Tingkatkan Jaminan Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan, BKIPM Cirebon Gelar FGD ⁣

⁣Cirebon,- Badan Karantina Ikan pengendalian Mutu dan Keamanan (BKIPM) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Swiss-Belhotel Cirebon, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Selasa (24/11/2020).⁣

FGD tersebut mengusung tema “Sinergitas Penerapan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dalam Meningkatkan Peluang Ekspor Produk Perikanan Indonesia”.⁣

Kepala Pusat Pengendallian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Widodo Sumiyanto mengatakan dengan diadakan FGD ini kita ingin membuka suatu wawasan bahwa perkembangan sistem jaminan mutu secara kualitas tidak bisa ditawar.⁣

“Selain itu, sektor kelautan perikanan dalam hal ini semester I (yoy) menunjukan peningkatan yang signifikan sebesar 10,2 persen. Sedangkan di triwulan III, ada penurunan sedikit namun masih tumbuh positif yaitu 6,2 persen,” ujar Widodo.⁣

Umumnya pada Desember ketika ada order, lanjut Widodo, peluang ekspor ketika akhir tahun, hari raya keagamaan, hingga tahun baru biasanya ada peningkatan dan tembus dua digit.⁣

“Target bisa diatas 10 persen dan kembali lagi kepada semester I. Sampai saat ini, sebetulnya sudah menunjukan kinerja positif dan bisa dilihat pada bulan November,” ungkpanya.⁣

Di tengah Pandemi Covid-19 ini, menurut Widodo secara sistem dan jaminan berpengaruh. Karena, adanya Pandemi ini kita tidak bisa tatap muka sembarangan. Sehingga pemerintah pusat BKIPM selai otoritas menerapkan strategi jaminan berdasarkan protokol Covid-19.⁣

“Oleh karena itu, yang kita lakukan adalah lokasi-lokasi yang berstatus merah dan hitam tidak menurunkan tim untuk kelapangan dan dikendalikan dengan virtual. Akan tetap untuk wilayah berstatus hijau dan kuning menurunkan tim dengan protokol baru,” jelasnya.⁣

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati mengatakan Kota Cirebon memiliki potensi perikanan yang besar. Sehingga, produk perikanan untuk memperhatikan standar jaminan mutu untuk menjamin makanan sehat dan tidak tercemar. ⁣

“Kota Cirebon memang kecil. Namun memiliki potensi perikanan yang besar,” ujar Eti. ⁣

Eti memaparkan bahwa eksportir perikanan yang di Kota Cirebon jumlahnya bahkan mencapai 15 perusahaan. Ekspor hasil perikanan itu dilakukan ke berbagai negara.⁣

“Untuk bisa tetap laku di pasaran internasional, diperlukan peningkatan mutu. Sehingga produk perikanan asal Kota Cirebon mutunya bisa terjamin,” kata Eti.⁣

Untuk itu Eti berharap FGD yang menghadirkan narasumber orang-orang hebat, salah satunya Prof. Rokhmin Dahuri, bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.⁣

“Kita juga dorong UMKM di Kota Cirebon yang bergerak di bidang perikanan untuk meningkatkan produk yang mereka hasilkan,” ungkap Eti. (AC212)

BACA YUK:  KAI Daop 3 Cirebon Operasikan 4 Perjalanan KA Argo Cheribon Saat Libur Isa Almasih
(Dilihat: 12 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.