Rabu, 27 Oktober 2021

Tingkatkan Ekonomi di Lingkungan Pesantren, Mandiri Syariah bersama Laznas BSM Serahkan Bantuan Program UMKM

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Mengimplementasikan Program Pemberdayaan Pondok Pesantren sebagai Ekosistem Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia, Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Region IV Bandung dan Laznas BSM Umat menyerahkan bantuan program peningkatan hasil produksi UMKM berbasis Pesantren senilai Rp125 juta kepada Pondok Pesantren Darul Ulum Cirebon.

Bantuan diserahkan oleh Harsaid Yusuf Bakhtiar selaku Area Funding & Transaction Manager, mewakili Area Cirebon kepada Bpk. H. M. Ulin Nuha, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum di Cirebon, Senin (18/01/2021).

Area Manager Bank Syariah Mandiri Cirebon, Imsak Ramadhan mengatakan bantuan program peningkatan hasil produksi UMKM merupakan wujud kepedulian Mandiri Syariah kepada umat utk menggerakkan ekonomi pesantren agar mampu bersaing di pasar.

Loading...

Di wilayah Jawa Barat sendiri ada 3 Pondok Pesantren, salah satunya Pondok Pesantren Darul Ulum, sebagai lokasi Ekosistem Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah.

BACA YUK:  PT Tokyu Land Indonesia Menjadi Salah Satu Pengembang Paling Progresif di Indonesia

“Ada dua tujuan utama dalam program pemberdayaan Ponpes ini yaitu penyediaan solusi dan kemudahan layanan perbankan di lingkungan Pondok Pesantren,” ujar Imsak, Selasa (19/1/2021).

Program layanan perbankan di Lingkungan Pondok Pesantren, kata Imsak, seperti elektronifikasi sistem pembayaran, agen pembukaan rekening tabungan untuk para guru dan santri/orang tua, pengelolaan keuangan Ponpes menggunakan layanan Cash Management Mandiri Syariah, serta produk lainnya sesuai kebutuhan Ponpes. Tujuan lainnya adalah menjadikan Pondok Pesantren mitra Mandiri Syariah sebagai Ponpes Binaan Laznas BSM Umat.

Dengan program ini, lanjut Imsak, Ponpes akan mendapatkan bantuan program peningkatan hasil produksi, pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar dan program literasi keuangan syariah (Likes).

Hingga September 2020, ada lebih dari 815 rekening ponpes dengan total outstanding sebesar Rp 118 miliar yang telah dikelola Mandiri Syariah.

BACA YUK:  Akselerasi Implementasi Kampus Merdeka, Tim Program Matching Fund UGJ Gelar Workshop

“Mandiri Syariah senantiasa berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah kepada umat dan lingkungan diantaranya dengan program pemberdayaan seperti ini. Kami meyakini pencapaian kinerja sampai dengan titik ini, tidak lain karena kontribusi seluruh stakeholders terutama nasabah. Insya Allah, dari umat kembali ke umat,” jelas Imsak Ramadhan

Berupaya menjadi sahabat finansial, spiritual dan sosial bagi nasabah serta menempatkan customer centric sebagai prioritas, tambah Imsak, Mandiri Syariah fokus pada produk retail dan konsisten melakukan inovasi dalam layanan digital.

Layanan digital diimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, Net Banking maupun layanan digital branch. Diantaranya fitur buka rekening online, tarik tunai tanpa kartu ATM, layanan interaktif virtual yang dapat diakses selama 24 jam (Aisyah) dimana ketiga fitur tersebut baru dimiliki oleh Mandiri Syariah.

Ataupun fitur layanan khas syariah lainnya seperti info waktu sholat, lokasi masjid terdekat, ziswaf, dll.

Hingga September 2020, kinerja Mandiri Syariah tumbuh dengan baik, resilient di tengah pandemi, dan solid dengan kualitas yang terjaga. Mandiri Syariah berhasil meraih pencapaian tertinggi dengan menghimpun laba tembus ke angka Rp1,07 triliun (unaudited). Dan, meningkatkan pembiayaan hingga 7,39% yoy menjadi Rp79,27 triliun dengan kualitas terjaga baik.

Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah ditopang dengan adanya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 17,28% yoy menjadi Rp106,12 triliun sehingga asset Mandiri Syariah mencapai Rp119,43 triliun, tumbuh 16,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA YUK:  Alumni Akabri 1999 Gelar Vaksinasi Massal dan Pemberian Sembako di Desa Gebang Mekar

“Semoga Bantuan Program UMKM Mandiri Syariah yang menjadi sub Program Pemberdayaan Pondok Pesantren akan turut mensukseskan Strategi Nasional Keuangan Inklusif dan menjadikan Santri Sehat, Indonesia Kuat, Ekonomi Bangkit,” pungkas Imsak Ramadhan. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This