Tingkatkan Kualitas UKM, JNE Gelar Workshop JNE Ngajak Online 2019

0
33
Acara JNE Ngajak Online di Kota Cirebon

Cirebon,- Untuk meningkatkan kualitas UKM di berbagai daerah, JNE yang konsen pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian menggelar kegiatan workshop JNE Ngajak Online 2019, yang berlangsung di salah satu cafe di Jalan Ampera, Kota Cirebon, Selasa (29/1/2019).

Kegiatan JNE Ngajak Online dengan tema “Mengemas Produk & Strategi Digital” akan berlangsung di 16 kota di seluruh Indonesia. Kota Cirebon merupakan kota ketiga, sebelumnya diselenggarakan di Lampung dan Karawang.

Aston Hotel

Pada kegiatan tersebur, JNE menghadirkan Natalie selaku Praktisi Digital Marketing dan Alif Ringga Persada selaku Akademisi Digital Marketing, serta turut hadir Yati Rohayati Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil & Menengah Kota Cirebon.

1. Meningkatkan Kualitas UKM

Syahrilruddin S., selaku Branch Manager JNE Cirebon mengatakan bahwa produk-produk hasil karya masyarakat memiliki nilai jual dan berpotensi besar untuk dikembangkan, karena memiliki keunikan tersendiri sesuai karakteristik daerah asalnya.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

“Melihat hal tersebut, kami pun agresif melakukan  program untuk pemberdayaan UKM, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas para UKM di berbagai daerah sebagai produsen dari produk khas nusantara,” ujarnya.

Lanjut dia, JNE Ngajak Online 2019” untuk memberikan inspirasi mau pun pengetahuan lebih kepada para pengusaha di Cirebon dan sekitarnya, agar bisnis yang dijalankan dapat terus berkembang dengan meningkatnya angka penjualan.

2. Mendapat Pelatihan Gratis

Pada kegiatan tersebut, para peserta yang mengikuti JNE Ngajak Online mendapatkan pelatihan-pelatihan gratis, seperti cara mengemas produk, pengambilan gambar produk, dan diberikan edukasi tentang pentingnya penjualan di era digital.

Sehingga, kata Syahrilruddin, produk berkualitas yang dihasilkan dapat dipasarkan secara luas, melalui langkah-langkah strategis.

“Dengan memanfaatkan cara pengemasan dan tampilan yang menarik, dapat meningkatkan nilai jual dan dapat terdongkrak lebih tinggi,” katanya.

Tak hanya itu, peserta yang hadir pun diberikan pandangan terkait strategi pengiriman paket dari produk yang dihasilkan.

3. Menjadi Member JNE Loyality Card

Selain penjelasan mendalam tentang strategi distribusi paket serta pemasaran pada e-commerce, JNE juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendaftar langsung menjadi member JNE Loyality Card (JNE).

Acara JNE Ngajak Online di Kota Cirebon

Mendaftar di tempat acara, lanjut Syahrilruddin, peserta langsung mendapatkan 10 bonus poin. Tak ketinggalan, JNE Ngajak Online 2019 pun semakin meriah dengan adanya games menarik dan doorprize yang dibagikan dalam kegitan ini.

4. Program JNE Ngajak Ngirim

Di samping menggelar pelatihan, JNE pun mengadakan “JNE Ngajak Ngirim”, yaitu program gratis ongkos kirim yang berlaku sehari setelah acara “JNE Ngajak Online” digelar.

Menurut Syahrilruddin, JNE Ngajak Ngirim” berlaku di service Reguler untuk pengiriman paket dengan tujuan di dalam kota yang sama, dan pengiriman antar kota dalam 1 provinsi.

“Program gratis ongkir ini digelar di 16 kota tempat digelarnya “JNE Ngajak Online,” terangnya.

16 kota yang diselenggarakan JNE Ngajak Online yaitu Lampung, Karawang, Cirebon, Sukabumi, Tasikmalaya, Cilacap, Magelang, Madiun, Kediri, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Kendari, Ternate, dan Timika.

“Bukan hanya itu, untuk memaksimalkan dukungan terhadap UKM lokal menuju pasar global, JNE pun telah mempersiapkan layanan JNE Internasional Shipment yang dapat mendistribusikan paket pelanggan ke lebih dari 250 negara utama di semua benua,” tandasnya.

5. Strategi Online Belum Maksimal

Sementara itu, di hadapan para peserta, Natalie memaparkan berbagai hal mengenai pentingnya pengemasan serta pengambilan foto tampilan produk dalam menunjang promosi penjualan.

Natalie mengungkapkan bahwa, di berbagai daerah, seperti halnya Cirebon, telah memiliki produk yang kompetitif dan berkualitas.

“ Namun masih banyak produsen atau pebisnis yang belum dapat memanfaatkan strategi berjualan online secara maksimal,” tandasnya. (AC212)