Minggu, 11 April 2021

Tidak Lagi Menjabat Anggota Dewan, Budi Gunawan Tekuni Tanaman Hidroponik

Populer

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju...

Diundur, Pembukaan Alun-Alun Kejaksan Jadi 12 April 2021

Cirebon,- Operasional Bus Rapid Transit (BRT) dan Alun-alun Kejaksan rencananya akan dilaunching Rabu (7/4/2021). Namun, karena ada beberapa hal...

Berawal dari Marketing Hotel, Rintis Usaha Baru di Bidang Kuliner⁣

Cirebon,- Mengawali usaha dari nol merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Siti Mutmainah . Setelah bertahun-tahun lamanya berkarir di dunia...

Aston Cirebon Hotel Kembali Hadirkan Kampoeng Ramadhan

Cirebon,- Setelah tahun lalu tidak menghadirkan Kampoeng Ramadhan, tahun ini Aston Cirebon Hotel & Convention Center kembali menghadirkan Kampoeng...

Wakili Cirebon, Carissa Dinobatkan Jadi Puteri Cilik Jawa Barat Budaya 2021⁣

⁣Cirebon,- Carissa Aretha Zara yang merupakan perwakilan Cirebon untuk mengikuti ajang Puteri Cilik Jawa Barat, mendapatkan Juara 3rd Runner...

Cirebon,- Sejak tidak lagi menjabat sebagai anggota DPRD Kota Cirebon, Budi Gunawan memilih menanam hidroponik di rumahnya di Desa Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Dengan memanfaatkan lahan kosong di depan dan halaman belakang rumahnya, Budi memiliki 1.500 lubang untuk ditanami hidroponik.

Sebelum terjun untuk menanam Hidroponik pada akhir Maret, Budi mengaku terpikir dari postingan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan di media sosial Instagramnya.

Loading...

Berawal dari iseng dan hanya untuk di konsumsi sendiri, menurut Budi, ternyata hasil panen pertama menanam hidroponik banyak yang minat dan hanya dibagi-bagi.

“Awalnya iseng aja, panen pertama buat sendiri dan ngga dijual. Karena banyak yang minat dan ada peluang besar, panen kedua coba saya jual,” ujar Budi saat ditemui About Cirebon di rumahnya, Sabtu (3/10/2020).

BACA YUK:  Inilah Belajar di Sekolah Alam Wangsakerta yang Menginspirasi

Budi menjelaskan, tanaman hidroponik yang ditanam merupakan jenis sawi-sawian mulai dari sawi putih, sawi pagoda, kale dan juga kailan. Dari hasil menanam tersebut, dirinya mengaku mendapat keuntungan jutaan rupiah.

“Waktu panen kedua dan ketiga keuntungannya lumayan dari 1.500 lubang yang ditanam. Tapi, dari 1.500 lubang yang dipanen sekitar 80 persen, sisanya bisa saja gagal,” ungkapnya.

Menurut Budi, untuk membuat instalasi tanaman hidroponik ini modal awal mengeluarkan dana sebesar kurang lebih 50 jutaan. Namun, jika panen secara teratur, bisa balik modal dalam waktu 5 sampai 6 kali panen.

Karena, untuk menanam hidroponik membutuhkan waktu 1,5 bulan mulai dari semai bibit hingga masa panen. Sehingga, butuh perawatan yang ekstra dan nutrisi yang cukup untuk mendapatkan hasil yang baik.

“Hitungannya gampang, kalau 1 lubang bisa dijual dengan harga Rp. 10 ribu dan saya punya 1.500 lubang, artinya sekali panen dapat Rp. 15 juta. Dikurangi biaya produksinya dari mulai tanam sampai panen kisaran Rp. 4 juta sampai Rp. 5 juta. Sehingga dapat keuntungan bersih maksimal Rp. 10 juta dalam sekali panen,” bebernya.

BACA YUK:  Asal Mula dan Keindahan di Balik Curug Bangkong Kuningan ⁣ ⁣

“Kalau dihitung panen sebanyak 5 sampai 6 kali, kita bisa balik modal. Cuma itu kalau bisa panen 100 persen. Dari 100 persen, paling bisa panen 70 sampai 80 persennya,” tambahnya.

Budi mengaku, yang paling sulit di Cirebon adalah mencari marketnya, karena hidroponik belum familiar dan masih banyak orang yang belum kenal. Kemudian, budaya orang Indonesia yang makan sehat masih sedikit dan sosialisasi edukasi tentang hidroponik masih minim, terutama di Cirebon.

“Edukasi dan sosialisasi tentang hidroponik, terutama di Cirebon masih sedikit banget,” paparnya.

Sehingga, untuk memasarkan hasil panen tanaman hidroponik miliknya, Budi masih memanfaatkan aplikasi pesan singkat WhatsApp Messenger yang dimiliki anak-anaknya dan juga keluarga.

“Keluarga semua ikut bergerak untuk memasarkan hasil panen hidroponik. Kebanyakan yang membeli hasil panen orang medis yah, mereka sudah tau manfaat dari tanaman hidroponik itu sendiri,” jelasnya.

Setelah tidak menjabat sebagai anggota DPRD Kota Cirebon dan menggeluti hidroponik, Budi mengaku bisa kumpul dan lebih dekat dengan keluarga dirumah.

BACA YUK:  Asal Mula dan Keindahan di Balik Curug Bangkong Kuningan ⁣ ⁣

“Kita juga bisa mengajarkan kepada anak-anak cara bagaimana berusaha,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kolega Barbershop Dengan Service dan Barberman No. 1 Kini Hadir di Cirebon ⁣⁣

⁣Cirebon,- Kolega Barbershop kembali melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka cabang di berbagai daerah. Kali ini, Kolega Barbershop yang berpusat...

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju area depan Toko Karomah Anak,...

Jelang Bulan Puasa, WKM Kuningan Gelar Gowes Munggahan

Cirebon,- Menjelang bulan ramadhan, Warung Kopi Manis (WKM) Kuningan yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Kabupaten Kuningan (samping Kuningan Islamic Center) gelar gowes bersama,...

Saung Kopi Gowes Akan Kembangkan Wisata Sawah⁣

Cirebon,- Saung Kopi Gowes (Sakowes) yang beralamat di Jalan Raya Cirebon Girang - Desa Sarwadadi No. 5 Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon resmi melakukan Grand...

More Articles Like This