Tetap Semangat Jualan Meski Usia Sudah Tak lagi Muda

0
126
Bapak Radit. Penjual Pisang

Cirebon,- Sekitar pukul 13.15 WIB, jika melewati Jalan Dr. Sutomo Kota Cirebon, terdapat seorang pria paruh baya menjajakan pisang dagangannya. Rupanya itu Bapak Radit, pria berusia 75 tahun yang setiap hari berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bapak itu berjualan di dua titik. Pagi hari mulai pukul 07.00 sampai 13.00 WIB di Jalan Cipto Mangunkusumo (dekat Cordela Hotel) dan pukul 13.30 sampai 17.00 WIB di Jalan Dr. Sutomo (Depan TK Putra Nirmala). Begitulah aktivitasnya setiap hari.

Aston Hotel

“Kalau pagi jualan di Cipto, kalau siang di sini (Jl. dr. Sutomo),” singkat bapak yang memiliki tujuh orang anak itu kepada About Cirebon.

Pagi hari, saat matahari baru menampakkan diri, Pak Radit sudah bergegas menaiki becak dari rumahnya di Pamengkang menuju Jalan Cipto. Kurang lebih tiga puluh sisir pisang dijajakan. Pisang yang dijual mulai dari pisang ambon, pisang raja, pisang tanduk, dan lainnya. Harga per sisir berkisar Rp20 sampai Rp25 ribu.

Dia mengatakan dalam sehari pendapatannya berkisar Rp100 sampai Rp150 ribu. Itu masih kotor, belum termasuk uang belanja pisang, ongkos becak, dan ongkos angkot untuk pulang pergi. Satu pisang sisir diambil keuntungan sekitar Rp5 ribu saja.

“Tidak mengambil untung banyak, yang penting jualannya laris,” tukasnya.

Dulu, Pak Radit ini mengayuh becak sebagai mata pencahariannya. Namun seiring berjalannya waktu, usianya sudah tidak kuat lagi mengayuh becak dan memutuskan berjualan pisang yang dibelinya dari kebun milik orang lain. Dia belanja pisang dan menjualnya kembali.

Ketujuh anaknya sudah menikah, kecuali si bungsu yang belum berkeluarga. Sedangkan istri tercintanya di rumah, mengasuh cucu. Dia berharap agar tetap sehat dan bisa terus berjualan pisang untuk memenuhi kebutuhannya dan istri menjelang hari tua. (AC560)