Tingkatkan Minat Baca, Perpustakaan 400 Kota Cirebon Maksimalkan Program Pusling dan Layanan Digital

Cirebon,- Meningkatkan minat baca dan pelayanan literasi, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon siap memaksimalkan program perpustakaan keliling (Pusling) dan layanan digital.

Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Dispusip Kota Cirebon, Agus Jaman, S.AP. menjelaskan saat ini pihaknya sedang menyiapkan konsep perpustakaan keliling untuk di sekolah.

“Kita mengikuti aturan PTM saat ini, sehingga perlu ada komunikasi dengan sekolah terkait titik. Terutama jam pelaksanaan agar tepat dan tidak mengganggu jam pelajaran,” ujar Agus.

BACA YUK:  Wilayah Panjunan Kota Cirebon Siap Jadi Destinasi Wisata Kampung Arab

Baca Yuk: Ikatan Keluarga 400 Siliwangi, Sumbang Buku Kepada Perpustakaan 400 Kota Cirebon

Perihal Pusling ini, kata Agus, pihaknya akan bekerjasama dengan stakeholder dan unsur masyarakat. Misalnya dengan perbankan terkait literasi keuangan, sejarah, budaya dan lainnya.

“Kita terbuka untuk kerja sama dalam penyelenggaraan perpustakaan keliling, itu bertujuan memotivasi minat baca masyarakat umum,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Agus, pihaknya juga akan memaksimalkan layanan digital untuk para pemustaka, yakni melalui aplikasi iCirebon.

“Di aplikasi itu konsepnya sama dengan perpustakaan secara fisik, ada proses peminjaman buku digital, pendaftarannya melalui email,” jelasnya.

BACA YUK:  Turunkan Angka Stunting, ini yang Dilakukan Pemda Kota Cirebon

Baca Yuk: Asah Keterampilan Memasak dengan Mengikuti Food Literacy di Perpustakaan 400

Pelayanan digital ini, lanjut Agus, sudah ada sejak 2019. Namun ia juga mengakui, perlu lebih dimaksimalkan dengan konten dan buku yang terbaru.

Sementara itu, Kepala Dispusip Kota Cirebon, Drs. H. Jaja Sulaeman, M.Pd. berharap program pengembangan minat baca yang sudah disiapkan di tahun 2022 ini bisa berjalan dengan baik.

“Animo masyarakat yang datang ke Perpustakaan 400 ini sudah meningkat, sejak awal Januari 2022 saja sudah 1.429 pemustaka. Ini jadi modal untuk pengembangan program lainnya,” tuturnya.

BACA YUK:  Universitas Muhammadiyah Purwokerto Buka Tempat Pendaftaran di Cirebon

Ia mengakui, pengembangan program yang dimaksud adalah penambahan konten bacaan, baik secara fisik maupun digital. Kemudian pengembangan multimedia serta perbaikan depo arsip.

“Program pengembangan ini bagian dari prioritas, di samping melaksanakan program yang sudah ada seperti pojok baca digital (Pocadi),” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 44 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.