasi Emas Dari Sekarang

“Agar ke depannya masyarakat Indonesia saling menguatkan dalam menjaga keseimbangan yang paripurna,” ujar Rizki Riyadu Topeq.

BACA YUK:  Berbagai Komoditas Naik, Kota Cirebon Alami Inflasi Sebesar 0,42 Persen

Dalam kegiatan itu, puluhan pemuda yang hadir tampak menerapkan protokol kesehatan ketat. Selain itu, sejumlah peserta mengikuti halaqah secara daring.

Bahkan, beberapa narasumber yang merupakan rektor perguruan tinggi dan kalangan akademisi pun menyampaikan materinya secara daring.

Sementara Ketua Yayasan Lentera Muda Indonesia, Wahyono, mengatakan, moderasi beragama sangat dibutuhkan dalam kehidupan, terutama di negara dengan kebudayaan dan agama yang heterogen seperti Indonesia.

Pasalnya, sesuai pesan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, di Indonesia beragama pada hakikatnya adalah berindonesia, dan berindonesia itu pada hakikatnya adalah beragama.

Karenanya melalui halaqah ini, pihaknya mencoba memfasilitasi para pemuda Cirebon memahami pentingnya mewujudkan moderasi beragama yang berwawasan kebangsaan, religius, dan berdaya saing.

“Output dari halaqah ini jangka panjangnya adalah melahirkan para pemimpin muda yang bersikap moderat dalam beragama,” kata Wahyono. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bersama Generasi Muda, ReSkills Ajak Berdayakan Masyarakat Melalui Charity Learning Festival 2.0

Jakarta,- ReSkills EdTech (ReSkills), sebuah startup global dari Malaysia dan juga platform edukasi yang menghubungkan calon pelajar dengan master...

Daftar Produk Brand Fladeo Sandal dan Sepatu Trendy untuk Wanita

Fashion sepatu dan sandal memang menjadi hal yang banyak dicari meskipun hanya digunakan sebagai alas kaki. Salah satunya brand Fladeo yang menjadi incaran bagi...

Anggaran Rumah Ambruk Habis, Dinsos Kota Cirebon Berikan Baper Stok

Cirebon,- Hujan deras dan angin kencang terjadi di Kota Cirebon pada Jumat (3/12) hingga Sabtu (4/12) dini hari mengakibatkan rumah ambruk karena tertimpa pohon...

Wakil Wali Kota Eti Bersyukur Peredaran Rokok Ilegal di Kota Cirebon Hampir Nihil

CIREBON – Peredaran Rokok Ilegal di Kota Cirebon hampir nihil. Ada beberapa faktor pendukungnya. Salah satunya adalah tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menghindari rokok...

More Articles Like This